Aku Ini Tuan Bukan Tuhan

Suatu ketika Yesus membenarkan dirinya dipanggil murid-muridnya dengan sebutan guru dan tuan, bahkan ditegaskan lagi oleh Yesus memang akulah guru dan tuan :

Kamu menyebut aku guru dan tuan, dan katamu itu tepat, sebab memang akulah guru dan tuan.

Yesus disebut sebagai guru karena mengajarkan kebaikan-kebaikan, kebenaran-kebenaran dan petunjuk hidup kepada murid-muridnya dan Yesus disebut tuan karena nasehat dan pengajarannya selalu ditaati murid-muridnya, maka pantaslah Yesus disebut guru dan tuan.

Kata tuan dalam ayat di atas adalah terjemahan dari kata mar dalam bahasa Ibrani/Aramaic yaitu bahasa sehari-hari Yesus, kata mar biasa diberikan kepada orang yang dihormati dan di taati. Namun ternyata dalam penterjemahan ayat tersebut ke dalam bahasa yang bukan bahasanya Yesus kata tuan dalam ayat di atas telah berubah menjadi Tuhan, yang jauh menyimpang dari ucapan Yesus, sehingga lafal ucapan Yesus tersebut menjadi :

Yohanes 13:13 Kamu menyebut aku guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang akulah guru dan Tuhan.

Tentu saja perubahan ini di manfaatkan oleh umat Kristen sebagai dalil bahwa Yesus pernah mengatakan dirinya sebagai Tuhan.

Sesungguhnya perubahan kata dari tuan menjadi Tuhan justru akan semakin menimbulkan kontradiksi di dalam Injil itu sendiri, bahkan akan sangat bertentangan dengan ucapan- ucapan Yesus di dalam puluhan ayat-ayat yang lain, satu saja contoh ucapan Yesus yang bertentangan dengan Yohanes 13:13 bila kata tuan dirubah menjadi Tuhan :

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yg telah Engkau utus.” Yohanes 17:3

Dalam Yohanes 17:3 tersebut Yesus mengatakan bahwa Tuhan satu-satunya hanyalah Allah dan dipertegas lagi bahwa Yesus hanyalah seorang utusan Allah, kalau kata mar diterjemahkan menjadi Tuhan maka Yohanes 13:13 akan sangat kontradiktif dengan Yohanes 17:3, tetapi kalau kata mar diterjemahkan sebagai tuan maka antara Yohanes 13:13 dan Yohanes 17:3 akan saling mendukung dan menguatkan.

Kristen nampaknya sangat memaksakan untuk mengubah ucapan Yesus yang berarti tuan menjadi Tuhan, agar ada dalil yang mengokohkan ketuhanan Yesus, hal ini karena tidak ada satu ayat-pun yang mendukung ketuhanan Yesus yang berupa pengakuan Yesus secara langsung bahwa dirinya adalah Tuhan, dan satu-satunya ayat yang mudah untuk diubah artinya adalah Yohanes 13:13, namun dengan mengorbankan keabsahan dan keserasian Alkitab itu sendiri.

Perubahan kata tuan menjadi Tuhan terjadi ketika kata MAR dalam bahasa Ibrani yang berarti tuan, diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani menjadi KURIOS, kata kurios dalam bahasa Yunani memiliki empat arti yaitu :

— Pemilik — tuan — tuha — Tuhan —

Rupanya para penginjil mengartikan kurios sebagai Tuhan dalam ayat tersebut, padahal semestinya arti yg sesuai dengan ucapan Yesus dan tdk bertentangan dengan ayat-ayat yg lain adalah tuan.

Dari uraian di atas baik ditinjau dari segi tata-bahasa Ibrani ke Yunani dan ditinjau dari keserasian dengan ucapan-ucapan Yesus yang lain, maka pengakuan Yesus yang sesungguhnya adalah :

AKULAH GURU DAN TUAN
Bukan
AKULAH GURU DAN TUHAN

Sehingga tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab Yesus pernah mengatakan akulah Tuhan, tetapi akan banyak ditemukan ayat-ayat pengakuan Yesus bahwa dirinya hanyalah utusan Allah dan bahwa hanyalah Allah satu-satunya Tuhan yang benar dan Esa.

Mengapa Yesus Memanggil Allah Dengan Sebutan Bapa?

Isitilah Bapa yang ditujukan bagi Tuhan secara kontekstual tidak akan dijumpai dalam kitab suci Al-Quran maupun al-Hadits, istilah ini hanya bisa dijumpai dalam Alkitab yang menjadi kitab suci umat Kristen dewasa ini.

Al-Quran merupakan wahyu terakhir yang diturunkan bagi semua manusia untuk semua etnis bangsa dan bahasa, dan Al-Quran secara umum menstandarisasikan semua bahasa yang digunakan oleh Rasul-rasul sebelumnya kedalam bahasa Arab, yaitu bahasa yang dipergunakan oleh Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir.

Contoh Nabi Shaleh, semua percakapannya dengan umat beliau diceritakan didalam al-Quran dengan menggunakan bahasa Arab, padahal kaum Tsamud yaitu kaumnya Nabi Shaleh, pada jaman itu tidak berbahasa Arab, begitu juga dengan Nabi Hud terhadap kaumnya, `Aad, lalu Nabi Nuh, mereka semua bukan keturunan Nabi Ibrahim yang menurunkan bangsa Arab. Untuk itu kita perlu menelusuri sejarah pertumbuhan bahasa bangsa Israel dimana Nabi Isa diutus oleh Tuhan.

Menurut Bambang Budijanto (Lihat : Bambang Budijanto, Torah dalam hidup Bangsa Israel, Penerbit Yayasan Andi, Yogyakarta, hal. 85) penggunaan istilah “Anak Tuhan”  sendiri terhadap bangsa Israel secara umum telah lama dikenal dan contohnya bisa dijumpai dalam Kitab Perjanjian Lama, misalnya :

Keluaran 4:22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun : Beginilah firman TUHAN : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;

Keluaran 4:23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku

Yeremia 31:9 Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel

Bila kita pelajari lebih jauh dari AlKitab, maka kita akan memperoleh data bahwa Bangsa Israel sama sekali tidak pernah menganggap Tuhan itu merupakan bapak mereka dalam pengertian yang sebenarnya :

Yeremia 31:1 Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku

Amsal 3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.

Amsal 3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

Oleh karena itu apabila umpamanya memang benar Yesus (Nabi Isa `Alaihis Salam) menyebut Tuhan dengan istilah Bapa, maka kita juga harus mengembalikan maksud ucapannya itu sebagaimana yang umum dikenal oleh masyarakat Israel pada jamannya, sebab Nabi Isa sendiri merupakan orang Israel dan agar dakwahnya diterima oleh bangsanya, diapun harus mengikuti kaidah bahasa yang ada dimasyarakat setempat.

Dalam ilmu Psikolinguistik, ada yang disebut dengan istilah Principle Cooperative, yaitu suatu cara manusia untuk bisa berkomunikasi terhadap manusia lainnya dengan memahami maksud suatu kalimat yang bisa saja artinya tidak sama persis dengan kalimat yang diucapkan oleh sipembicara, dan ini yang ada pada bangsa Israel saat itu.

Meski demikian, Nabi Isa tampaknya sudah mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya perubahan makna pada bahasa yang beliau pakai, karenanya seperti yang bisa kita baca dalam Alkitab, pada kesempatan yang berbeda Nabi Isa menerapkan model Psikolinguistik maksim cara (manner) yaitu mengungkapkan pemikirannya secara jelas dengan jalan memberikan penegasan maksud dari pemakaian istilah “anak ALLAH” dalam ayat-ayat berikut :

Matius 5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, katanya:

Matius 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerimanya diberinya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namanya

Dengan demikian istilah “Anak ALLAH” ditujukan bagi orang yang senantiasa membawa perdamaian ditengah masyarakat dan orang yang beriman kepada Tuhan dan Rasul-Nya, lebih jauh dia juga memaknainya bukan dalam arti hubungan darah atau jasmani biologis, akan tetapi hanya sebagai simbol kedekatan Tuhan dengan para hamba-Nya.

Perhatikan kutipan ayat Injil berikut :

Yohanes 17:21 Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku.

Yohanes 17:22 Dan aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepadaku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu

Yohanes 17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam aku supaya mereka sempurna menjadi satu agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi aku.

Ayat-ayat Injil diatas jelas sekali menceritakan kepada kita bahwa Nabi Isa berkeinginan agar para sahabatnya memiliki hubungan yang dekat kepada sang Maha Pencipta sebagaimana kedekatan dirinya terhadap Tuhan dan pada kesempatan lain, beliau juga memberi penegasan bahwa dirinya hanyalah seorang Rasul Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri.

Yohanes 17:3 Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata : … Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Markus 12:29 Jawab Yesus: Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.

Oleh karena itu, kita semua tidak perlu terburu-buru menghakimi pola bahasa yang digunakan oleh Isa al-Masih didalam kitab Perjanjian Baru mengenai pemakaian istilah Bapa untuk Tuhan. Sebab memang telah terbukti kalau Isa al-Masih tidak pernah mengajar diluar konsep Monotheisme (Tauhid).

Sementara penggunaan istilah Bapa kepada Tuhan bila kita kaji dari kacamata sufi sendiri pada hakekatnya tidaklah dimaksudkan untuk menunjukkan pada status biologis sebagaimana terjadi pada bapak dan anak dalam kehidupan manusia. Zat Tuhan tidak dapat diketahui oleh siapapun, tidak terjangkau pengetahuan manusia karena zat itu bebas dari hubungan dengan nama-namaNya, satu-satunya yang mengetahui zat Tuhan adalah Tuhan sendiri. Dari segi dirinya, zat Tuhan tidak mempunyai nama, sebab nama-nama itu berfungsi untuk pemberitahuan dan pembedaan kepada makhluk-makhlukNya agar mereka kenal dan bisa memanggil-Nya.

taken from: Armansyah

sumber lain: http://id.wikipedia.org/wiki/Allah_Bapa

Pesan Terakhir Dan Wafatnya Yesus

Walaupun hari kelahiran Yesus dan hari kematiannya tidak diketahui secara pasti namun paling tidak, ada beberapa tanggal yang kerap disebut sebagai tanggal wafatnya Yesus, yaitu: 11 April 27 atau 07 April 30 atau 03 april 33, atau 23 April 34 M.

Berdasarkan Quarterly Journal of Royal Astronomical Society 32,(Sept. 1991), 301-304. (Received 1991 February 19; in original form 1990 July 16) tercatat disamping tahun 30 dan tahun 33 seperti di atas, Sir Isaac Newton juga menghitung tanggal penyaliban adalah tanggal 23 April 34, namun dibandingkan dengan tanggal lainnya, Newton lebih menyukai tanggal 23 April 34.
________________________________________

Peta Jaman Yesus

Untuk mengambil keputusan yang mana tanggal kematian Yesus, maka kita perlu menelusuri catatan kronologis kematian Yesus yang ada di empat Injil. Untuk itu ada baiknya kita mengenal bagaimana Kaum Yahudi menghitung di mulainy hari:

Perjanjian Lama, di Kitab Kejadian 1: 5; 1:8; 1:13; 1:19; 1:23; 1:31: Permulaan hari 1-6

‘…Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ke…’

Sabath juga di sebutkan sebagai hari ke 7 untuk istirahat keluaran 16:26, 20:9-10, 31:15, 35:2 :

‘Enam hari lamanya…tetapi pada hari yang ketujuh adalah hari sabat; ”

Ditegaskan permulaan hari paskah yaitu di ulangan 16:6
‘engkau harus mempersembahkan korban Paskah itu pada waktu senja, ketika matahari terbenam’


Hari apa sih sabat reguler itu?

Alkitab tidak menyebutkan kepastian hari (misalnya selasa, minggu, dst) mengenai kapan hari sabath itu. Mayoritas orang menyatakan bahwa Sabat adalah hari Sabtu, alasannya adalah kesamaan S B T dan juga kata ‘Sabtu’ sangat dekat pengucapannya dengan kata ‘Sabat’.

    Weeks
    The Hebrew calendar follows a seven-day weekly cycle, which runs concurrently but independently of the monthly and annual cycles. The names for the days of the week are simply the day number within the week. In Hebrew, these names may be abbreviated using the numerical value of the Hebrew letters, for example יום א׳ (Day 1, or Yom Rishon (Hebrew: יום ראשון‎):

    Yom Rishon (Hebrew: יום ראשון‎), abbreviated יום א׳ = “first day” = Sunday
    Yom Sheni (יום שני), abbr. יום ב׳ = “second day” = Monday
    Yom Shlishi (יום שלישי), abbr. יום ג׳ = “third day” = Tuesday
    Yom Reviʻi (יום רבעי), abbr. יום ד׳ = “fourth day” = Wednesday
    Yom Chamishi (יום חמישי), abbr. יום ה׳ = “fifth day” = Thursday
    Yom Shishi (יום ששי), abbr. יום ו׳ = “sixth day” = Friday
    Yom Shabbat (יום שבת or more usually שבת – Shabbat), abbr. יום ש׳ = “Sabbath day (Rest day)” = Saturday

    The names of the days of the week are modeled on the seven days mentioned in the Creation story. For example, Genesis 1:5 “… And there was evening and there was morning, one day”. “One day” also translates to “first day” or “day one”. Similarly, see Genesis 1:8, 1:13, 1:19, 1:23, 1:31 and 2.2. [lihat juga disinidi sinidisinidisini dan di sini]

Oke-lah, kalau itu dianggap benar maka Sabtu yang dimaksud seharusnya mulai dari Sabtu Malam – Minggu Senja!

    First day of the week
    In Jewish, Western Christian and Greek Orthodox tradition,the first day of the week is Sunday.

    The Hebrew, Ecclesiastical Latin and Medieval and Modern Greek languages number most of the days of the week. In Hebrew, Sunday through Friday are numbered one through six; in Ecclesiastical Latin, Monday through Friday are numbered the second through the sixth days of the week (feria); in Medieval and Modern Greek, Monday through Thursday are numbered the second through fifth.

    For many Western Christians and Jews, Sunday remains the first day of the week. Most, though not all, business and social calendars in North America mark Sunday as the first day of the week.Sehingga hari minggu sebagai hari pertama seharusnya mulai dari Minggu malam – senin senja

________________________________________

Hari sabat kaum yahudi ada banyak, dinyatakan di kitab Imanat 23:

  • Hari ke-7, tidak bekerja (23:1-3), Pertemuan Kudus
  • Bulan ke 1 (23:4-8)
    • 23:4. Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.
    • 23:5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.
    • 23:6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.
    • 23:7 Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.
    • 23:8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.
  • Hari pertama panen/hasil apapun (23:9-22)
    • Dilakukan satu hari setelah Sabat
    • Satu hari setelah sabat + Tujuh minggu/tujuh sabat (50 hari), di umumkan sebagai hari raya/sabat (Hari raya Panen), ada perjamuan kudus, Jangan melakukan pekerjaan berat-berat
  • Bulan ke 7 (23:9-44)
    • tanggal 1, hari serunai, Pertemuan Kudus, tidak boleh bekerja berat-berat
    • tanggal 9, malam sampai tanggal 10 Senja, tidak boleh bekerja dan harus puasa, melanggar akan dibinasakan, hari sabat
    • tanggal 10, hari pendamaian, ada pertemuan Kudus, tidak boleh bekerja apapun
    • tanggal 15, hari pondok daun dilaksanakan selama 7 hari, hari pertama ada pertemuan kudus tidak boleh bekerja apapun, harus tinggal dipondok daun untuk Israel asli selama 7 hari
    • tanggal 23, pertemuan kudus, tidak boleh bekerja apapun

    (Juga disebutkan d Imanat 16:29-31, Bilangan 28:16-31, Yehezkiel 45:21-25), dan disingkat hari sabat dan 3 hari raya di II Tawarih 8:13 sesuai dengan apa yang menurut perintah Musa ditetapkan sebagai korban untuk setiap hari, yakni:

    • pada hari-hari Sabat
    • pada bulan-bulan baru
    • dan tiga kali setahun pada hari-hari raya:
      • pada hari raya Roti Tidak Beragi
      • pada hari raya Tujuh Minggu dan
      • pada hari raya Pondok Daun.

    Siapapun yang bekerja pada hari-hari Sabat/Paskah akan dihukum mati dilenyapkan dari bangsanya (Imanat 19:8, 23:29-30; Keluaran 31:14-16, 35:2, Bilangan 9:13, 15:32-36; Yeremia 17:21,27; Yehezkiel 20:21)

________________________________________

Semalam menjelang di salib
Yesus mengalami sedih, gentar dan takut pada satu hari sebelum salib:

  • Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” [Matius 26:37-38, Markus14:32-34]
  • “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. [Lukas 22:42-44]

________________________________________

Kronologis Hari kematian Yesus

Injil Matius
Hari raya roti tak beragi, Perjamuan Kudus

  • 26:2 “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”
  • 26:17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
  • 26:18 Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”
  • 26:19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
  • 26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu

[Hari Penanggalan yahudi di mulai pada malam hari s/d senja keesokan harinya, artinya murid-murid yesus datang kepadanya di keesokan harinya tapi masih di hari roti raya roti tak beragi, jadi saat ia merayakan paskah sudah masuk di hari kedua hari raya roti beragi, tanggal 16 nisaan]

Hari persiapan Sabat sudah lewat dan Yesus sudah Meninggal

  • 26:34 Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
  • 26:74 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
  • 26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

[Kejadian ini masih ada di tanggal 16, malam s/d subuh]

  • 27:1. Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.
  • 27:2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.
  • 27:15 Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.
  • 27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.
  • 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
  • 27:50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
  • 27:57. Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.
  • 27:58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.
  • 27:59 Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,
  • 27:60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.
  • 27:61 Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

[semua peristiwa ini terjadi pada hari kedua hari raya roti beragi yaitu Tanggal 16 pagi s/d menjelang malam, yang merupakan akhir dari tanggal 16 nisaan]

  • 27:62 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.”

[Kata ‘keesokan harinya, yaitu setelah hari persiapan’ merupakan hari baru yang di mulai pada malam hari, jadi bukan tanggal 16 nisaan lagi namun sudah masuk pada tanggal 17 bulan ke-1, ini juga menandakan bahwa tanggal 16 merupakan hari persiapan untuk sabath regular

Jadi kata keesokan harinya merupakan malam hari, sudah masuk hari sabath dan sudah merupakan tanggal 17.

Hari sabat menurut penanggalan modern jatuh pada sabtu malam s/d minggu senja, jadi Yesus meninggal di hari Sabtu sore]

Hari pertama minggu itu setelah Sabat

  • 28:1-2 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya

[Kalau mengikuti urutan, maka kata ‘yaitu, setelah hari persiapan’ = hari sabath regular, yaitu pada bulan ke-1, tanggal 17 nisaan yang di mulai pada malam hari, Jadi tangal 17, malam sudah masuk hari sabath

Jika mengikuti penanggalan modern, maka hari raya sabath jatuh pada sabtu malam s/d minggu senja, sehingga minggu pagi masih masuk pada hari sabath.

Hari pertama, yaitu tanggal 18 Nisaan dimulai minggu malam s/d senin senja, artinya maria menengok kubur adalah di hari SENIN pagi.]

Injil Markus
Hari raya roti tak beragi, Perjamuan Kudus

  • 14:1. Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi…
  • 14:12. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: “Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”…
  • 14:16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.
  • 14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

[Hari Penanggalan yahudi di mulai pada malam hari s/d senja keesokan harinya, artinya murid-murid yesus datang kepadanya di keesokan harinya tapi masih di hari roti raya roti tak beragi, jadi saat ia merayakan paskah sudah masuk di hari kedua hari raya roti beragi, tanggal 16 nisaan]

Hari persiapan Sabat

  • 14:30 Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
  • 14:72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu.

[Kejadian ini masih ada di tanggal 16 nisaan, malam s/d subuh]

  • 15:1. Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.
  • 15:6 Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak.
  • 15:25 Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan.
  • 15:33. Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
  • 15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
  • 15:37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
  • 15:42. Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat.
  • 15:44 Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.
  • 15:45 Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf.
  • 15:46 Yusufpun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.
  • 15:47 Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan.

[semua peristiwa ini terjadi pada hari kedua hari raya roti beragi yaitu tanggal 16 pagi s/d menjelang malam, yang merupakan akhir dari tanggal 16 nisaan

Dikatakan ‘hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang sabat’ artinya, tanggal 16 nisan adalah hari persiapan dan berakhir pada sore hari, jadi mulai dari malam hari sudah masuk tanggal 17 nisan, yaitu hari sabath

Hari sabat menurut penanggalan modern jatuh pada sabtu malam s/d minggu senja, jadi Yesus meninggal di hari Sabtu sore]

Hari pertama minggu itu setelah Sabat

  • 16:1-2. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.

[Jika mengikuti penanggalan modern, maka hari sabath jatuh pada sabtu malam s/d minggu senja, sehingga minggu pagi masih masuk pada hari sabath, tanggal 17 nisan malam s/d senja esok hari adalah hari sabath.

Tanggal 18 nisan, di mulai dari malam hari, dan juga merupakan hari pertama, jadi jatuh pada minggu malam s/d senin senja, artinya maria menengok kubur adalah di hari SENIN pagi.]

Injil Lukas
Hari raya roti tak beragi, Perjamuan Kudus

  • 22:7. Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah. Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: “Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan.”
  • 22:14 Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya.
  • 22:34 Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.”
  • 22:39. Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
  • 22:46 Kata-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”
  • 22:60 Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan.” Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.

[Hari Penanggalan yahudi di mulai pada malam hari s/d senja keesokan harinya, artinya murid-murid yesus datang kepadanya di keesokan harinya tapi masih di hari roti raya roti tak beragi di tanggal 15, jadi saat ia merayakan paskah sudah masuk di hari kedua hari raya roti beragi yaitu, tanggal 16 nisaan.

Lukas memang tidak menyatakan perjamuan itu dilakukan siang atau malam hari, namun dari urutan pasal dan juga merujuk pada injil matius dan markus maka dapat diduga terjadi pada tanggal 16 s/d subuh]

Hari persiapan Sabat

  • 22:66 Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka,
  • 23:44-45 Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar…
  • 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
  • 23:50. Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar.
  • 23:52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.
  • 23:53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.
  • 23:54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.
  • 23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

[semua peristiwa ini terjadi pada hari kedua hari raya roti beragi yaitu tanggal 16 pagi s/d menjelang malam, yang merupakan akhir dari tanggal 16 nisaan

Dikatakan ‘hari itu adalah hari persiapan, dan sabat hampir mulai’ artinya, tanggal 16 nisan adalah hari persiapan dan berakhir pada sore hari, jadi mulai dari malam hari sudah masuk tanggal 17 nisan, yaitu hari sabath

Hari sabat menurut penanggalan modern jatuh pada sabtu malam s/d minggu senja, jadi Yesus meninggal di hari Sabtu sore]

Hari pertama minggu itu setelah Sabat

  • 24:1-2. tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu,

[Jika mengikuti penanggalan modern, maka hari sabath jatuh pada sabtu malam s/d minggu senja, sehingga minggu pagi masih masuk pada hari sabath, tanggal 17 nisan malam s/d senja esok hari adalah hari sabath.

Tanggal 18 nisan, di mulai dari malam hari, dan juga merupakan hari pertama, jadi jatuh pada minggu malam s/d senin senja, artinya maria menengok kubur adalah di hari SENIN pagi.]

Injil Yohanes
Sebelum Paskah, ada hari raya dan kemudian ada perjamuan

  • 12:20. Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.
  • 13:1. Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.
  • 13:29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
  • 13:30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.
  • 13:38 Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
  • 18:27 Maka Petrus menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah ayam.

[Tidak banyak informasi yang kita dapat kecuali malam itu dilakukan perayaan, namun merujuk pada Matius, Markus dan Lukas, dan roti yang dimakan sebelum yudas pergi, maka itu adalah perayaan hari roti beragi, tidak jelas kapan apakah hari ke 1 atau ke-2, namun perayaan itu dilakukan di antara hari ke 1-2]

Hari persiapan Sabat

  • 18:28. Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah.
  • 18:39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?”
  • 19:14 Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!”
  • 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
  • 19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib–sebab Sabat itu adalah hari yang besar–maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.19:38. Sesudah itu Yusuf dari Arimatea–ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi–meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
  • 19:41 Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.
  • 19:42 Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.

[Hari perayaan roti beragi di hari ke-1/ke 2 belum berakhir s/d malam menjelang, jadi pagi hari s/d menjelang malam masih merupakan hari raya dan juga hari persiapan paskah sedangkan sabath mulai di malam harinya]

Menurut penanggalam modern sabtu adalah sabath, yang berlangsung sabtu malam s/d minggu senja, jadi Yesus meninggal di hari sabtu sore.]

Hari pertama minggu itu setelah Sabat

  • 20:1. Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

[Jika mengikuti penanggalan modern, maka hari sabath jatuh pada sabtu malam s/d minggu senja, sehingga minggu pagi masih masuk pada hari sabath, tanggal 17 nisan malam s/d senja esok hari adalah hari sabath.

Tanggal 18 nisan, di mulai dari malam hari, dan juga merupakan hari pertama, jadi jatuh pada minggu malam s/d senin senja, artinya maria menengok kubur adalah di hari SENIN pagi.]
________________________________________

Uraian Kematian di antara Dua sabat

Dari kronologis di atas, di dapat data-data sebagai berikut, Bulan ke-1:

  • Tanggal 14, Paskah [lihat di atas]
  • Tanggal 15, hari ke-1 hari raya roti tidak beragi [Imanat 23, Matius 26:2, 26:17-20; Markus 14:1, 14:12; Lukas 22:7-8, 22:39; Yohanes 12:20]
  • Tanggal 16, hari ke-2 hari raya roti tidak beragi dan juga hari persiapan sabath [Markus 15:33,42; Yohanes 18:28, 19:14, 31, 42; Lukas 23:14, 23:54; 56-56b; Matius 27 45, 51, 27:62-64]
  • Tanggal 17, hari ke-3 hari raya roti tidak beragi dan juga hari sabath regular [Lukas 23:56;56b]
  • Tanggal 18, hari ke-4 hari raya roti tidak beragi dan juga hari pertama setelah sabath regular [Matius 28:1-2; Markus 16:1-2; Lukas 24:1-2; Yohanes 20:1]

Yang kita ketahui adalah sabat pada penanggalan modern jatuh pada hari Sabtu, yaitu mulai dari sabtu malam s/d minggu senja. Berdasarkan itu dapat diketahui hari kematian Yesus pada versi hari modern yaitu:

  • Tanggal 18, Minggu malam – Senin senja, Hari pertama setelah Sabath, Pagi-pagi benar ketika hari masih gelapi Magdalena pergi ke kubur dan Yesus sudah tidak ada, jadi saat itu SENIN PAGI
  • Tanggal 17, Sabtu malam – Minggu senja, Hari Sabath
  • Tanggal 16, Jum’at malam – Sabtu senja, Yesus wafat jam 15.00, jadi saat itu SABTU SORE
  • Tanggal 15, Kamis malam – jum’at senja, Hari ke-1 Hari raya roti tak Beragi,
  • Tanggal 14, Rabu malam – Kamis senja, Hari Paskah Bulan ke 1

Berapa jumlah total hari dari mulai Yesus wafat s/d yesus tidak ada di kuburnya?

Alkitab mengenal perhitungan 1 hari = 12 jam dan tidak dilakukan pembulatan perhitungan hari menjadi 1 (satu Hari)

Yohanes 11:9 Jawab Yesus: “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari?
kitab wahyu 11:9, ‘…tiga setengah hari lamanya’ dan 11:11, ‘Tiga setengah hari kemudian…’

Kalimat ‘1/2 (setengah) hari’ yang muncul pada kitab wahyu diatas memberikan petunjuk pada kita bahwa tidak ada pembulatan menjadi 1 (satu) hari, namun sesuai dengan yang terpakai/dipakai, jadi perhitungan hari/jamnya adalah sebagai berikut:

  • Tanggal 16, jam 15.00 sore s/d tanggal 17 jam 15.00 sore = 24 jam
  • Tanggal 17, jam 15.00 sore s/d tanggal 18, jam 03.00 pagi = 12 jam
  • Tanggal 18, jam 03.00 pagi s/d pagi-pagi (asumsi: jam 06.00 = 3 jam

Jadi total waktu kematian Yesus adalah, 39 jam.

Perhatikan:
Pilatus sendiri heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati [Markus 15:44]. Dan kemudian ‘Bangkai’ Yesus dibawa oleh Yusuf, Anggota majelis besar, orang kaya dari arimatea, di ‘kafani’ dan dikubur di dalam taman/Bukit batu yang ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang

Untuk Jaman sekarang ini, kita bisa saksikan tekniknya lewat karya David Blaine, David Copperfield, Harry houdini dan masih banyak lagi lainnya

[Artikel kematian yesus di antara dua sabat yang berasal dari sumber kristen dapat anda lihat di sini].
________________________________________

Indikator alam yang dapat dipakai untuk kepastian tanggal dan tahun:

  • Gerhana di Bulan pertama [Matius 27:45, Markus 15:33, Lukas 23:34-35] dan
  • Gempa bumi yang terjadi dua kali yaitu sebelum (mat 27:51) dan sesudah (Mat 28:2) Paskah!

Adanya kejadian Gempa bumi adalah terlalu aneh untuk di abaikan oleh saksi..apalagi saat itu yang meninggal adalah Yesus !!!…jadi bukanlah suatu kejadian biasa, namun justru hanya tercatat di Injil Matius dan TIDAK di Injil lainnya

Berdasarkan Paul’s Early Period: Chronology, Mission Strategy, Theology; Oleh Rainer Riesner; Diterbitkan oleh Wm. B. Eerdmans Publishing, 1998, hal. 50 dinyatakan bahwa:

  • Untuk tanggal 14 Nissan adalah Jum’at maka menurut penanggalan Masehi jatuh pada: 11 April 27, 07 April 30 dan 3 april 33
  • Untuk tanggal 15 Nisan adalah hari jum’at maka jatuh di penanggalan masehi adalah tangal: 11 April 27 dan 23 April 34
  • Khusus tanggal 11 April 27, tanggal 14 Nissaln jatuh antara hari kamis dan jum’at, sehingga belum tepat dikatakan Jum’at.

Informasi yang seragam yang di punyai ke 4 Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah Yesus wafat di era Pontius Pilate sebagai wali daerah Yudea, yang memegang jabatan dari tahun 26 – 36 M.

Di Injil Lukas 3:1-2 dikatakan masa pelayanan Yohanes pembaptis adalah tahun ke 15 kaisar Tiberius. Kaisar ini memerintah setelah kematian kaisar Agustus pada tanggal 29 Agustus 14 M, sehingga pada tahun ke 15 adalah di 29 M dan Yesus sempat bertemu Yohanes Pembabtis di tahun 29 M

Injil Yohanes menyatakan bahwa Yesus setidaknya mengikuti 3 Paskah yang berbeda, sehingga setidaknya Yesus masih ada sampai tahun 32 M

Disini kita sudah bisa menggugurkan 2 pilihan tahun yaitu tahun 27 dan tahun 30

Pada masa jabatan Sejanus di Roma. Ia memerintahkan penekanan pada kaum yahudi di seluruh kerajaan romawi selama masa jabatanya pemerintahannya hingga ia meninggal pada tahun 32, kemudian setelah itu Tiberius membatalkan hukum itu. Hal ini sesuai dengan keadaan yang disebutkan di Injil dimana Pontius Pilate tidak mau menyalibkan Yesus karena tidak cukup Bukti:

  • Matius 27:24
    Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!”
  • Lukas 23: 13,15, 20,22,
    Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, dan berkata kepada mereka: “Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati….Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus….Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: “Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.”
  • Markus 15:14-15, 26
    Lalu Pilatus berkata kepada mereka: “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” Namun mereka makin keras berteriak: “Salibkanlah Dia!”. Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan…Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: “Raja orang Yahudi”.
  • Yohanes 18: 38b-39, 19:4, 7, 12-16b
    .. keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?” …Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: “Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.”
    ..Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”
    …Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: “Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.”. Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata. Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!”. Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” Jawab imam-imam kepala: “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!” . Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.. Mereka menerima Yesus.

Dari bukti sejarah kerajaan romawi dan bukti 4 Injil, dapat dipastikan alasan menghukumyesus terpusat pada tiga alternatif:

  • Ia melepaskan hukuman itu menurut hukum Taurat karena kaum yahudi di Jerusalem pada masa itu dominan sehingga merupakan keputusan politik dan cultural pemerintaah romawi (lihat: The responsibility for the death of Jesus)
  • Pejabat pemerintahan juga mendapat sogokan, alasannya adalah apabila Yudas dapat disogok mengapa pejabat pemerintahan tidak?
  • Tuduhan Raja orang Yahudi, bukan sebagai metaphora kenabian namun sebagai tuduhan pemimpin pemberontakan terhadap kaisar yang berkuasa, hal ini disebutkan juga di hasil riset Dr Barbara Thiering mengenai naskah laut mati dan Nag Hammadi, dimana tertulis bahwa Maria Magdalena dulunya adalah seorang pejuang pembebasan penindasan Yahudi oleh Romawi., seorang militan yang setia dan bermusuhan dengan Roma hingga Yesus membujuknya untuk mengikutinya. Namun karena kejadian ini terjadi pada masa pemerintahan raja Caligula (37-41M) militerisme bangkit lagi. Kebutuhan akan kepahlawannan di perlukan untuk menghadapi tirani romawi. Mary kembali pada keadaan semua dan berteman dengan Helena dan Simon Magus di 44 M. Setelah melahirkan anak ke 3nya. Keretakan perkawinan ini berada diantara orang2 Kristen bersama Yesus dan pejuang pembebasan bersama Simon Magus. Mary meninggalkan perkawinan. Itu adalah saat dimana Paulus meletakan dasar praktek untuk bercerai di 1 Korintus 7:10-16

Berdasarkan catatan dari Tertullian di ‘Adversus Marcionem’ dari tradisi Romawi dikatakan bahwa periode penyalipan adalah tahun ke 20 pada masa jabatan Tiberius, sehingga saat wafatnya yesus adalah di tahun 33-34 M

Hasil perhitungan kita berdasarkan kronologis di alkitab didapat hasil:

  • Tanggal 18, Minggu malam – Senin senja, Hari pertama setelah Sabath, Pagi-pagi sekali Magdalena pergi ke kubur dan Yesus sudah tidak ada, jadi saat itu SENIN PAGI.
  • Tanggal 17, Sabtu malam – Minggu senja, Hari Sabath
  • Tanggal 16, Jum’at malam – Sabtu senja, Yesus wafat jam 15.00, jadi saat itu SABTU SORE
  • Tanggal 15, Kamis malam – jum’at senja, Hari ke-1 Hari raya roti tak Beragi,
  • Tanggal 14, Rabu malam – Kamis senja, Hari Paskah Bulan ke 1

Dari perhitungan di atas, tanggal 3 April 33 adalah tanggal 14 yang jatuh di hari Jum’at sedangkan kita memerlukan tanggal 15 Nisa yang jatuh di hari jum’at maka dari itu tahun 33 M dapat kita abaikan sehingga tersisa yaitu tanggal 23 April 34

Karena Alkitab menyebutkan bahwa kematian Yesus adalah di hari persiapan, maka itu jatuh di tanggal 16, sehingga kematian Yesus adalah 24 April 34 M pada jam 15:00 di hari Sabtu.

Ucapan /pesan terkahir Yesus pada Dunia yaitu :

  • Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46, Markus 15:34)
  • Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.”.. (Lukas 23:46)
  • Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia: “Aku haus!”. Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.”.. (Yohanes 19:28-30)

________________________________________

Ciri-ciri agar berhak menyandang gelar Mesias adalah kisah Yunus

Perjanjian Lama Yunus 1:17
Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Matius 12:38-40,
12:38. Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu. Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

Lukas 11:29-30,
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.

Markus 8:31, 9:31
8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Benarkah Yesus juga dibangkitkan setelah tiga hari?

Dari perhitungan kita di atas, didapat ringkasan sebagai berikut:

  • Tanggal 16, jam 15.00 sore s/d tanggal 17 jam 15.00 sore = 24 jam
  • Tanggal 17, jam 15.00 sore s/d tanggal 18, jam 03.00 pagi = 12 jam
  • Tanggal 18, jam 03.00 pagi s/d pagi-pagi (asumsi: jam 06.00 = 3 jam

Kenyataannya adalah belum sampai 2 hari dan dua malam

sumber: http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/12/pesan-terakhir-dan-wafatnya-krishna.html#yesus

Kontroversi Penyaliban Yesus

1. INJIL BARNABAS: 215-218. —> Disusun pada abad ke-2 Masehi.

Ketika para tentara yang dipimpin oleh Yudas sudah mendekati tempat dimana Yesus berada … Tuhan, karena melihat bahaya atas hamba-Nya, memerintahkan Gabriel, Michael, Rafael, dan Uriel, para pembantu-Nya, untuk mengeluarkan Yesus dari dunia. Para malaikat suci itu pun datang dan mengambil Yesus … kemudian menempatkannya di surga ketiga ditemani para malaikat dan diberkati Tuhan untuk selamanya … Yudas kemudian mengalami perubahan suara dan wajahnya hingga ia menyerupai Yesus … para tentara itu kemudian masuk dan menangkap Yudas, karena ia sangat mirip dengan Yesus … Para tentara kemudian mengambil dan membelenggunya, dengan mencemooh … Kemudian para tentara itu hilang kesabaran. Dan dengan pukulan serta tendangan mereka mulai menghina Yudas.


Kemudian dengan amarah yang amat sangat, mereka membawanya ke Yerusalem … Kemudian mereka mengarak Yudas ke Gunung Calvary, tempat mereka biasa menggantung para penjahat, dan di sanalah mereka menyalib Yudas dalam keadaan telanjang, karena kejahatan yang sangat besar. Yudas benar-benar tidak bisa melakukan apa pun kecuali menangis: “Tuhan , mengapa Engkau meninggalkan aku, dengan melihat penjahat lari dan aku mati secara tidak adil?” Aku benar-benar melihat bahwa suara, wajah, dan sosok Yudas begitu mirip dengan Yesus sehingga murid-muridnya dan orang-orang beriman sepenuhnya percaya bahwa dia adalah Yesus; mengapa sebagian orang berpaling dari ajaran Yesus … karena Yesus telah bersabda bahwa ia tidak akan mati hingga menjelang akhir dunia; bahwa pada saat itu ia diangkat dari dunia.

Namun, mereka yang tetap teguh dengan ajaran Yesus begitu merasakan kesedihan yang mendalam, karena melihat dia yang mati sama sekali mirip dengan Yesus sehingga mereka tidak mengingat lagi bahwa Yesus telah bersabda … Murid-murid yang tidak takut dengan Tuhan pergi pada malam hari dan mencuri tubuh Yudas lalu menyembunyikannya, kemudian menyebarkan berita bahwa Yesus telah dibangkitkan kembali; itulah sumber dari munculnya kebingungan besar.

2. INJIL DUA KITAB JEUS: hal. 261. —> Disusun pada abad ke-3 Masehi.

Yesus, yang masih hidup, menjawab dan mengatakan kepada para rasulnya, “Diberkatilah ia yang telah menyalib dunia, dan tidak mengijinkan dunia menyalibnya.”

3. INJIL WAHYU PETRUS: 81:4; 82:1-3, 17-23, 27-33. —> Disusun pada abad ke-4 Masehi.

Ketika dia mengatakan hal itu, aku melihatnya seolah-olah ditangkap oleh mereka. Dan aku berkata, “Apakah yang aku lihat, Tuhanku, benarkah Engkau yang mereka tangkap, padahal Engkau menggapaiku? Atau siapakah orang ini, yang bergembira dan tertawa di atas pohon itu? Dan adakah orang lain yang kaki dan tangannya mereka ikat?” Sang Juru Selamat bersabda kepadaku, “Dia yang engkau lihat di atas pohon, yang bergembira dan tertawa, adalah Yesus yang masih hidup.

Namun, orang yang tangan dan kakinya mereka paku adalah bagian daging-Nya yang merupakan wujud pengganti yang dibuat sama, seseorang yang sungguh-sungguh mirip dengan-Nya. Tetapi lihatlah ia dan Aku.” … Namun aku, ketika aku melihat, berkata, “Tuhan, tidak ada seorang pun yang melihat-Mu. Biarkanlah kami lari dari tempat ini.” Namun, ia berkata kepadaku, “Sudah Aku katakan, tinggalah si buta itu sendiri! Dan kamu, lihatlah betapa mereka tidak mengetahui apa yang mereka katakan. Karena sebenarnya bukan pelayan-Ku yang mereka permalukan.” … Dan Dia berkata kepadaku, “Kuatkanlah, karena engkau adalah salah seorang dari mereka yang diberi misteri-misteri ini, agar mengetahuinya melalui wahyu bahwa dia yang mereka salib adalah anak pertama, dan rumah para iblis … Namun Dia yang berdiri di dekatnya adalah Juru Selamat yang masih hidup, yang pertama dalam diri-Nya, yang telah mereka tangkap kemudian mereka lepaskan, yang berdiri dengan penuh kegembiraan sambil melihat mereka yang melakukan kekerasan terhadapnya, sementara mereka terpecah-belah di antara mereka sendiri.”

4. INJIL RISALAH KEDUA SET AGUNG: 55:10-20, 30-35; 56:1-13, 18-19, 23-25. —> Disusun pada abad ke-2 Masehi.

Dan rencana yang mereka susun untukku, untuk melepaskan kesalahan mereka dan ketakberperasaan mereka – aku tidak mengalah pada mereka seperti yang mereka rencanakan. Bahkan aku tidak menderita sama sekali. Mereka yang di sana menghukumku. Dan aku sesungguhnya tidak mati, hanya seolah-olah mati, agar aku tidak dipermalukan oleh mereka karena semua ini merupakan keluargaku … Karena kematianku yang menurut mereka sudah terjadi, karena kesalahan dan kebutaan mereka, karena mereka memaku orang mereka sendiri hingga mati … karena mereka tuli dan buta … Ya, mereka melihatku; mereka menghukumku. Adalah orang lain, ayah mereka, yang meminum empedu dan cuka; bukan aku. Mereka menyerangku dengan bambu-bambu; adalah orang lain, Simon, yang mengemban salib di pundaknya. Adalah orang lain yang mereka pakaikan mahkota duri … dan aku menertawakan kejahilan mereka … Karena aku mengubah bentuk fisikku, berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.”

5. INJIL PERBUATAN-PERBUATAN YOHANES: 97-99, 101. —> Disusun pada abad ke-2 Masehi.

Dan kami seperti orang-orang yang heran atau kebingungan, kami berlari ke sana kemari. Demikianlah, aku melihatnya menderita serta tidak tahan dengan penderitaannya, kemudian berlari menuju Bukit Zaitun, meratapi apa yang telah terjadi. Dan ketika ia digantung pada Hari Jumat, pada jam enam hari itu, muncullah kegelapan menyelimuti seluruh bumi. Dan Tuhanku berdiri di tengah goa dan menjelaskan hal itu seraya bersabda, “Yohanes, bagi orang-orang yang ada di Yerusalem, Aku memang disalib dan ditusuk dengan tombak dan bambu, serta diberi cuka dan empedu untuk diminum.

Namun, bagimu Aku tengah berbicara dan mendengarkan apa yang Aku katakan … Dan ketika Ia selesai mengatakan hal ini, Ia menunjukkan padaku sebuah Salib Cahaya yang sangat kokoh, dan di sekitar salib itu ada kerumunan yang sangat besar, yang tidak memiliki bentuk tunggal; dan di dalamnya terdapat satu bentuk dan kemiripan yang sama. Dan aku melihat Tuhan sendiri ada di atas salib … “Ini bukanlah salib kayu yang akan kamu lihat ketika engkau turun dari sini; Aku juga bukan orang yang ada di atas salib itu. Aku adalah orang yang kini tidak bisa kamu dengar, tetapi kamu hanya bisa mendengar suara-Ku. Aku dijadikan seseorang yang bukan Aku, Aku bukanlah diri-Ku bagi banyak orang lain; tetapi apa yang akan mereka katakan tentang Aku tidak berarti apa-apa untuk-Ku … Demikianlah aku tidak menderita segala hal yang akan mereka katakan tentang Aku; bahkan penderitaan yang Aku tunjukkan kepadamu dan kepada murid-murid-Ku dalam tarian, itulah yang Aku sebut sebuah misteri … Kamu mendengar bahwa Aku menderita, padahal Aku tidak menderita; dan bahwa Aku tidak menderita, padahal Aku menderita; dan bahwa Aku ditombak, padahal Aku tidak terluka; bahwa Aku digantung, padahal Aku tidak digantung; bahwa darah mengalir dari-Ku, padahal tidak ada darah yang mengalir; dan, singkatnya, apa yang mereka katakan tentang Aku, Aku tidak mengalaminya, tetapi apa yang tidak mereka katakan, itulah hal-hal yang membuatku menderita …”



Penangkapan Yesus

Apa Sajakah Perintah Yesus?

Konon, di dalam Yohanes, Yesus berkata:

14:15. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Konon pula, Yesus berkata menurut Matius:

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Setiap orang Kristen yang ditanya, “Apakah kamu mengikuti hukum dan firman-Nya?” Mereka akan menjawab, “Tidak!” Jika ditanya lagi, “Mengapa tidak?” Jika ia adalah seorang yang tidak taat pada Alkitab, maka ia akan menjawab, “Hukum tersebut sudah kuno dan dibuang. Kita hidup dalam zaman modern sekarang.”

Setiap kali diingatkan dengan apa yang dikatakan Tuhan Yesus-nya, mereka akan mendebat dengan kata-kata dari Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, dan lain-lain. Jika ditanya, “Siapakah mereka?” Mereka akan menjawab, “Paulus, Paulus, Paulus.” Tetapi jika ditanya, “Siapakah Tuhanmu?” Mereka serentak menjawab, “Yesus!” Namun demikian, mereka akan segera membantah bahwa Yesus sama dengan Paulus.

Tak seorang pun umat Kristen yang memperdebatkan kenyataan bahwa pendiri sebenarnya dari agama Kristen adalah Paulus Tarsus. Oleh karena itu, wajarlah apabila Michael H. Hart menempatkan Yesus pada urutan ke-3 setelah Musa dan Muhammad (Michael H. Hart [1978]: The 100: A ranking of the Most Influential Persons in History. New York, Hart Publishing Company, Inc.).

PERNYATAAN TUHAN VERSUS PERNYATAAN PAULUS

Pernyataan Tuhan:

Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku. (Kejadian 17:14)

Pernyataan Paulus:

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1Korintus 7:19)

(Menurut Tuhan, sunat itu hukumnya WAJIB dan merupakan hukum Allah yang teramat penting. Sebaliknya,  menurut Paulus, sunat itu tidak penting karena ia sama sekali bukan merupakan hukum Allah. Pernyataan Paulus inilah yang diikuti umat Kristen.)

PERNYATAAN TUHAN VERSUS PERILAKU UMAT KRISTEN

Pernyataan Tuhan:

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya… (Keluaran 20:4-5)

Perilaku Umat Kristen:

Membuat patung Bunda Maria, patung Yesus, patung salib, dan patung tokoh-tokoh Kristen. Sebagian umat Kristen juga memuja-muja kepada patung Bunda Maria dan patung Yesus.

(Perilaku umat Kristen dengan membuat dan memuja patung-patung tersebut, bertolak-belakang dengan pernyataan Tuhan dalam Keluaran 20:4-5 dan Ulangan 5:8-9.)

Nubuat Kedatangan Yesus, Benarkah?

Jika ditanya kepada Kristen; “Apakah yang dikatakan Injil tentang Muhammad?”, maka dengan tanpa ragu-ragu mereka menjawab “Tidak ada!”

Jika dikatakan tentang nubuat-nubuat tentang masa depan dunia ini yang tercantum dalam AlKitab (misalnya: Paus Katolik Roma, Hari Akhir) , maka Kristen juga mengatakan “nubuat-nubuat itu benar tetapi nubuat tentang Muhammad tidak ada”.

Perlu dipertanyakan kembali, “Mengapa tidak ada?”

Bukankah Muhammad seorang yang bertanggungjawab membawa jutaan pengikutnya menjadi sebuah komunitas yang mendunia, yang dengan pengaruhnya, percaya pada:

1. Keajaiban kelahiran Yesus,

2. Bahwa Yesus adalah Mesias,

3. Bahwa dengan izin Tuhan, Ia dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta sejak lahir dan penderita kusta.

Aneh sekali memang, padahal dalam perjanjian lama terdapat ratusan/ ribuan ramalan sehubungan dengan kedatangan Yesus. Tetapi bagaimana dengan:

“Apakah ada sebuah nubuat yang mengatakan bahwa nama Mesias akan menjadi Yesus dan nama ibunya akan menjadi Maria; bahwa yang seharusnya menjadi ayahnya adalah Yusuf si tukang kayu; bahwa ia akan lahir pada masa pemerintahan raja Hero dan lain-lain?”

“Apakah Firman yang hidup itu tidak meramalkan bahwa disuatu masa kelak akan ada segolongan ummat beragama yang memuliakan dia sebagai Nabi dan bukan sebagai tuhan, kemudian ummat Islam inilah yang akan menjadi tandingan terbesar penentang ketuhanan seorang manusia.”

Jelas sekali tidak ada nubuat (kata-kata/ramalan yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang) yang menyatakan seperti diatas.

Lalu bagaimana Kristen bisa menyimpulkan bahwa yang dilahirkan Bunda Maria adalah “Tuhan”?, padahal kitab-kitab terdahulu tidak pernah menyatakan hal tersebut.


Mari Kita kaji nubuat yang terdapat pada Kitab Ulangan.

Ulangan 18: 18 “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang kuperintahkan kepadanya.”

Kepada siapakah ramalan tersebut ditujukan?

Maka Kristen akan menjawab “Yesus”

Tetapi alangkah disayangkan, ternyata Tuhan tidak menyebutkan bahawa yang dimaksud dalam ayat itu adalah Yesus dikarenakan Yesus tidak sama seperti Musa yang menerima wahyu Taurat diatas (Ulangan 18: 18)

Klaim Yesus seperti Musa menurut Kristen sedikitnya ada dua: pertama; Musa adalah seorang Yahudi dan Yesus juga seorang Yahudi dan kedua; Musa adalah seorang nabi dan Yesus juga seorang nabi.

Jika hanya karena dua hal tersebut, maka “ketuhanan” Yesus adalah cerita bohong belaka karena dua hal diatas juga dimiliki oleh nabi-nabi setelah Musa, seperti: Solomon, Yesaya, Ezekiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes Pembaptis dan lain-lain, karena mereka semua juga seorang “Yahudi” dan “Nabi”.

Maka timbullah pertanyaan, mengapa nubuat Tuhan yang disampaikan kepada Musa ditujukan kepada Yesus dan bukannya kepada nabi-nabi lainnya yang masa mengabdinya jauh lebih lama dibanding Yesus yang hanya lebih kurang 3 tahun.

Dapat dipastikan bahawa Yesus tidak sama dengan Musa

  1. 1. Yesus adalah Tuhan, tetapi Musa bukanlah Tuhan.
  2. 2. Yesus Mati Untuk Dosa-dosa Dunia, tetapi Musa tidak mati untuk hal tersebut.
  3. 3. Yesus Pergi Ke Neraka Selama Tiga Hari, tetapi Musa tidak masuk ke sana.

Nubuat ini ‘terbantahkan’ dengan sendirinya