Maryam 33

Surah Maryam Ayat 33

Seorang misionaris menyatakan bahwa Al-Quran pun menceritakan bahwa Yesus mati di tiang salib dengan berdasarkan pada QS. Maryam : 33

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

Kalimat “ pada hari aku dimatikan menunjukkan bahwa Yesus meninggal yaitu mati di tiang salib

Surah Maryam Ayat 33

Syaikh Deedat: menjawab

Seorang missionaris Kristen yang berasal dari Arab Palestina, yang bernama Anis Sorrosh, dan mengajukan pertanyaan yang serupa ini kepada saya pada saat melakukan pendekatan di Royal Albert Hall London. Anish Sorrosh itu seorang keturunan Arab. Dia mencoba memamerkan kemampuan berbahasa Arabnya kepada saya. Dia seorang keturunan Arab. Saya bukanseorang keturunan Arab. Saya seorang keturunan India, yang dilahirkan dari keluarga muslim, lalu kebetulan bertemu dengan kitab ini yang mempunyai terjemahan di dalamnya. Lalu saya sampaikan kembali pesan dakwah yang bisa saya pahami dari kitab itu.

Missionaris Arab Palestina mengutip ayat Al-Qur’an tersebut dengan kemampuan bacaannya yang berkhas Arab. Bukankah itu bertentangan dengan keterangan ayat Al-Qur’an surah Maryam :33 : “Dan kesejahteraan semoga terlimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. Sorosh bertanya kepada saya bahwa Al-Qur’an sendiri dalam surah Maryam 33 telah dinyatakan

“Dan kesejahteraan semoga terlimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (telah) meninggal (died) dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

Sorosh mengklaim demikianlah terjemahannya dari al-Qur’an. Sorosh mengatakan Yesus Kristus telah mati. Apa yang bisa Anda katakana tentang ini Tuan Deedat?

Kebetulan saya sedikit tahu tentang persoalan ini. Hanya sedikit tentang ini yang saya tahu. Saya katakan bahwa apa yang engkau (Anis Sorosh) lakukan ini adalah salah dalam menerjemahkan.

Kata ‘Wasalaamun ‘alaiyya’ diterjemahkan oleh Anda dengan benar sebagai ‘keselamatan semoga terlimpahkan kepadaku’, demikian kata Yesus ‘yauma wulidtu’ diterjemahkan ‘pada hari aku dilahirkan’ , ‘wa yauma amuutu diterjemahkan ‘pada hari aku (akan) meninggal’, bukan diterjemahkan ‘pada hari aku (telah) meninggal (died)’, karena kata itu (amuutu) menunjukkan masa yang akan dating (future tense), dan ‘pada hari aku dibangkitkan kembali’.

NB: sebenarnya ayat tersebut tidak ada hubungannya dengan proses penyaliban, krn ayat tersebut merupakan perkataan Nabi isa saat masih bayi (lihat ayat sebelumnya; 27-32), yang merupakan mukjizat, sebagai bukti kenabiannya

sumber: http://cristology.wordpress.com/2010/12/11/menurut-quran-yesus-di-salib/