Apa yang diucapkan oleh Yudas Iskariot di hadapan Isa (Yesus)?


Pertanyaan :

Apa yang diucapkan oleh Yudas Iskariot di hadapan Isa (Yesus)?

  • Salam Rabi (Mat 26:49)
  • Salam (Mark 14:45)
  • Tidak mengatakan apa-apa (Luk 22:47-48)

Jawab :

Kata “Rabi” (bahasa Ibrani) berarti: Guru.

Injil Matius ditulis oleh Matius didasarkan pada apa yang Matius dengar (kesaksian Matius).

Injil Markus ditulis oleh Markus bin Petrus didasarkan pada apa yang Petrus dengar (kesaksian Petrus).

Mereka berdua sama-sama mendengar Yudas berbicara. Matius mendengar Yudas berkata “Salam, Guru”, sedang Petrus mendengar Yudas berkata “Guru”. Kita meyakini Hawariyyun (Sahabat dan Murid Isa), baik itu Petrus maupun Matius, sama-sama tidak berbohong. Mereka bersaksi tanpa menambah dan mengurangi. Petrus juga tidak berusaha menyamakan kesaksiannya dengan Matius. Lalu mengapa Petrus hanya mendengar setengah dari apa yang didengar Matius?

Imam besar, para ahli Taurat, dan para tetua Yahudi datang beramai-ramai dengan membawa pasukan bersenjata dan masa dalam jumlah besar. Situasi pada saat itu ramai, gaduh, berisik, hingar-bingar, dan tegang. Dalam situasi yang semacam itulah Yudas mengatakan “Salam Rabi” sebagaimana yang Matius dengar. Kalimat lengkap yang Matius dengar dalam situasi yang semacam itu mengindikasikan Matius berdiri dalam jarak yang cukup dekat dengan Yudas. Sementara itu, dalam situasi gaduh yang sama, Petrus hanya mendengar separuh saja perkataan Yudas. Ini mengindikasikan posisi berdiri Petrus saat itu dari Yudas Iskariot tidak sedekat Matius.

Sementara itu, Injil Lukas merupakan catatan yang dituliskan pada sekitar tahun 80 M oleh Lukas mengenai Injil yang disampaikan oleh Hawariyyun kepadanya dan rekan-rekan seangkatannya (Lukas 1:2-3). Injil Lukas ditulis sekitar 10 tahun setelah Injil Matius dan antara 30-45 tahun setelah Injil Markus. Nampaknya detil tersebut tidak dituliskan lagi karena sudah tercantum secara lebih kuat pada 2 Injil yang telah ada sebelumnya, yaitu Injil Markus dan Matius.

Di sini dapat kita lihat bahwa tidak dituliskan oleh satu penulis Injil tidak berarti tidak pernah terjadi bila ternyata diceritakan oleh penulis lain Injil.

sumber:

MossackAnme™

Enhanced by Zemanta
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s