Kata Dalam Bible Yang Dihapus

Most people believe the new versions are just “harmless” updating of words and made easier to understand.

Nothing could be further from the Truth!
The new versions “take out” and “add” thousands of words. And as with Eve (see Genesis 3:1), it s all done very subtil.

The average reader would never know the difference!

Differs from the King James Bible in the New Testament
o = Omitts a = Adds
NKJV NIV NASV NRSV RSV NCV LIV
WORDS o 2289 o 5219 a 3561 o 3890 o 6985 a 11114 a 17003
VERSES 0 o 16 o 17 o 18 o 25 o 16 o 7
The number of times 15 Major words differ from the King James Bible
o = Omits a = Adds * = Word is Completely Removed
WORD NIV NASV NKJV RSV NRSV NCV LIV
Christ o 25 o 34 o 1 o 32 o 87 a 121 a 44
Lord o 352 o 438 o 66 o 36 o 91 o 299 o 2368
Jesus a 292 o 64 o 2 o 53 a 16 a 1098 a 293
God o 468 o 87 o 51 o 111 o 138 a 803 a 452
Godhead o 3 * o 3 * o 1 o 3 * o 3 * o 3 * o 3 *
Lucifer o 1 * o 1 * o 1 * o 1 * o 1 *
devil(s) o 80 o 82 o 81 o 82 o 80 o 74 o 87
hell o 40 o 41 o 22 o 41 o 41 o 39 a 13
heaven o 160 o 127 o 50 o 83 o 88 o 186 o 26
damned (able, ation) o 15 * o 15 * o 15 * o 15 * o 15 * o 15 * o 7
blood o 41 o 39 o 23 o 26 o 46 o 157 o 174
salvation o 42 o 4 o 2 o 33 o 37 o 94 o 25
Word of God o 8 o 2 o 1 o 3 o 8 o 31 o 27
Word of the Lord o 25 o 2 a 4 o 2 o 3 o 217 o 236
Lord Jesus Christ o 24 o 21 o 21 o 22 o 20 o 15

Ayat Bible Yang Dihapus

Most people believe the new versions are just “harmless” updating of words and made easier to understand.

Nothing could be further from the Truth!
Jesus Christ, in Luke 8:11-12, tells the parable of the sower and the seed:

“Now the parable is this: The seed is the word of God. . . then cometh the devil, and TAKETH AWAY the word out of their hearts, lest they should believe and be saved.”. Luke 8:11-12

The new versions “take away” complete verses from the words of God. And as with Eve (see Genesis 3:1), it s all done very subtil.

The average reader would never know it happened!

Verses “Taken Away” in the New Testament
T = Taken Away F = Taken Away in Footnote
VERSE NIV NASV NKJV RSV NRSV NCV LIV
Matt 12:47 F T F
Matt 17:21 T T F T T T F
Matt 18:11 T T F T T T F
Matt 21:44 F T F F
Matt 23:14 T T F T T T
Mark 7:16 T T F T T T T
Mark 9:44 T T F T T T T
Mark 9:46 T T F T T T T
Mark 11:26 T T F T T T T
Mark 15:28 T T F T T T F
Mark 16:9-20 F F F T F F F
Luke 17:36 T T F T T T
Luke 22:43 F F F T F
Luke 22:44 F F F T F
Luke 23:17 T T F T T T T
Luke 24:12 F T F
Luke 24:40 T T F
John 5:4 T T F T T T F
John 7:53 – 8:11 F F T F F F
Acts 8:37 T T F T T T F
Acts 15:34 T T F T T T T
Acts 24:7 T T T T T
Acts 28:29 T T F T T T T
Rom. 16:24 T T F T T T
2 Cor. 13:14 T
James 1:8 T T

Isi Dakwah Jesus Crist

YESUS PENDAKWAH KEESAAN TUHAN


Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

Markus 12:28-30 “Maka datanglah seorang ahli Torat; setelah didengarnya bagaimana mereka itu berbalah-balah sedang diketahuinya bahwa Yesus sudah memberi jawab yang baik, lalu ia pula menyoal Dia, katanya: “Hukum yang manakah dikatakan yang terutama sekali? Maka jawab Yesus kepadanya: “Hukum yang terutama inilah: Dengarlah olehmu, hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa; maka hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal-budimu, dan dengan segala kuatmu”: ini merupakan rukun yang pertama …

Markus 12:32 “Lalu kata ahli Torat kepadanya: “Ya Guru, amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada yang lain, melainkan Allah”

Markus 12:34 “berkatalah Yesus kepadanya: “Engkau tiada jauh lagi dari pada kerajaan Allah”

Dari ayat-ayat ini, Yesus menyaksikan bahwa Tuhan adalah Allah yang Esa, tiada ada lain dari Allah, dan siapa saja yang percaya akan Ke-EsaanNya, maka ia dekat dengan kerajaan Allah. Oleh karena itu siapa yang menyekutukan Tuhan dengan sekutu-sekutu atau percaya akan Trinitas, ia jauh sekali dari Kerajaan Allah, dan siapa yang jauh dari Kerajaan Allah ia adalah musuh Allah.

Matius 24:36 “Tetapi akan hari dan ketikanya tiada diketahui oleh seorang juapun, meskipun malaekat yang di surga atau Anak itu, melainkan hanya Bapa sahaja.” (Cf. Quran 33:63).

Ayat tersebut menyatakan bahwa Yesus tunduk kepada Allah dan bahwa beliau tidak ada bagiannya dalam Ketuhanan dan sangkaan bahwa beliau adalah penjelmaan Allah merupakan satu bid’ah dari orang-orang Kanaan.

Yahya 20:16-18 “Lalu berkatalah Yesus kepada Maryam; Maka berpalinglah Maryam sambil sembahnya dengan bahasa Ibrani: “Rabbuni” artinya Guru. Maka Yesus pun bersabda kepadanya: “Janganlah engkau menyentuh aku, karena belum aku naik kepada Bapa, tetapi pergilah engkau kepada segala saudaraku, dan katakanlah pada mereka itu: Aku naik kepada Bapaku dan Bapamu, dan kepada Tuhanku dan Tuhanmu. “Maka pergilah Maryam Magdalena dan mengkhabarkan kepada murid-murid itu, katanya: “Aku sudah berjumpa dengan Tuhan. Dan lagi katanya kepada mereka itu bahwa ia sudah mengatakan segala perkara itu kepadanya.”

Dari cerita di atas, Yesus jelas menyaksikan bahwa Allah adalah Allahnya dan Allah mereka, tidak membedakan sedikitpun antara beliau dan mereka dalam melaksanakan ibadat terhadap Allah yang Esa. Siapa yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah membuat sesungguhnya suatu fitnah (blasphemy) terhadap Allah, dan mengkhianati Al-Masih dan semua para Nabi dan Rasul Allah.

Sumber : ALKITAB (BIBLE)
Sejarah Terjadinya dan Perkembangannya
Serta Hal-hal yang Bersangkutan
Prof. H.S. Tharick Chehab
Penerbit MUTIARA Jakarta
Jln. Salemba Tengah 38, Jakarta

Masa Dewasa Tuhan Berdasarkan Kajian AlKitab Dan Ahli Sejarah

Yesus Menikah 2 kali dan mempunyai anak
Tulisan ini merupakan ringkasan hasil kerja Dr Barbara Thiering, seorang ahli theologia dari Sydney, Ia menafsirkan Perjanjian baru menggunakan keahliannya di Naskah laut mati. Tulisan beliau ini menyatakan bahwa Yesus juga tidak mati di tiang salib. Namun hidup terus yang tercatat keberadaannya hingga tahun 76 M

Pada tahun 1947, Seorang bocah Baduin yang berusaha mencari dombanya yang hilang tanpa sengaja memasuki gua di Wadi Qumran, sebelah Barat Daya laut Mati. Di dalam gua yang gelap, ia tersandung pada gulungan benda yang panjangnya 2 kaki dan tebalnya 10 inci. Para gembala itu menjualnya ke toko antik di Bethlehem yang membeli beberapa gulung, dan seorang Archbishop dari gereja Orthodox Syria membeli sisanya. Beberapa orang ahli menelitinya dan menyimpulkan bahwa itu tidak ada nilainya. Tetapi E.L Sukenik, dari Hebrew University di Yerusalem, mengenal keunikan gulungan itu dan membeli tiga gulungan. Gulungan lain dibawa ke American School of Oriental Research, diteliti oleh J.C Trever dan W.F. Albright, seorang arkeolog Alkitab, akhirnya pada tahun 1948 menyadari bahwa itu adalah gulungan kitab-kitab PL.

Pada akhir tahun 1951, di sekitar gua-gua laut Mati, yaitu di gua Wadi Murabba’at ditemukan lagi gulungan-gulungan lain diantaranya juga terdapat gulungan Teks masoretik. Pada tahun 1952, di gua yang terletak di sebelah Barat Khirbet Qumran ditemukan hampir keseluruhan kitab PL kecuali kitab Ester.

Dinyatakan pasti bahwa naskah ini berasal dari periode di kebangkitan kekristenan, Para Ahli di bingungkan setelah mengetahui bahwa komunitas yang menuliskannya ini begitu dekatnya dengan kekreistenan awal yang pastinya mempunyai hubungan sejarah.

Hanya sedikit jumlah yang komplet dari naskah. Mayoritasnya merupakan bagian-bagian yang besarnya bervariasi. Perkiraan kasar bahawa hanya 800 dokumen yang ditemukan.Sebagian dari ini merupakan copy dari Perjanjian lama. Memperlihatkan bahwa penulisnya adalah bangsa Yahudi. Namun bukanlah Yahudi yang ortodok. Dokumen lainnya adalah karya baru yang menyebabkan minat yang besar, memperlihatkan bahwa penulisnya merupakan komunitas terpadu yang hidup dengan cara terpisah dari aliran utama Yahudi.

Penemuan lainnya, Nag Hammadi mulanya diasumsikan disusun di abad ke tiga atau awal abad ke empat di waktu yang sama di mana Al kitab di bukukan yang ditunjukan pada potongan papyrus yang di gunakan untuk membangunnya. Namun penelitian lebih lanjut memperlihatkan beberapa bukti bahwa ini disusun lebih awal dan tersimpan lama di perpustakaan biara. Konsekuensinya adalah ada nilai sejarah yang merefleksikan kepercayaan di abad ke 1. Bahkan ketika terlihat bersebrangan dengan perjanjian baru. Penemuan ini memaksa pecahnya dogma kanonisasi. Perjanjian baru merupakan hasil seleksi buku terpilih untuk melihat komunitas awal kristen yang nantinya menetap di Roma. Komunitas lainnya mempunyai kesamaan autoritas namun tidak diketahui roma dan hanya bertahan di negara lain

Kepercayan yang di anut di katolik dan juga di Protestan adalah hidup selibat (tak menikah) adalah berharga dan pernikahaan di anggap sebagai keadaan kurang suci dari manusia. Secara tradisi di ajarkan bahwa Yesus adalah manusia suci, mengatasi kelemahan manusia dan tidak menikah.

Mary of Magdalene (Magdala) berasal dari kota nelayan/perdaganan ikan didekat laut Galilea. Ia di ajarkan sebagai seorang Yahudi dan seorang yang paham menganai ajaran yunani. Alkitab Gereja mengatakan:

  • Menuliskannya sebagai seorang Pelacur atau orang yang belajar bertobat
  • menunjuk sebagai wanita utama dari sekian banyak wanita disekitar Yesus
  • Mereferensikan bahwa dirinyalah yang menemukan Yesus setelah Penyaliban

Nama Mary Magdalene berasal dari kota Magdala sekaran Mejdel, dekat laut galilee. Carpernaum jaraknya sekitar 10 km. Dalam literatur kaum rabi kita dapat bahwa:

  • Magdala – Benteng Kota
  • Migdal Sebayah – Menara tukang celup
  • Migdal Nunayah – Menara Ikan

Josephus kerap berbicara Tarichea merupakan nama kota Yunani. Tarichea punya 40 000 penduduk dan 240 kapal nelayan. Merupakan jalur perdagangan ke Syria, mediterania, Judea dan keutara.

Pada perang Yahudi yang dimulai pada tahun 66 M, Magdala tertangkap oleh Vspasian danTitus dan tidak ada yang selamat, Josephus melaporkan:’ Seluruh danau ternoda oleh darah..” Saat itu Mary Magdalena berusia 60-70 tahun
[Source: Esther de Boer, Mary Magdalene, Beyond the Myth, SCM Press 1996 (translated from the Dutch). However, de Boer makes not a single reference to the works of Dr. Thiering (or the Dead Sea Scrolls)!]

Menurut Dr. Thiering Jesus:

Ayah Jesus, Joseph, Raja dari garis keturunan Daud, and Mary mengandung anak mereka Yesus sebelum pernikahan mereka. Ini merupakan pelanggaran dari aturan ketat yang berlaku di Qumran saat itu, yang dapat mengakibatkan, Jesus akan disebut anak haram namun dinyatakan ia sebagai anak yatim (tidak diketahui bapaknya) padahal tidak demikian.

Namun di pandangan helenistik yang lebih moderat menerimanya sebagai penerus yang syah. Secara personal merupakan hal yang penting bagiNya dan juga kelompokNya untuk meneruskan garis dinasti yang menunjuk pada kekuatan politik.

Ia melakukan itu karena aturan Essene mengenai sex adalah lebih kaku daripada Orang tuaNya lakukan. Mempunyai perode panjang Betrothal, Perayaan pertamanya dimulai dalam percobaan perkawinan hingga 3 tahun dan perayaan kedua ketika Istrinya hamil 3 bulan.

Perkawinan Yesus dengan Mary Magdalene
Istrinya bernama Mary Magdalene. Lihat di Luke 8:2 yang mengatakan bahwa ‘tujuh setan (roh jahat) telah pergi darinya, artinya sangat sederhana yaitu ketika Mary menikahi Yesus.

Dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,

Ia tidak lagi dibawah wewenang Judas Iscariot, seorang pejuang pembebasan yang militan keturunan Judas orang Galilea. Ia merupakan Kepala levite yang bertanggung jawab dengan ‘perawan-perawan, yaitu biarawati. Mary adalah seorang penganut setia, ia menjadi seorang pejuang pembebasa, melawan penindasan penjajah Roma. Judas Iscariot dinamakan “Setan 7” karena semua militan dinamakan ‘demons’. Adalah Judas Iscariot yang berkeberatan dengan hubungan mary dengan Yesus di Yohanes 12:3-5

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

Kalimat 7 roh jahat ‘dibebaskan darinya’, Itu berarti bahwa Yudas kehilangan kekuasaannya atas Mary dan dari kebiarawatian, karena Yesus dapat menyakinkannnya untuk mengganti opini politiknya menjadi lebih pro-roman sepertinya.

Mary juga disebut sebagai Mary dari Bethany, ‘Seorang perempuan meminyaki tubuh Yesus di kaki atau dikepala dengan minyak mahal narwastu’ muncul di cerita Yohanes 12:1-8, Markus 14:3-9. Dan lukas 7:37-50. Bahasa Yunaninya mengurapi/meminyaki adalah ‘nardos’, ‘nard’ di Yohanes 12:3 ‘bau minyak semerbak di seluruh rumah itu’ merupakan kiasan ritual sexual yang digambarkan di Kidung agung 1:12

Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku.

Lagu dari Solomon/kidung agung merupakan tata upacara perkawinan dari Raja Daud, merupakan perkawinan yang memakan waktu banyak hari. Upacara ini digunakan pada perkawinan Yesus sebagai keturunan Daud.

Para kritikus bible sangat mengerti bahwa ayat ini merupakan narasi ulangan dari model yang sama di perjanjian lama. Beda versi namun sama episodenya. Yesus dan Mary magdalena, melangsungkan ritual untuk melakukan percobaan perkawinan, yang terekam di Lukas 7:36-50, dan saat penyaliban Mary sedang hamil 3 Bulan, dan final ikatan perkawinan di langsungkan

Satu dari sekian alasan untuk menerima Mary magdalena adalah istri dari Yesus adalah di Injil Philip, Naskah yang berasal dari Nag Hammadi yang ditemukan di Mesir 1945. Buku itu berasal dari abad 1 dan opini yang menyatakan bahwa buku itu berasal dari abad2 belakangan (abad ke 3- awal 4 Masehi) patah dengan muncunya beberapa bukti.

Alasan menerima Mary muncul di kalimat ‘Ada tiga orang yang selalu menyertai ‘Tuhan’: Mary IbuNya, Saudara kandung perempuannya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannya..dan pasangan dari [sang penyelamat adalah] Mary Magdalena. [Yesus mencintai] nya lebih dari [semua] muridnya [dan biasa] menciumnya [seringkali] pada [mulut] nya. Seluruh [murid] nya berkata padanya, ‘ Mengapa engkau mencintai nya lebih dari kami semua?’ ‘

Mary’ bukanlah sebuah nama melainkan Gelar
Alasan mengapa 3 wanita yang berhubungan dengan Yesus dinamakan Mary bukanlah suatu kebetulan namun merupakan sebuah fakta ‘gelar’. Dalam bahasa Ibrani, namanya adalah Miriam. Nabi Miriam merupakan saudara kandung Musa (Keluaran 15:20:21)

Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari. Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: “Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.”

Dalam catatannya tentang Therapeutae, seorang petapa yang berhubungan dengan essenes, Philo dari Alexandria merekam bahwa petapa mesir menyelengarakan secara teratur pertemuan di mana dimainkan drama kebaktian ‘keluaran’ yang diiiringi music koor dan tarian. Mereka terdiri dari dua kelompok laki dan perempuan. Yang laki di pimpin oleh seorang yang berperan sebagai Musa, dan yang perempuan berperan sebagai Miriam. Seorang wanita yang cukup berjasalah yang mendapatkan gelar ini. Ia biasanya di pilih untuk menjadi istri dari raja atau pendeta menurut aturan dinasti yang berjalan. Ibu Yesus mempunyai gelar ini karena perkawinannya dan mempertahankannya dengan menjanda. Juga Istri dari Yesus memperoleh Gelar ini

Injil Mary di publikasikan bersamaan dengan literatur Gnostic Nag Hammadi. Menggambarkan Mary Magdalena sebagai ikon figur karenan hubungannya dengan Yesus. Ada kutipan Petrus berkata pada Mary, ‘Sadari, kita tahu bahwa sang penyelamat mencintaimu melebihi wanita lainnya. Ceritakan pada kami, kata-kata sang penyelamat yang engkau ingat’. Mary kemudian memberikan sebuah ajaran penuh makna yang dia katakan di wangsitkan padanya oleh yesus melalui suatu pengalaman gaib. Peranan mary adalah berhubungan dengan kegaiban sejajar dengan dengan Yesus yang diperlihatkan melalui pengetahuan.

Yesus – Mary mempunyai 3 Anak
Keterangan yang lebih membumi diberikan di kisah para rasul, dimana disebutkan 3 anak telah dilahirkan dari yesus dan Mary magdalena. Tanggal kehamilan dan kelahiran di sebutkan secara kronologis dalam informasi yang tersembunyi.

Suatu petunjuk adalah ketika ada kalimat ‘ Firman Tuhan semakin bertambah/tersebar’ pada Kisah para rasul 6:7 dan 12:24, ungkapan itu berarti seorang anak lelaki telah lahir, melanjutkan dinasti Yesus kata firman tuhan digunakan sebagai kode untuk Yesus di 2 Timotius 2:9. Kronologisnya yaitu ketika anak perempuan terlahir maka pasangan itu menunggu 3 tahun sebelum bertemu kembali melakukan hubungan badan. Dan ketika seorang lelaki telah lahir, mereka menunggu 6 tahun dan kembali kepada keadaan tidak melakukan ritual seksual (selibat).

Teorinya adalah bukan anak perempuan yang mereka inginkan, sehingga mereka membuatnya lagi secepatnya.

Tamar, Anak sulung Yesus, Perempuan
Saat itu ikatan perkawinan mereka adalah Maret 33 M, Mary 3 bulan Hamil. Ia melahirkan anak perempuannya di September 33 M. Fakta bahwa kemudian di Kisah para rasul 17:34 menyatakan sang anak perempuan berusia 18 tahun. Kata Damaris merupakan bahasa Yunani dari kata Tamar, nama sang perawan anak raja Daud di 2 Samuel 13:1

Tamar Menikah dengan Paulus
Di tahun 53 M, Tamar berusia 20 tahun dan menikah dengan Paulus di Korintus (JM,367). Saat itu paulus berusia 36 tahun. Setelah menikah ia ganti nama menjadi Phoebe

Tahun 54 M, Paulus dan Phoebe melakukan perkawinan ke dua (gays essene) ketika ia hamil 3 bulan, pada Minggu 1 Bulan September 54 M seorang anak perempuan lahir (JM 368) dan di asumsikan sekarang bahwa Yesus menjadi kakek

Tahun 57 M Paulus berusia 40 dan memperbaharui perkawinannya lagi, sukses, dan Phoebe hamil lagi (JM 371) dan pada 58 M seorang anak perempuan lagi. Anak ini di ijinkan ikut mengunjungi sidon pada tahun Yesus Justus, Lelaki, Anak kedua Yesus

Hamil si calon bayi lelaki adalah di September 36 M dan lahir di bulan Juni 37 M (Kisah para rasul 6:7). Ia merupakan pangeran dari generasi Daud dari garis Yesus. Di Kolose 4:11 Paulus menyampaikan salam pada Yesus Justus:

dan dari Yesus, yang dinamai Yustus. Hanya ketiga orang ini dari antara mereka yang bersunat yang menjadi temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku.

Justus merupakan gelar dari penerus Daud, digunakan pada James Justus, saudara dari Yesus, yang merupakan ahli waris hingga lahirnya anak Yesus. Anak muda ini berusia 24 tahun ketika Paulus menuliskan itu. Yesus Justus menikah di kathedral di Ephesus pada 73 M, per Kitab wahyu 19:6-9

Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”.

Dua minggu kemudian ia menjadi Pewaris tahta Daud dari garis Yesus. Ia mempunyai adik yang namanya tidak di sebutkan, kehamian untuk sang adik itu di bulan Juni 43 M dan lahir bulan Maret 44 M

Yesus Bercerai dengan Mary Magdalena
Mary magdalenea mulanya adalah seorang pejuang Pembebasan, seorang militan yang setia dan bermusuhan dengan Roma hingga Yesus membujuknya untuk mengikutinya. Namun karena kejadian ini terjadi pada masa pemerintahan raja Caligula (37-41M) militerisme bangkit lagi. Kebutuhan akan kepahlawanan di perlukan untuk menghadapi tirani romawi.

Mary kembali pada keadaan semua dan berteman dengan Helena dan Simon Magus di 44 M. Setelah melahirkan anak ke-3nya. Keretakan perkawinan ini berada diantara orang2 Kristen bersama Yesus dan pejuang pembebasan bersama Simon Magus.

Mary meninggalkan perkawinan Itu adalah saat dimana Paulus meletakan dasar praktek untuk bercerai di 1 Korintus 7:10-16

Kepada orang-orang yang telah kawin aku–tidak, bukan aku, tetapi Tuhan–perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu. Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera. Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu?

Ia mengijinkan perceraian jika sang pasangan adalah seorang yang tak beriman dan bukan kristian.

Dalam perceraiannya dengan Yesus di tahun 44, Ia lebih memilih menjadi pejuang pembebasan dari penindasan Romawi dan Yesus lebih memilih mengawini Lydia di tahun 50 M

Lydia, Istri kedua Yesus, Ia mempunyai anak Perempuan.
Di Kisah para rasul 16:14, terekam bahwa ‘Yesus membuka hatinya’ pada seorang wanita bernama Lydia, seorang penjual kain ungu

Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.

Di kitab Wahyu 2:20-25, disebutkan Thyatira di namakan sebagai pusat dari pengajaran perempuan perempuan yang mengaku nabiah mengajarkan perbuatan imoral, namun ada perempuan-perepuan lain yang tidak mengikuti praktek2 itu. Salah satu wanita itu adalah helena, selir dari Simon magus, sejarahnya ada di “The Clementine Books” bab 4. Wanita wanita pengikut ajaran ‘lain’ itu dinamakan Izebel, model dari wanita itu disebutkan di Kitab Wahyu 17 :3-4

Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

Pada 50 M Yesus pindah ke Eropa, terusir dari kampung halamannya. Di philippi di Macedonia, Yesus kawin lagi, dengan Lydia, seorang uskup dari ke-biarawati-an thyatira yang membagi sisi politiknya dan pandangan religiusnya. Darinya ia memiliki anak perempuan ke 2 (total mejadi 4) lahir di 16 maret 51 M. Perkawinannya dilakukan di 17 Maret 40 M di dokumentasikan di Yesus Jesus the Man(JM, 363).

Kesimpulan
Yesus tidak mati di tiang salib, sudah merupakan suatu keanehan karena ‘firman allah yang hidup’ dapat menahan dirinya untuk tidak terkenal lagi dan juga tidak fenomenal setelah periode Penyaliban.

Yang dapat saya tarik dari ringkasan dari Dr Thiering yaitu ajaran Yesus hanyalah upaya untuk mengukuhkan dinasti DAUD. Peran PAULUS berperan untuk kejayaan dinasti DAUD dengan merekrut sebanyak-banyaknya BUDAK-BUDAK non YAHUDI. Ingat kata-kata Paulus di Roma 3:7:

Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

sumber: http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/11/keselamatan-selalu-ada-di-luar-gereja-2*html

Pengakuan Jesus Dalam Injil Barnabas

Pengakuan Jesus

Injil Barnaba. Fasal 93

1. Di kala itu Jesus mengangkat tangannya memberi isyarat supaya diam.
2. Sambil berkata:”Sesungguhnya kamu telah sesat yang amat besar wahai orang-orang Israil kerana kamu telah memanggil aku ini Tuhan kamu sedangkan aku adalah manusia”.
3. Dan sesungguhnya aku takut kerana ini, Allah akan menurunkan malapetaka yang dahsyat di kota suci ini dan menyerahkannya untuk penghambaan orang-orang asing.
4. Terkutuklah syaitan yang menggoda kamu dengan seribu kutukan.
5. Ketika Jesus mengatakan ini, ia menampar mukanya dengan kedua-dua belah tangannya.
6. Maka berikutan itu terjadilah ratap tangis yang kuat sehingga tidak seorang pun dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Jesus.
7. Kemudian, kerana sebab itu Jesus mengangkat tangannya sekali lagi memberi isyarat supaya diam.
8. Dan manakala tenanglah ratap tangis orang ramai itu, ia bercakap sekali lagi.
9. “Aku bersaksi di hadapan langit dan aku bersaksikan segala sesuatu di atas bumi ini bahawa aku adalah suci daripada apa yang kamu katakan.
10. Kerana aku ini manusia, dilahirkan daripada seorang perempuan yang boleh binasa, bersifat sebagai manusia dan terdedah kepada hukum Allah, merasa kesusahan makan, dan tidur, menderita sejuk dan panas seperti sekelian manusia.
11. Oleh sebab itu bila Allah datang untuk menghukum, akan jadilah ucapanku ini seperti pedang yang akan memotong setiap mereka yang percaya bahawa aku ini lebih agung daripada manusia.
12. Dan manakala Jesus mengatakan ini, ternampak sekumpulan tentera berkuda, lalu tahulah dia bahawa tuan gabenur bersama Herodes dan ketua pendeta sedang datang.
13. Maka Jesus pun berkata:”Barangkali mereka itu juga sudah menjadi gila”
14. Manakala tuan gabenur bersama Herodes dan ketua pendeta sampai di sana mereka sekaliannya turun berjalan kaki.
15. Terus mengelilingi Jesus sehingga puak tentera tidak dapat menahan orang ramai yang ingin mendengar Jesus bercakap dengan pendeta.
16. Maka Jesus mendekati pendeta itu dengan hormtanya tetapi pendeta itu ingin sujud kepada Jesus.
17. Lalu Jesus pun berteriak:”Takutilah apa yang engkau perbuatkan ini wahai pendeta Allah yang hidup, janganlah berbuat salah terhadap Allah.
18. Jawab pendeta itu:”Bahawa Yahudi telah gempar kerana mukjizat-mukjizat dan pengajaran-pengajaran anda sehingga mereka itu berterus-terang mengatakan anda ialah Allah, maka terpaksalah saya dengan sebab orang ramai datang ke mari berserta tuan gabenur Rom dan Raja Herodes.
19. Maka kami harapkan dengan sepenuh hati kami supaya anda sudi menghilangkan fitnah yang telah timbul dengan sebab anda.
20. Kerana sebahagian mengatakan bahawa anda ialah Allah dan yang lain pula bahawa anda ialah putera Allah dan sebahagian lagi mengatakan anda ialah Nabi.
21. Jawab Jesus:”Dan engkau wahai ketua pendeta Allah, mengapakah tidak memadamkan fitnah itu?
22. Adakah engkau juga telah menjadi gila?
23. Adakah kenabian-kenabian dan syariat Allah sudah dilupai sama sekali wahai Yahudi yang celaka yang telah disesatkannya oleh syaitan?

Injil Barnaba. Fasal 94

1. Selepas Jesus mengatakan ini, ia kembali mengatakan:” Sesungguhnya aku bersaksi di hadapan langit dan aku bersaksikan segala sesuatu di atas bumi ini bahawa aku adalah bersih daripada apa yang dikatakan oleh orang mengenai aku bahawa aku ini lebih agung daripada manusia”
2. Kerana aku ini adalah manusia yang dilahirkan daripada seorang perempuan dan terdedah kepada hukum Allah aku hidup seperti sekelian manusia terdedah kepada kesusahan-kesusahan.
3. Demi Allah yang diriku berdiri dihadhiratNya, bahawa engkau wahai pendeta, sesungguhnya engkau telah melakukan suatu dosa yang besar dengan perkataan yang telah engkau ucapkan itu.
4. Muga-muga Allah mengasihi kota suci ini sehingga sesuatu malapetaka besar tidak akan menimpakannya kerana kesalahan ini.

written by

Mohamad Nabzrol Amirul Nazril

Ajaran Avraham, Salomon, Jacob, Moses, Aron, Jesus

Mereka semua adalah Nabi-nabi yang berserah diri kepada Allah dan tidak mensekutukan tuhan juga setia kepada Sang Maha Pencipta.

Avraham

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

Yakobus 2:23    Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”

Salomon

Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.”

Jacob

Dan Ya’qub berkata: ……………………Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri.”

Moses dan Aron

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia (Musa dan Harun): “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

Ibrani 3:2    yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya.

Ibrani 3:3    Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya.

Ibrani 3:5    Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian,

Jesus Dan Murid-muridnya

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.