Firman itu qidam (tak berawal) atau huduts (berawal) (II)


Makna kedua kata λογος ‘Logos’ atau ο λογος ‘ho Logos’  “Firman (Kalam)” dalam kaitannya dengan Allah adalah segala yang dikatakan, diucapkan, disabdakan, atau difirmankan oleh Allah.

Dalam seri 1.8 telah disinggung bahwa Allah tidak terdiri dari bagian-bagian. Jadi, Allah tidak punya mulut sebagaimana ciptaan-Nya. Ini berarti, ungkapan “perkataan yang keluar dari mulut-Ku (kata ‘Ku’ merujuk kepada Allah)” merupakan ungkapan yang mengandung kias. Arti ungkapan tersebut adalah: firman (perkataan) itu dikatakan, diucapkan, disabdakan, atau difirmankan oleh Allah keluar dari diriNya. Dari sini dapat diketahui bahwa firman atau kalam itu keluar dari Allah.

כֵּן יִֽהְיֶה דְבָרִי אֲשֶׁר יֵצֵּא מִפִּי לֹֽא־יָשׁוּב אֵלַי רֵיקָם כִּי אִם־עָשָׂה אֵת־אֲשֶׁר חָפַצְתִּי וְהִצְלִיחַ אֲשֶׁר שְׁלַחְתִּֽיו׃

(ישעיה נה׃יא)

Demikian pula perkataan (firman) yang “keluar dari mulut”-Ku tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, melainkan akan melaksanakan apa yang Kukehendaki dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadaNya.

(Yesaya 55:11)

Hal tersebut menunjukkan, sebelum firman (perkataan) itu dikatakan, diucapkan, disabdakan, atau difirmankan oleh Allah keluar dari diriNya, firman (perkataan) itu telah ada di dalam diri Allah. Amsal 8:22-25 menjelaskan bahwa sebelum firman atau perkataan “dilahirkan” (dikatakan, diucapkan, disabdakan, atau difirmankan) keluar oleh Allah, firman atau perkataan itu telah ada di dalam diri Allah sebagai Ilmu Allah (lihatseri 1:10 dan seri 1:11).

יהוה קָנָנִי רֵאשִׁית דַּרְכּוֹ קֶדֶם  מִפְעָלָיו  מֵאָֽֽז: 22

מֵעוֹלָם נִסַּכְתִי מִרֹאשׁ  מִקַּדְמֵי־אָֽֽרֶץ: 23

בְּאֵֽין־תְּהֹמוֹת חוֹלָלְתִּי ְּאֵֽין מַעְיָנוֹת נִכְבַּדֵּי־מָֽים׃24

בְּטֶרֶם הָרִים הָטְבָּעוּ לִפְנֵי גְבָעוֹת חוֹלָֽלְתִּי׃25

(משלי ה:כב-כה)

22Allah telah memiliki aku pada mula pekerjaanNya, pada zaman purbakala, sebelum karya cipta-Nya yang pertama-tama.

23Sudah sejak kekekalan aku ter-set (= berada pada diri ALLAH), dari awal mula sebelum bumi ada.

24Sebelum samudera raya dan sumber-sumber yang sarat dengan air ada, aku telah lahir.

25Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu daripada bukit-bukit, aku telah lahir.

(Amsal Sulaeman 8:22-25)

Dengan demikian, tindakan berfirman bukanlah tindakan menciptakan firman, melainkan tindakan “melahirkan” firman (perkataan) yang semula berada di dalam Allah sebagai Ilmu Allah. Kata kias “melahirkan” disini dalam arti mengatakan, memfirmankan, mengucapkan, mengungkapkan keluar, atau mengeluarkan hal yang tadinya berada di dalam.

Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan mengenai hubungan antara Kalam dalam makna Ilmu Allah (makna pertama kata λογος “Logos”) dengan Kalam dalam makna perkataan Allah (makna kedua kata λογος“Logos”) demikian: perkataan Allah adalah Ilmu Allah yang dikatakan (difirmankan) atau “dilahirkan” oleh Allah.

Ilmu Allah bersifat qidam (lihat seri 1:11). Perkataan Allah adalah Ilmu Allah yang dikatakan (difirmankan) atau “dilahirkan” oleh Allah. Maka, perkataan Allah memiliki sifat Ilmu Allah, yaitu bersifat qidam (tak berawal).

Jadi, makna kedua kata λογος ‘Logos’ atau ο λογος ‘ho Logos’  “Firman (Kalam)” dalam kaitannya dengan Allah (yaitu segala yang dikatakan, diucapkan, disabdakan, atau difirmankan oleh Allah) adalah bersifat qidam.

Kata λογος ‘Logos’ atau ο λογος ‘ho Logos’ dalam makna pertama (Ilmu Allah, Kalam Nafsi, Kalam Hakiki) dan dalam makna kedua (Kalam yang difirmankan) bersifat qidam. Bagaimana dengan makna ketiga kata tersebut terkait dengan Allah? Apakah juga bersifat qidam atau huduts?

sumber:

MossackAnme™

Enhanced by Zemanta
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s