Arab Adalah Bangsa Non Israil Pertama Yang Mendengar Injil


Kisah orang Majusy dalam Injil Matius 2:1-12 sangatlah menarik.
Majusy adalah salah satu suku yg berasal dari Timur. Kata “Timur” disini tidak sekedar berarti arah mata angin, melainkan juga nama suatu daerah luas yg berada di sebelah timur daerah Palestina, yaitu jazirah Arab. Ke daerah bernama Timur inilah Ismael bin Ibrahim tinggal menetap bersama anak-anak lain Ibrahim selain Ishak.

Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.

(Torat,Kejadian 25:18)

(lihat peta Alkitab)

Daerah tempat tinggal Ismail sangat luas, yaitu meliputi sebelah timur daerah Palestina yaitu seluruh jasirah Arab,sampai berbatasan dengan daerah bulan sabit sebelah utara, yaitu dekat Irak.

Dan memang, orang Majusy adalah orang Arab, keturunan Ibrahim dari jalur selain Ishak.

Perjalanan dari daerah asalnya sampai ke tanah Palestina penuh dengan perampok ganas dan juga binatang berbahaya. Bagaimana mereka bisa selamat dari para perampok ganas itu dengan membawa barang-barang berharga yg nilainya pada waktu itu sangat mahal?

Jawaban pertanyaan itu terdapat dalam Injil Matius 2:3,7
Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

Injil, Matius 2:3

Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

Injil, Matius 2:7

Jika yang datang hanya satu orang, tentu tidak akan bisa menggemparkan satu kota besar bernama Yerusalem. Artinya, orang majusy tidak datang seorang diri, melainkan dalam rombongan besar.
Menurut tradisi lisan jemaat Purba yg diwariskan turun-temurun, orang Majusy itu adalah 3 raja yg disertai pasukannya. Itulah sebabnya mereka bisa selamat melintasi daerah padang gurun yg rawan perampok ganas, membawa barang-barang yg menurut ukuran waktu itu super mahal, dan menarik perhatian kalangan istana, bahkan sampai diundang oleh raja Herodes. Andai cuma rakyat biasa, maka kedatangan mereka pastilah tidak akan menarik perhatian kalangan istana tentunya.

Sampai sini, kita mengetahui bahwa 3 raja Arab datang dalam rombongan besar dengan membawa berbagai barang mewah ke tanah Palestina untuk mencari dimanakah Khalifatulllah Isa Al Masih (Yesus Sang Kristus) itu berada.Wow!!!

Orang Majus adalah bangsa pemuja bintang. Mereka tidak menyembah Allah. Inilah agama mereka. Namun,anehnya, Allah justru menggunakan bintang itu untuk menuntun mereka kepada Isa Al Masih (Mat 2:2,9).

dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Injil, Matius 2:2

Allah memanfaatkan agama kafir orang Arab purba untuk memberitakan Injil kepada bangsa Arab purba.Agama kafir saja bisa Allah pakai untuk membawa suku bangsa Arab kepada Yesus,apalagi agama tidak kafir yg begitu menekankan ke-esa-an Allah sebagaimana Alkitab menekankan ke-esa-an Allah.Tentu Allah lebih bisa lagi memakainya.

Perhatikan! Allah sendirilah yg memberitakan Injil kepada bangsa Arab. Bangsa Arab adalah bangsa non-Israel pertama yang mendengar Injil dan mengukuti ajaran/ menyembah Yesus!!!!! :secret:
Mengapa Allah melakukan itu? Tidak ada jawaban lain selain karena Allah mengasihi keturunan Ismail juga,sama seperti Allah mengasihi keturunan Ishak.

Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Torat, Kejadian 17:20

Berkat bagi Ismail itu besarnya sama dengan berkat bagi Ishak. Pembedanya hanya satu, yaitu melalui jalur keturunan siapa Yesus akan lahir.

Torat, Kejadian 17:
18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”
19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”

Dalam huruf proto Kanaan (diperkirakan berasal dari zaman Abraham hidup), kata “perjanjian” disimbolkan dengan gambar salib:

(lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Hebrew_alphabet )

Pembedanya hanya satu itu saja. Dan ketika perjanjian itu terwujud dengan kelahiran Kristus, Allah tidak melupakan keturunan Ismael. Dengan segera, Allah memberitakan Injil kepada bani Ismail (bukan hanya kepada bani Ishak), agar perjanjian itu dinikmati oleh seluruh keturunan Ibrahim, baik keturunan jasmani maupun keturunan rohani Ibrahim.

Bangsa Arab telah mendengar Injil berabad-abad lebih dulu dibanding bangsa Indonesia loh… :highfive:

sumber:

MossackAnme™

Enhanced by Zemanta
Iklan

2 Comments

  1. Keadaan Keagamaan Bangsa Arab Sebelum Terbitnya Islam

    (red. vbaitullah.or.id): Memasuki artikel perdana dalam kategori “Sirah Nabi” yang membahas sejarah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau merupakan rahmat bagi seluruh alam. Allah menghendaki bahwa beliaulah yang membawa syari’at-Nya yang dengan itu, wajah dunia pada saat itu berubah menjadi jauh lebih terang, beradab dan lingkungan hidup yang jauh lebih baik. Untuk menggambarkann hal itu, maka hal yang perlu digambarkan secara ringkas pertama kali adalah keadaan Dunia, khususnya bangsa Arab, sebelum munculnya Islam.

    Sebelum kedatangan Islam sebagai rahmat Allah untuk alam semesta ini,
    Jazirah Arab telah dihuni oleh beberapa ideolgi, keyakinan keagamaan.
    Agama-agama yang sudah ada pada sata itu ialah :

    1. Yahudi.

    Agama ini dianut orang-orang Yahudi yang berimigrasi ke Jazirah Arab.
    Daerah Madinah, Khaibar, Fadk, Wadi Al Qura dan Taima’ menjadi pusat
    penyebaran pemeluknya.
    HREF=”#foot131″>2 Yaman juga dimasuki ajaran ini, bahkan Raja Dzu Nuwas Al Himyari
    juga memeluknya. Bani Kinanah, Bani Al Haarits bin Ka’ab dan Kindah
    juga menjadi wilayah berkembangnya agama Yahudi ini.
    HREF=”#foot132″>3

    2. Nashara (Kristen).

    Agama ini masuk ke kabilah-kabilah Ghasasinah dan Al Munadzirah. Ada
    beberapa gereja besar yang terkenal. Misalnya, gereja Hindun Al Aqdam,
    Al Laj dan Haaroh Maryam. Demikian juga masuk di selatan Jazirah Arab
    dan berdiri gereja di Dzufaar. Lainnya, ada yang di ‘And dan Najran.
    Adapun di kalangan suku Quraisy yang menganut agama Nashrani adalah
    Bani Asad bin Abdil Uzaa, Bani Imri-il Qais dari Tamim, Bani Taghlib
    dari kabilah Rabi’ah dan sebagian kabilah Qudha’ah.
    HREF=”#foot15″>4

    3. Majusiyah

    Sebagian sekte Majusi masuk ke Jazirah Arab di Bani Tamim. Diantaranya,
    Zaraarah dan Haajib bin Zaraarah. Demikian juga Al Aqra’ bin Haabis
    dan Abu Sud (kakek Waki’ bin Hisan) termasuk yang menganut ajaran
    Majusi ini. Majusiyah juga masuk ke daerah Hajar di Bahrain.
    HREF=”#foot16″>5

    4. Syirik (Paganisme).

    Kebanyakan bangsa Arab menyembah patung berhala, bintang-bintang dan
    matahari yang oleh mereka dijadikan sebagai sesembahan selain Allah.
    Penyembahan bintang-bintang juga muncul di Jazirah Arab, khususnya
    di Haraan, Bahrain dan di Makkah, mayoritas Bani Lakhm, Khuza’ah dan
    Quraisy. Sedangkan penyembahan matahari ada di negeri Yarnan.

    Dahulu, kebanyakan bangsa Arab mengikuti agama Nabi Ibrahim dan dakwah
    Nabi Isma’il, mereka menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dalam
    seluruh peribadatan. Setelah melewati beberapa masa, aqidah tauhid
    luntur. Meski demikian, mereka masih memiliki tauhid dan sebagian
    syiar agama Nabi Ibrahim sampai kota Makkah dikuasai Bani Khuza’ah.
    Bani Khuza’ah menguasai Ka’bah selama kurang lebih tiga ratus tahun
    atau lima ratus tahun. Mulai terjadinya penyembahan terhadap berhala
    (paganisme) di kalangan bangsa Arab, saat Bani Khuza’.ah dipimpin
    Amru bin Luhai Al Khuza’i.

    Kisahnya sebagaimana disampaikan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab An
    Najdi, sebagai berikut :

    “Adapun kisah Amru bin Luhai dan perubahan agama Nabi Ibrahim,
    bahwa ia seorang yang berkembang dalam sifat baik dan dermawan, serta
    memiliki semangat agama yang tinggi, sehingga orang-orang sangat mencintai
    dan mengikutinya. Karena sifat yang baik inilah, mereka mengangkatnya
    sebagai pemimpin. Dia pun menjadi penguasa Makkah dan Ka’bah. Bangsa
    Arab menganggapnya sebagai ulama besar dan wali.

    “Pada suatu waktu, ia bepergian ke negeri Syam. (Di sana),
    ia melihat mereka (ahli Syam) menyembah patung berhala. Kemudian ia
    menganggap hal itu baik dan menyangkanya sebagai suatu kebenaraan,
    karena Syam adalah tempat para rasul dan turunnya kitab suci, sehingga
    mereka memiliki keutamaan dalam hal itu daripada ahli Hijaz dan yang
    lainnya.

    “Dia pun kembali ke Makkah, (sambil) membawa patung Hubal
    dan menempatkannya di dalam Ka’bah, serta mengajak ahli Makkah untuk
    berbuat syirik. Ajakan itu mereka terima. Sedangkan ahli Hijaaz mengikuti
    ahli Makkah dalam agama, karena ahli Makkah adalah pemilik Ka’bah
    dan penduduk tanah suci”.
    HREF=”#foot133″>6

    Kemudian Amru bin Luhai mendapatkan patung-patung kaum Nabi Nuh yang
    telah terpendam akibat banjir taufan dan membagi-bagikan patung tersebut
    kepada kabilah-kablah Arab. Hal ini diceritakan oleh Syaikh Muhammad
    bin Abdul Wahab:

    “Amru bin Luhai adalah seorang dukun yang memiliki jin. Berkatalah
    jin tersebut kepadanya:

    “Percepat perjalanan dan kepergianmu dari Tuhamah dengan
    kebahagian dan keselamatan. Datangilah Jeddah, nanti kamu akan menemukan
    patung-patung yang telah jadi. Bawalah ke Tuhamah, dan jangan hadiahkan.
    Serulah bangsa Arab untuk menyembahnya, nanti mereka akan menerimanya,”

    Lalu ia mendatangi Jeddah dan mencari patung-patung tersebut dan membawanya
    ke Tuhamah. Ketika datang musim haji, maka ia mengajak bangsa Arab
    untuk menyembahnya”.
    HREF=”#foot31″>7

    Oleh karena itu Rasulullah bersabda :

    Aku melihat Amru bin A’mir bin Luhai menyeret ususnya di neraka, dan
    ia adalah orang pertama yang mencetuskan ajaran As Sayaaib
    HREF=”#foot134″>8.
    HREF=”#foot135″>9

    Patung-patung tersebut adalah Wadd, Suwaa’, Yaghuts,
    Ya’uq dan Nasr. Allah menyebutkan dalam flrmanNya, (artinya):

    Dan mereka berkata “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan
    (penyembahan) ilah-ilah kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan
    (penyembahan) Wadd. Dan jangan pula Suwaa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr”.
    (QS Nuh : 23).

    Kemudian paganisme merambah ke seluruh bangsa Arab. Hingga akhirnya,
    setiap rumah memiliki berhala sendiri-sendiri dari berbagai macam
    benda yang mereka ciptakan sendiri-sendiri. Abu Ar Raja’ Al ‘Atharisi
    menceritakan :

    Kami menyembah sebuah batu. Jika kami dapati batu lain yang lebih
    bagus, maka kami buang (yang pertama) dan kami ambil yang kedua. Jika
    kami tidak mendapati batu, maka kami kumpulkan tanah dan kami bershadaqah
    dengan susu, dan kami thawafi (kumpulan tanah tersebut).
    HREF=”#foot136″>10

    Diantara mereka ada yang menyembah pohon atau malaikat, dan menyatakan
    malaikat adalah anak perempuan Allah, sebagaimana dikisahkan Al Qur’an,
    artinya :

    Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki’laki dan untuk Allah (anak)
    perempuan? (QS An Najm:2l).

    Ada juga yang menyembah jin, lalu jinnya masuk Islam, dan penyembahnya
    masih menyembahnya. Ibnu Mas’ud menyatakan:

    Dulu ada sejumlah orang yang menyembah sejumlah jin, lalu jin tersebut
    masuk Islam dan mereka (para penyembahnya) tetap berada pada agama
    mereka. Lalu turunlah firman Allah, (artinya): Orang-orang yang mereka
    seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka siapa di
    antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya
    dan takut akan adzabNya. Sesungguhnya adzab Rabb-mu adalah sesuatu
    yang (harus) ditakuti. (QS Al Isra’: 57).

    Tentang penyembahan mereka kepada malaikat dan jin, telah Allah kisahkan
    dalam firmanNya, (artinya):

    Dan (ingatlah) hari (yang pada waktu itu) Allah mengumpulkan mereka
    semuanya, kemudian Allah berfirman kepada malaikat’- “Apakah
    mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-malaikat itu
    menjawab : “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan
    mereka, bahkan mereka telah menyembah jin, kebanyakan mereka beriman
    kepada jin itu”. (QS Saba’:40-4l).

    Bangsa Arab memiliki thaghut-thaghut, berupa rumah keramat menyamai
    Ka’bah. Diantaranya Al Laata dan Uzza. Mereka memperlakukannya
    sebagaimana memperlakukan Ka’bah.

    5. Al Hunafa’

    Meskipun pada waktu hegemoni paganisme di masyarakat Arab sedemikian
    kuat, tetapi masih ada beberapa orang yang dikenal sebagai Al Hanafiyun
    atau Al Hunafa’. Mereka tetap berada dalam agama yang hanif, menyembah
    Allah dan tidak menyekutukanNya serta menunggu datangnya kenabian.

    Diantara mereka adalah Qiss bin Sa’idah Al lyaadi, Zaid bin ‘Amru
    bin Nufail, Waraqah bin Naufal, Umayah bin Abi Shalt, Abu Qais bin
    Abi Anas, Khalid bin Sinan, An Nabighah Adz Dzubyani, Zuhair bin Abi
    Salma, Ka’ab bin Luai bin Ghalib, Umair bin Haidab Al Juhani, ‘Adi
    bin Zaid Al ‘Ibadi, penyair Zuhair bin Abi Salma, Abdullah Al Qudhaa’i,
    Ubaid bin Al Abrash Al Asadi, Utsman bin Al Huwairits, Amru bin Abasah
    Al Sulami, Aktsam bin Shaifi bin Rabaah dan Abdul Muthalib kakek Rasulullah
    HREF=”#foot137″>11

    Catatan Kaki


    HREF=”#tex2html1″>1

    Disalin dari Majalah As Sunnah, Edisi 01/Tahun IX/1426H/2005


    HREF=”#tex2html2″>2

    As Sirah An Nabawiyah Abdul Qadir Abu Faaris, Op.Cit. hlm.82.


    HREF=”#tex2html3″>3

    As Sirah An Nabawiyah Fi Dhu’l Al Mashadir Al Ashliyah. Op.Cit.
    hlm.71


    HREF=”#tex2html4″>4

    Ibid. hlm,71 -72


    HREF=”#tex2html5″>5

    Ibid, hlm. 71.


    HREF=”#tex2html6″>6

    Mukhtashar Sirat Ar Rasul, karya Muhammmad bin Adul Wahab
    At Tamimi, tahqiq Hana’ Muhammad Jazaamati, Cetakan Keenam, Tahun
    1421 H, Dar Al Kitab Al Arabi, Bairut, hlm.15.


    HREF=”#tex2html7″>7

    Ibid, hlm. 50.


    HREF=”#tex2html8″>8

    As-Saya’ib

    adalah onta yang tidak boleh diberikan beban dan dikhususkan
    untuk nadzar, sehingga dilepas makan minum apa saja dan tidak menjadi
    tunggangan.


    HREF=”#tex2html9″>9

    HR Al Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al Manaqib,
    Bab Qishah Khuza’ah, no. 3260.


    HREF=”#tex2html10″>10

    HR Al-Bukhari dalam Shahihnya, kitab Al Maghazi,
    Bab Wafd Bani Hanifah Wa Hadits Tsumamah bin Atsaal, no. 3027.


    HREF=”#tex2html11″>11

    As Sirah An Nabawiyah Fi Dhu’l Al Mashadir Al Ashliyah. Op.Cit.
    hlm.72 dan 77.

    sumber: http://blog.vbaitullah.or.id/2006/07/09/753-keadaan-keagamaan-bangsa-arab-sebelum-terbitnya-islam-12/

  2. Keadaan Keagamaan Bangsa Arab Sebelum Terbitnya Islam

    (red. vbaitullah.or.id): Dalam mengenal gambaran keadaan bangsa Arab sebelum datangnya Islam, yang kehidupan agama mereka tidak lepas dari banyaknya berhala-berhala yang mereka sembah dan agung-agungkan. Oleh karena itu pada bagian kedua ini akan diceritakan secara ringkas mengenai nama dan asal-usul berhala-berhala ini.

    Patung-Patung Yang Terkenal Di Kalangan Bangsa Arab Jahiliyah

    Sedemikian banyaknya berhala yang diagungkan bangsa Arab pada waktu
    itu. Jumlahnya mencapai lebih dari tiga ratus enam puluh buah, sehingga
    menyesaki lingkungan Ka’bah. Di antara berhala yang paling populer
    di kalangan mereka ialah :

    1. Wadd.

    Adalah nama patung milik kaum nabi Nuh yang berasal dari nama seorang
    shalih dari mereka. Ditemukan kembali oleh Amru bin Luhai di Jeddah
    dan diberikan kepada Auf bin ‘Adzrah dan ditempatkan di Wadi Al Quraa
    di Dumatul Jandal
    HREF=”#foot75″>12 dan disembah oleh bani kalb bin Murrah.
    HREF=”#foot138″>13 Patung ini ada sampai datangnya Islam kemudian dihancurkan Khalid
    bin Walid dengan perintah Rasulullah.

    2. Suwaa’

    Adalah salah satu patung kaum nabi Nuh yang ditemukan kembali dan
    diberikan kepada Mudhor bin Nizaar
    HREF=”#foot139″>14 dan diserahkan kepada bani Hudzail serta ditempatkan di Rohaath sekitar
    3 mil dari Makkah
    HREF=”#foot140″>15.

    3. Yaghuts

    Adalah salah satu patung kaum nabi Nuh yang ditemukan kembali dan
    diberikan kepada Na’im bin Umar Al Muradi dari Majhaj dan ditempatkan
    di Akmah atau Jarsy di Yaman, disembah oleh bani Majhaj dan bani An’am
    dari kabilah Thaiyi’.
    HREF=”#foot81″>16

    4. Ya’uq

    Adalah salah satu patung kaum nabi Nuh yang ditemukan kembali dan
    diberikan kepada kabilah Hamadan dan ditempatkan di Khaiwaan, disembah
    oleh orang-orang Hamadan.
    HREF=”#foot83″>17

    5. Nasr

    Adalah salah satu patung kaum nabi Nuh yang ditemukan kembali dan
    diberikan kepada kabilah Himyar dan ditempatkan di Saba’ disembah
    oleh bani Dzi Al Kilaa’ dari kabilah Himyar dan sekitarnya.
    HREF=”#foot85″>18

    6. Manaah

    Adalah salah satu patung berhala yang ditempatkan di pantai laut dari
    arah Al Musyallal
    HREF=”#foot141″>19 di Qadid antara Makkah dan Madinah. Patung ini sangat diagungkan
    oleh suku AlAus dan Al Khazraj. Rasulullah mengutus Ali bin Abi Thalib
    untuk menghancurkannya pada penaklukan kota Makkah.
    HREF=”#foot142″>20

    7. Laata

    Laata adalah kuburan orang shalih yang ada di Thaif yang dibangun
    dengan batu persegi empat. Bangsa Arab seluruhnya sangat mengagungkannya
    dan sekarang tempatnya adalah di menara masjid Thaif
    HREF=”#foot91″>21.

    Ada yang mengatakan bahwa Laata adalah nama seorang yang membuat
    masakan Sawiiq untuk jamaah haji, lalu ia meninggal kemudian
    kuburannya disembah. Ketika bani Tsaqif masuk Islam maka Rasulullah
    mengutus Al Mughiroh bin Syu’bah untuk menghancurkannya dan kuburan
    ini dibakar habis.

    8. Al ‘Uzza

    Al ‘Uzza adalah satu pohon yang disembah. la lebih baru dari Al Laata,
    ditempatkan di Wadi Nakhlah di atas Dzatu ‘Irqin. Mereka dulu mendengar
    suara keluar dari Al Uzza. Berhala ini sangat diagungkan Quraisy
    dan Kinanah. Ketika Rasulullah menaklukan Makkah, beliau mengutus
    Khalid bin Al Walid untuk menghancurkannya. Ternyata ada tiga pohon
    dan ketika dirobohkan yang ketiga, tiba-tiba muncul wanita hitam berambut
    kusut dalam keadaan rneletakkan kedua tangannya di bahunya menampakkan
    taringnya. Di belakangnya, ada juru kuncinya. Kemudian Khalid penggal
    lehernya dan pecah, ternyata ia adalah seekor merpati, lalu Khalid
    bin Al Walid membunuh juru kuncinya.
    HREF=”#foot96″>22

    9. Hubal

    Merupakan patung yang paling besar di Ka’bah. Diletakkan di tengah
    Ka’bah. patung ini terbuat dari batu ‘aqiq merah dalam rupa manusia.
    Dibawa ‘Amru bin Luhai dari Syam.

    10. Isaaf dan Naailah.

    Dua patung berhala yang ada di dekat sumur Zamzam. Dua patung ini
    berasal dari sepasang orang Jurhum yang masuk ke Ka’bah dan berbuat
    fujur, lalu dikutuk menjadi dua batu, seiring perjalanan waktu, keduanya
    disembah. Aisyah berkata:

    Kami senantiasa ingat bahwa Isaaaf dan Naailah adalah laki-laki dan
    wanita dari Jurhum berbuat dosa di Ka’bah lalu Allah rubah mereka
    menjadi dua batu.
    HREF=”#foot143″>23

    11. ‘Am Anas atau ‘Amiya Anas

    Ini adalah berhala Bani Khaulaan. Mereka membagi-bagi hasil ternak
    dan pertaniannya menjadi dua bagian; sebagian untuk Allah dan sebagian
    untuk berhalanya ini, sehingga Allah turunkan firmanNya, (artinya):

    Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bahagian dari tanaman dan
    ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan
    persangkaan mereka,”ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala
    kami”. Maka sajian-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala
    mereka tidak sampai kepada Allah’, dan sajian-sajian yang diperuntukan
    bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka.
    Amat buruklah ketetapan mereka itu. (QS. Al An’aam 136)

    12. Sa’ad

    Ini adalah berhala milik Bani ‘MuIkaan. bin Kinaanah. ,

    13. Dzul Khalashah

    Ini adalah berhala milik kabilah Khats’am, Bajilah dan Daus yang berada
    di Tubaalah, daerah antara Makkah dan Yaman. Berbentuk rumah patung.
    Tentang berhala ini, Rasulullah pernah berkata kepada Jarir bin Abdillah
    Al Bajali :

    Bebaskanlah aku dari Dzul Khalashah. Dzul Khalashah adalah rumah berhala
    di Khats’am dinamai dengan nama Ka’bah Yamaniyah. Beliau berkata,”Aku
    berangkat bersama 150 tentara berkuda dari suku Ahmas dan mereka adalah
    ahli penunggang kuda”. Beliau berkata lagi, “Sedang
    aku tidak pandai mengendarai kuda perang,” maka Rasulullah
    memukul dadaku sampai aku melihat bekas pukulannya di dadaku dan menyatakan,
    “Ya, Allah. Tetapkanlah ia dan jadikanlah ia da’i yang memberi
    petunjuk dan mengambil petunjuk.” Maka akupun berangkat dan
    menghancurkan serta membakarnya.
    HREF=”#foot144″>24

    Begitulah gambaran keadaan agama di Jazirah Arabiyah sebelum datangnya
    Islam. Mereka masih mengimani rububiyah Allah dan menganggap Allah
    sebagai sesembahannya juga.

    Catatan Kaki


    HREF=”#tex2html12″>12

    Ibid, hlm.50.


    HREF=”#tex2html13″>13

    As Sirah An Nabawiyah Fi Dhu’l Al Mashadir Al Ashliyah. Op.Cit.
    hlm. 66.


    HREF=”#tex2html14″>14

    Mukhtashar Sirah Ar Rasul, Op.Cit. hlm. 50.


    HREF=”#tex2html15″>15

    As Sirah An Nabawiyah Fi Dhu’l Al Mashadir Al Ashliyah. Op.Cit.
    hlm.66.


    HREF=”#tex2html16″>16

    Ibid.


    HREF=”#tex2html17″>17

    Ibid, hlm. 67.


    HREF=”#tex2html18″>18

    Ibid


    HREF=”#tex2html19″>19

    Al-Musyallal,

    Adalah bukit yang memanjang sampai Qadid dari arah
    laut dekat dengan kota Makkah.


    HREF=”#tex2html20″>20

    Mukhtashar Sirah Ar Rasul, Op.Cit. hlm. 51-52.


    HREF=”#tex2html21″>21

    Ibid, hlm. 52.


    HREF=”#tex2html22″>22

    Ibid


    HREF=”#tex2html23″>23

    HR Abnu Ishaaq dengan sanad hasan. Lihat Sirah Ibnu
    Hisyam (1/27) dinukil dari As Sirah An Nabawiyyah Fi Dhu’l
    Al Mashdir Al Ashilah, Op.Cit. hlm. 67.


    HREF=”#tex2html24″>24

    HR Al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab Al jihad Wa
    As Siyar, bab Harqu Ad Dur Wa Al Nakhiil, no. 2797.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s