Kalam itu qidam atau huduts (III)


Makna ketiga dari kata λογος “Logos” atau ο λογος “ho Logos” adalah kitabullah (kitab Allah) atau perkataan Allah yang tertulis. Lalu, kalam dalam makna ketiga (yaitu: kitabullah) itu bersifat qidam atau huduts?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu memperhatikan beberapa tinjauan sebagai berikut:

1. Tinjauan Materiil

Kitabullah secara materiil tersusun atas kertas, tinta, sampul, jilid, dan sebagainya. Material penyusun kitab adalah ciptaan (makhluk) dan bersifat huduts.

2. Tinjauan Bahasa

Bahasa (tata bahasa, lafaz, huruf, ejaan, dsb) itu tumbuh dan berkembang secara dinamis melalui waktu berabad-abad. Bahasa Aram, Ibrani, Yunani, dan Arab juga tumbuh dan berkembang. Sejarah tumbuh berkembangnya bahasa-bahasa tersebut dapat dilacak antara lain dari tumbuh dan berkembangnya alfabel sebagai berikut:

Dengan melihat sejarah pertumbuhan dan perkembangan bahasa itu dapat diketahui bahwa bahasa itu bersifat huduts dan berkodrat ciptaan (makhluk).

3. Tinjauan Hakekat, Isi, Kandungan, atau Makna

Berdasarkan tinjauan fisik (yaitu tinjauan material dan bahasa), kitabullah adalah buku biasa sebagaimana buku-buku lainnya yang berkodrat makhluk (ciptaan) dan bersifat huduts.

Coba kita ambil buku biologi, lalu bandingkan aspek fisis keduanya. Keduanya sama-sama makhluk dan huduts. Lalu, apakah pembeda antara kitabullah dan buku-buku lainnya (misal: buku biologi)?

Pembeda antara kedua jenis buku itu adalah ilmu yang terkandung dan melekat dalam masing-masing jenis buku itu. Ilmu yang terkandung dan melekat dalam buku biologi adalah ilmu manusia yang berkodrat makhluk dan bersifat huduts, sedangkan Ilmu yang terkandung dalam kitabullah adalah Ilmu Allah yang Ilahiyah, ghayr al makhluqiyah, dan qidam azali.

Jadi, dari tinjauan hakikat/isi/makna/ kandungan, dapat diketahui bahwa kitabullah itu ghayr al makhluqiyah (bukan ciptaan), Ilahiyah (berkodrat dan bersifat ke-Tuhan-an), dan bersifat qidam (tidak berawal) azali (tidak didahului ketiadaan).

Ilmu Allah melekat dan menyatu dengan tulisan perkataan Allah. Tulisan perkataan Allah menyatu dengan media tulis yang bersifat materiil. Ilmu Allah berkodrat Ilahiyah dan ghayr al makhluqiyah (seri 1.11), dan bersifat qidam azali. Tulisan, bahasa dan materiil (aspek fisik) berkodrat makhluqiyah dan huduts. Maka, Ilmu Allah yang ghayr al makhluqiyah, Ilahiyah, dan qidam azali itu melekat dan menyatu dengan aspek fisik kitabullah yang makhluqiyah dan huduts.

Dari uraian tersebut di atas dapat diketahui bahwa Kalam dalam makna kitabullah bersifat qidam (tinjauan hakikat/isi/kandungan/ makna) sekaligus bersifat huduts (tinjauan material dan bahasa), berkodrat Ilahiyah dan ghayr al makhluqiyah (tinjauan hakikat/isi/kandungan/makna) sekaligus berkodrat makhluqiyah (tinjauan material dan bahasa).

Memahami hal ini mempermudah kita memahami sifat dan kodrat ganda Isa Al Masih wal Kalimatullah, yaitu: bersifat qidam (tinjauan hakikat/ isi/ kandungan/ makna) sekaligus bersifat huduts (tinjauan material dan bahasa),  berkodrat Ilahiyah dan ghayr al makhluqiyah (tinjauan hakikat/isi/kandungan/makna) sekaligus berkodrat makhluqiyah (tinjauan material dan bahasa).

sumber:

MossackAnme™

Enhanced by Zemanta
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s