Kerat Khatan


Hukum Berkhitan (sunat)?

Khitan atau lebih dikenal dengan sebutan sunat adalah tradisi turun-temurun yang dimulai dari nabi Ibrahim dimana sunat ini diartikan sebagai adanya ikatan (perjanjian) antara nabi Ibrahim dengan Tuhannya (Allah).
Sangat miris sekali ternyata khitan/sunat ini malah menjadi perdebatan antara para ulama yang memang disebabkan beberapa hadist yang belum tentu akan absah kebenarannya (mengenai hukumnya), tapi saya mengatakan hukum sunat itu wajib!
Dalam perjanjian ini, diberlakukan bagi Ibrahim serta keturunannya (semua manusia yang beriman) turun-tumurun sampai saat hari akhir (kiamat) itu tiba.
Kita kutip dari injil isi dari perjanjian (Antara Ibrahim dengan Tuhan Allah) itu:

Allah Berfirman kepada Ibrahim(Abraham dalam injil):
Kejadian 17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

Kejadian 17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”

Kejadian 17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Kejadian 17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Kejadian 17:11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

Kejadian 17:12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

Kejadian 17:13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

Kejadian 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

Dalam ayat injil diatas sangat terlihat jelas sekali kalau sunat itu sangatlah penting dan merupakan suatu perjanjian yang kekal (abadi) antara manusia dengan penciptanya yaitu Allah.

Lantas apa hubungannya dengan umat Islam?
Jelas sekali ada hubungannya!, Ibrahim adalah salah satu Rosul Allah sebelum nabi Muhammad dan kitapun selaku umat Nabi Muhammad diwajibkan pula untuk mengimaninya.
Inilah salah satu bukti ayatnya dimana kita (muslim) harus mengikut pula ajaran (perjanjian) yang telah diturunkan Allah kepada ibrahim:

Allah Berfirman:

Al Hajj 78 وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu [994], dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.

[994] Maksudnya: dalam kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad

An Nisaa :125 “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”


Al Baqarah :41 “Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.”
Yunus :37“Tidaklah mungkin Al-Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi(Al-Quran itu) membenarkan Kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.”Dari penjelasan diatas, sangatlah jelas kalau tidak akan ada lagi perdebatan mengenai kewajiban laki-laki untuk tidak melakukan khitan, khitan itu ialah hukumnya wajib bagi manusia bahkan Nabi Muhammad sendiri sampai bersabda meskipun umur manusia sudah mencapai 80 tahun orang itu tetap harus melakukan khitan:

Nabi Muhammad Bersabda:
HR. Al-Baihaqi “Sesungguhnya kulup (aqluf) dalam Islam tidak boleh ketinggalan untuk disunat, melainkan harus berkhitan walaupun umur (seseorang) sudah 80 tahun.”

Apakah Nabi Muhammad Sunat?

Segala puji bagi Allah dengan segala kebenarannya.
Sekarang jika kamu melihat banyak forum di Internet banyak terjadi fitnah dari pihak umat kristus yang mengatakan jika nabi Muhammad itu tidak sunat.. Benarkah?Masuk kedalam pemikiran akal logika: “Apakah pantas, Nabi Muhammad yang menyuruh orang lain untuk bersunat sedangkan dirinya sendiri tidak sunat?
Nabi Muhammad Bersabda:
 

 

HR. Al-Baihaqi

“Sesungguhnya kulup (aqluf) dalam Islam tidak boleh ketinggalan untuk disunat, melainkan harus berkhitan walaupun umur (seseorang) sudah 80 tahun.”

 

 

 

Setelah sekian lama saya mencari-cari bukti ayatnya yang menyatakan bahwa nabi muhammad itu sunat akhirnya telah berakhir sudah setelah pertanyaan itu saya ajukan kesebuah forum yang memuat tentang Hadist.
Sekarang kita langsung saja melihat bukti ayatnya:

Dalam hadits yang di muat di dalam kitab ‘At Tamhid Limaa Fi Al Muwaththa” karya Abu ‘Umar Yusuf bin Abdillah Al Qurthubi menerangkan,
عن ابن عباس “أن عبد المطلب ختن النبي صلى الله عليه وسلم يوم سابعه وجعل له مأدبة وسماه محمدا”

Artinya:
dari Ibnu Abbas; bahwa Abdul Muthtalib (kakek Nabi) mengkhitan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari ke tujuh (kelahiran beliau) dan membuat jamuan makan serta memberi nama dengan Muhammad.”

Alhamdulillah..
Sekarang Kenapa dalam Al-Quran tidak ada perintah sunat? …Benarkah?
Jawabannya ada yaitu perintah agar kita beriman kepada Rasul-rasul Allah.
Seperti yang kita Tahu, ajaran sunat adalah berasal dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim, Maka dalam Al-Quran pun dikatakan

Allah Berfirman:

 

 

An Nisaa :125

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”

Allah berfirman:

 

 

Qs.At Taghaabun :12

“Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”

 

Dari ayat diatas, maka Aku berucap Alhamdulillah..
Beruntunglah kita sebagai pengikut Rasulullah, sebagai keturunan (ajaran dari) Ibrahim yang lurus yang telah menyuruh kita agar bersunat, sekarang terbukti kitalah Hamba-hamba Allah yang benar dan tidak pula menjadi orang-orang yang akan dilenyapkan karena kita bukanlah Orang yang mengingkari janji.

 

sumber: http://komentarfacebook.blogspot.com
Enhanced by Zemanta
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s