Menjawab Fitnah: Abdullah Dan Siti Aminah Berada Dineraka

Tafsir Surah Al Fill Ayat 1 - 5

Status Abdullah di akhirat kelak, termasuk ahli surga atau neraka? Tercatat dua kubu besar ulama yang berselisih tentang statusnya di akhirat:

Pendapat Pertama

Kubu pertama percaya bahwa bapak dan ibu nabi ini akan menjadi penghuni neraka. Salah satu dalil yang dipakai dalam menghukumi kedua orang tua nabi ini adalah hadits nabi yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar, At-Thabroni, dan Al-Bayhaqi, dengan lafadz dari Ma’mar:

“Seorang arab bertanya kepada nabi, “di mana bapakku?”. Jawab nabi, “di neraka?”. “Lalu di mana bapakkmu?” tanya orang arab itu lagi. ”Ketika kamu melewati kubur seorang kafir, maka sesungguhnya dia langsung berada di neraka” sanad hadits ini shahih menurut syarat syaikhani; BukhoriMuslim [Sunan Ibnu Majah: Bab Janaiz, hal.105].

Al-Baihaqi dan At-Thabroni menambahkan, setelah menanyakan hal tersebut, orang Arab tadi langsung masuk Islam. Untuk sedikit perenungan, lafadz-lafadz hadits yang menyebutkan ayah dan ibu nabi berada di neraka bertentangan dengan spirit ayat yang artinya:

Al-Isra: 15 “Dan Kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

Jadi bisa disimpulkan, sebelum turunnya perintah dan larangan tidak ada keburukan yang akan dikenakan adzab (sangsi), kecuali setelah Allah mengutus rasul-rasul yang membawa Syari’at-Nya. Bahkan jumhur ulama bersepakat ayat ini me-nasakh [menghapus] semua hadits yang berhubungan dengan permasalahan tadi ataupun sejenisnya, seperti hadits tentang status balita-balita dari kaum Musyrikin.

Pendapat Kedua

Kubu kedua meyakini bahwa orang tua nabi termasuk ahli surga. Muhammad Fauzi hamzah dalam “Abdullah abun-nabi”-nya mengutarakan sebab dikategorikannya orang tua nabi termasuk ahli surga:

1] Karena mereka tergolong ahlu fathroh yang hidup diantara dua masa kerasulan.

Dakwah nabi yang pertama tidak sampai pada mereka, dan dakwah nabi yang kedua sama sekali belum diketahui, sebab ajal terlebih dahulu menjemput nyawa mereka. Dalam hadits nabi yang diriwayatkan oleh sahabat Al-Aswad bin Sari’ RA menyebutkan:

4 macam golongan manusia yang protes pada hari kiamat:

1] Seorang tuna rungu yang tidak mendengar sama sekali,

2] Orang bodoh,

3] Seorang tua yang pikun

4] Seorang yang wafat pada masa fathroh…..orang yang mati pada masa fathroh berkata:

Tuhanku tidak ada seorangpun dari rasulmu yang sampai kepadaku. Tuhan pun memutuskan keyakinan mereka lalu mengirimnya ke neraka. Maka barang siapa memasuki neraka [diantara mereka berempat, red], akan merasa dingin dan sejuk. Sedang yang tidak ingin memasukinya, tuhan akan menariknya [dari jalur neraka, red].

2] Mereka masuk surga karena tidak berlaku syirik.

Sebagian menyebutkan karena mereka mengikuti agama nenek moyangnya nabi Ibrahim, “Alhanifiyyah”

Tidak hanya kedua sebab tadi yang mengisyaratkan orang tua nabi layak menjadi penghuni surga, karena syafaat pun berlaku buat mereka.

Rasulullah bersabda, “Mengapa banyak kaum mengatakan bahwa syafaatku tidak akan diperoleh keluargaku, sesungguhnya mereka akan mendapatkan syafaatku [Subulul Huda [1] : 298].

Wallahu A’lam bis-Showab.

http://nabimuhammad.info/2010/10/abdullah-bin-abdul-muthalib/

Imam Al Hafizh Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy berkata dalam kitabnya Rujuk Masaalikul Hunafa fii Abaway Musthofa hal. 68 dan Addarajul Muniifah fii Abaway Musthofa hal. 5 :

“Bahwa hadits riwayat Muslim abii wa abaaka finnaar (ayahku dan ayahmu di neraka), dan tidak diizinkannya nabi saw untuk beristighfar bagi ibunya telah MANSUKH dengan firman Allah swt : Al-Isra 15 “Dan kami tak akan menyiksa suatu kaum sebelum kami membangkitkan Rasul”.

Bagida Nabi saw bersabda kepada Sa’ad bin Abi Waqqash ra di peperangan Uhud ketika Nabi saw melihat seorang kafir membakar seorang Muslim, maka Rasul saw berkata pada Sa’ad :

“Panah dia, jaminan keselamatanmu adalah ayah dan ibuku!” Maka Sa’ad bin Abi Waqqash ra berkata dengan gembira : “Rasul saw mengumpulkan aku dengan nama ayah ibunya!”

(Shahih Bukhari hadits no.3442 Bab Manaqib Zubair bin Awam. Riwayat yang sama pada Shahih Bukhari hadits no. 3446 Bab Manaqib Sa’ad bin Abi Waqqash. Riwayat yang sama pada Shahih Bukhari hadits no. 3750 Bab Maghaziy. Riwayat yang sama pada Shahih Bukhari hadits no. 3751 Bab Maghaziy)

Manalah mungkin ……
Baginda Rasul memberikan jaminan kepada Sa’ad bin Abi Waqqash ra , kalau ayah bunda Baginda Rosululloh saw ada di Neraka …..

Karena Pada masa itu belum ada Rasul bagi bangsa Arab …….
Sedangkan Nabi Isa ‘Alaihi Sholatu Wassalam diutus bagi kaumnya saja .

Seandainya ayah dan ibu nabi sudah dipastikan di neraka ,berarti ada satu doa dalam Al-Qur’an yg tidak diizinkan dibaca oleh NAbi Muhammad saw, yaitu :

Ibrahim 41

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.

Apa tidak terasa aneh jika ada doa dalam al-Quran yg baginda Nabi saw tidak diizinkan sepanjang hidupnya membaca doa tersebut???

Wallahu a’lam .

sumber :Next Misionaris via http://answering-ff.org/board/ayah-ibu-nabi-di-neraka-t4055-15.html

Ulasan Lanjutan:

Pembuktian Bahwa Abdul Muthalib adalah beragama Avrahamic karena bertuhankan Allah yang Maha Esa. Jika Abdul Muthalib beragama Ibrahim maka Abdullah pun demikian karena tidak pernah terdengar dalam berbagai kisah-kisah sejarah maupun hadist serta ALQuran yang mengungkapkan bahwa Abdul Muthalib Sang Perawat Bait Tuhan menyembah batu berhala seperti yang dilakukan oleh kabilah-kabilah lainnya.

As Sirah An Nabawiyah Fi Dhu’l Al Mashadir Al Ashliyah

Meskipun pada waktu hegemoni paganisme di masyarakat Arab sedemikian kuat, tetapi masih ada beberapa orang yang dikenal sebagai Al Hanafiyun atau Al Hunafa’. Mereka tetap berada dalam agama yang hanif, menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya serta menunggu datangnya kenabian.

Diantara mereka adalah Qiss bin Sa’idah Al lyaadi, Zaid bin ‘Amru bin Nufail, Waraqah bin Naufal, Umayah bin Abi Shalt, Abu Qais bin Abi Anas, Khalid bin Sinan, An Nabighah Adz Dzubyani, Zuhair bin Abi Salma, Ka’ab bin Luai bin Ghalib, Umair bin Haidab Al Juhani, ‘Adi bin Zaid Al ‘Ibadi, penyair Zuhair bin Abi Salma, Abdullah Al Qudhaa’i, Ubaid bin Al Abrash Al Asadi, Utsman bin Al Huwairits, Amru bin Abasah Al Sulami, Aktsam bin Shaifi bin Rabaah dan Abdul Muthalib kakek Rasulullah

Berikut ini adalah kisah Abdul Muthalib yang dikhabarkan oleh Allahyarham Buya Hamka dalam Tafsir AlAzhar:

Tafsir Surah Al Fill Ayat 1 - 5

Pasukan Bergajah Abrahah

 

Dari kisah diatas tergambar jelaslah bahwa Abdul Muthalib menganut ajaran yang hanif sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Ibrahim. Begitu pula dengan Abdullah yang merupakan putra kesayangan dari Abdul Muthalib sudah barang tentu mengikut ajaran yang dianut oleh Ayahandanya yang merupakan pembesar Quraisy yang termasyur keseluruh penjuru. Apatah lagi Siti Aminah yang merupakan wanita shalihah dan istri dari Abdullah bin Abdul Muthalib sudah barang tentu mengikut ajaran yang dianut suaminya.

Arab Pra Kerasulan Muhammad

Keadaan Keagamaan Bangsa Arab Sebelum Terbitnya Islam

Memasuki artikel perdana dalam kategori “Sirah Nabi” yang membahas sejarah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau merupakan rahmat bagi seluruh alam. Allah menghendaki bahwa beliaulah yang membawa syari’at-Nya Baca lebih lanjut

E.S.A-esa

Esa menurut Ahli Bahasa

Esa: tidak tersusun dan tidak berbilang

Esa

Indonesian to English

one

Indonesia to Indonesia

num

1. tunggal; satu;

hilang, dua terbilang, pb berusaha terus dng keras hati hingga maksud tercapai;berbilang dr — , mengaji dr alif, pb melakukan sesuatu hendaknya dr permulaan;

ber·e·sa-e·sa·an v 1 cak berada seorang diri saja; 2 merasa lengang;

meng·e·sa·kan v menjadikan (menganggap) satu: ~ Tuhan (mengakui bahwa Tuhan hanya satu);

ke·e·sa·an n sifat yg satu: ~ Tuhan

Maha Esa

Indonesian to Indonesian

adjective

1. amat tunggal (Allah)

http://www.artikata.com/arti-326786-esa.php


Esa menurut Ahli Tafsir

Maha Esa pada zat-Nya berarti zat-Nya tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian. Maha Esa pada sifat-Nya berarti tidak ada satu sifat makhlukpun yang menyamai-Nya dan Maha Esa pada af’al-Nya berarti hanya Dialah yang membuat semua perbuatan.


Beberapa Dalil Esa Dalam Bible

1 Timotius 1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

1 Timotius 6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

Yesaya 42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

Yesaya 43:11 Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.

Yesaya 43:12 Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan Akulah Allah.

Yesaya 43:13 untuk selamanya Aku tetap Allah. Tak ada yang dapat luput dari kuasa-Ku, atau menghalangi rencana-Ku.”


Esa Berdasarkan Makna Jumlah

1 Korintus 8:6a Namun, bagi kita hanya ada satu Ilah (Tuhan) saja, yaitu ”Sang Bapa” yang dariNya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup.

1 Korintus 8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala, kita tahu : ”Tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Ilah (Tuhan) selain Allahyang Esa”.

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar/sejati, dan mengenal Isa Al Masih yang telah Engkau utus.

Yesaya 46: 9 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwa Akulah ALLAH dan tidak ada lagi Ilah (Tuhan) yang lain, Akulah ALLAH dan tidak ada yang seperti Aku.

Yesaya 44:24 Beginilah firman ALLAH Penebusmu yang membentuk engkau sejak dari kandungan: “Akulah ALLAH yang menjadikan segala sesuatu, yang sendirian membentangkan langit (dan) yang membentangkan bumi. Siapakah yang mendampingi Aku?”

Yesaya 45:14 Beginilah ALLAH berfirman: “Hasil bumi Mesir dan segala laba Etiopia dan orang-orang Syeba yang bertubuh tinggi akan berpindah kepadamu dan menjadi milikmu, mereka akan berjalan dengan dirantai, sujud kepadamu, dan membujukmu, katanya: ‘Hanya di tengah-tengahmu ada ALLAH dan tidak ada yang lain; tidak ada Ilah (Tuhan) di samping Dia!’ ”

Esa Berdasarkan Makna Kondisi

Yesaya 46: 9 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwa Akulah ALLAH dan tidak ada lagi Ilah (Tuhan) yang lain, Akulah ALLAH dan tidak ada yang seperti Aku.

Ulangan 6 : 4 שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יהוה אֱלֹהֵינוּ יהוה אֶחָֽד׃Dengarlah, wahai Israil, ALLAH adalah Ilah (Tuhan) kita. ALLAH itu Esa (satu).
Keluaran 20:3 לֹֽא־יִהְיֶה לְ אֱלֹהִים אֲהֵרִים עַל־פָּֽני׃Jangan ada padamu Ilah (Tuhan) lain di hadapanKu
Ulangan 4:35 אַתָּה הָרְאֵת לָדַעַת כִּי יהוה הוּא הָֽאֱלֹהִים אֵין עוֹד מִלְּבַדּוֹ׃Kamu telah dibuat mengetahui bahwa ALLAH adalah Allah, tidak ada Ilah (Tuhan) selain ALLAH.
Markus 12:29 avpekri,qh o` VIhsou/j o[ti Prw,th evsti,n,:Akoue, VIsrah,l, ku,rioj o` qeo.j h`mw/n ku,riojei-j evstinJawab Isa “Hukum yang paling utama adalah : Dengarkanlah, wahai Israil, Ilah (Tuhan) kita itu Allah, Allah itu Esa.”
Galatia 3 : 20 o` de. mesi,thj e`no.j ovuk e;stin, o` de. qeo.j ei-j evstin.Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah itu satu (Esa) .
Yakobus 2 : 19 su. pisteu,eij o[ti ei-j evstin o` qeo,j, kalw/jποιει/ς\ kai. ta.daimo,nia pisteu,ousin kai. fri,sσousinKamu percaya bahwa hanya ada satu Allah Yang Esa saja? Itu baik, dan setan-setan pun mempercayai hal itu dan mereka gemetar ketakutan karena hal itu.

Beberapa Dalil Esa Dalam AlQuran

Al Baqarah 133 أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاء إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُواْ نَعْبُدُ إِلَـهَكَ وَإِلَـهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَقَ إِلَـهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

Al Baqarah 163 لَـهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Al Maidah 73 لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَـهٍ إِلاَّ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
Al An’am 19 قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادةً قُلِ اللّهِ شَهِيدٌ بِيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَذَا الْقُرْآنُ لأُنذِرَكُم بِهِ وَمَن بَلَغَ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللّهِ آلِهَةً أُخْرَى قُل لاَّ أَشْهَدُ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ
Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah”. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quraan ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quraan (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui.” Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.

At Taubah 31 اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُواْ إِلاَّ لِيَعْبُدُواْ إِلَـهًا وَاحِدًا لاَّ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah [639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

[639] Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.

Yusuf 39 يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?

Ar Ra’d 16 قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ قُلِ اللّهُ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِ أَوْلِيَاء لاَ يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ أَمْ جَعَلُواْ لِلّهِ شُرَكَاء خَلَقُواْ كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ قُلِ اللّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.
Ibrahim 48 يَوْمَ تُبَدَّلُ الأَرْضُ غَيْرَ الأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُواْ للّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

Ibrahim 52 هَـذَا بَلاَغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُواْ بِهِ وَلِيَعْلَمُواْ أَنَّمَا هُوَ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ

(Al Quraan) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

An Nahl 22 إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَالَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٌ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ

Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.

An Nahl 51 وَقَالَ اللّهُ لاَ تَتَّخِذُواْ إِلـهَيْنِ اثْنَيْنِ إِنَّمَا هُوَ إِلهٌ وَاحِدٌ فَإيَّايَ فَارْهَبُونِ

Allah berfirman: “Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut”.

Al Kahfi 110 قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Al Anbiyaa’ 108 قُلْ إِنَّمَا يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: “Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)”.

Al Hajj 34 وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

Ash-Shaaffat 4 إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ

Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.

Shaad 65 قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنذِرٌ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.

Az-Zumar 4 لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا لَّاصْطَفَى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاء سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

Al Mu’min 16 يَوْمَ هُم بَارِزُونَ لَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ لِّمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
Fush Shilat 6 قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِينَ
Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepadaNya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,

Al Ikhlash 1 قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.