AlFatihah Dalam AlQuran Dan Injil

“Amalan Tefilla Happatha” tidak ada dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Tefilla Happatha

Beshem Eloah Harakhman Harakhimim
Hodu la-YHWH Rabun Ha‘olamim
Harakhman Harakhimin, Melekh Yom Haddin
Elekha na‘bod Adonai le’orekh yamim
Neheni be’orakh mishor lehayyim
Lalekheth be’orakh hatstsadiqqim
Lo halakh be‘etsath risha‘im welo hassagim
Amen

Dengan Nama (Eloah – TUHAN) Maha Pengasih Maha Penyayang
(Ezra 5:1; Daniel 9:9)

Syukur kepada (YHWH – TUHAN), Penguasa semesta alam
(Liturgi Yahudi)

Maha Pengasih, Maha Penyayang, Raja Hari Pengadilan
(Terminologi Yahudi)

Kepada-Mulah kami beribadah, ya (TUHAN – Adonai), untuk selamanya
(Mazmur 30:9)

Bimbinglah kami senantiasa ke jalan yang lurus menuju kehidupan
(Mazmur 27:11)

yaitu menurut jalan orang-orang yang benar
(Ulangan 8:6)

Bukan menurut nasihat orang fasik dan bukan orang sesat
(Mazmur 9:21)

Amin

Iklan

Jalan Yang Lurus Menurut Yesus

Bagaimanakah ‘jalan yang lurus’ (Ash-Shirathal Mustaqim) dalam pandangan  Kristian dan Muslim? Bagaimanakah pandangan Alkitab dan Al-Qur`an terhadap jalan lurus? Kami akan coba untuk membahasnya secara singkat dengan mengemukakan ayat dari kedua kitab tersebut, dengan izin ALLAH.

JALAN LURUS DALAM KRISTEN

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’

Kristian yang sudah terbius akan ‘keilahian’ Yesus, beranggapan bahwa pada ayat itu Yesus menunjukkan bahwa dirinya adalah jalan, dan dirinya adalah Tuhan. Padahal Tuhan tidak pernah menyebut dirinya sebagai jalan, karena Tuhan bukanlah jalan, melainkan tujuan. Sedangkan Yesus hanyalah mengajak manusia kepada jalan Tuhan, jalan yang harus ditempuh oleh semua orang yang ingin bertemu Tuhan. Bahkan Yesus dan para nabi harus melalui jalan tersebut jika mereka ingin bertemu dengan Tuhan, jalan itu adalah mengakui bahwa tidak ada yang berhaq disembah kecuali ALLAH, dan mengikuti jalan yang ditempuh oleh para nabi.

Ummat Nuh harus mengikuti jalan yang ditempuh Nuh, ummat Musa harus mengikuti syariat yang dibawa oleh Musa, ummat Isa harus mengikuti jalan yang ditempuh oleh Isa, dan ummat Muhammad Rasulullah saw harus mengikuti syariat yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah saaw yang mana syariat itu beliau bawa dari Tuhannya.

Oleh sebab itu ummat Yesus  harus mengakui bahwa tidak ada yang berhaq disembah kecuali ALLAH dan mengakui bahwa Yesus adalah Rasul ALLAH. Begitu juga ummat Nabi Muhammad, mereka harus mengakui keesaan ALLAH dan mengakui Muhammad sebagai orang yang diutus oleh ALLAH.

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Yesus bukanlah Tuhan, karena Yesus bukanlah tujuan. Tujuan kita adalah ALLAH. Yesus hanyalah utusan ALLAH yang mengajak kepada orang-orang Israel agar mengakui ALLAH sebagai Ilah mereka. Sedangkan Nabi Muhammad saw diutus bukan hanya untuk bangsa Arab, bukan hanya untuk bangsa Israil, tetapi untuk semua ummat manusia. Nabi Muhammad saw diutus untuk mengajak manusia agar mengakui ALLAH sebagai satu-satunya Ilah yang benar.

JALAN LURUS DALAM ISLAM

Al-Fatihah: 6 Tunjukilah kami jalan yang lurus.

Muslim tidak pernah menganggap ‘jalan yang lurus’ atau ‘jalan lurus’ sebagai Tuhan. Karena Tuhan bukanlah jalan, Tuhan adalah tujuan. Ketika seorang muslim meminta kepada ALLAH agar ditunjuki jalan yang lurus, mereka sedang meminta agar ditunjuki kepada jalan yang menyampaikan mereka kepada ALLAH. Jalan Tuhan adalah suatu jalan yang harus ditempuh bagi mereka yang ingin bertemu dengan ALLAH. Lalu apakah ‘jalan lurus’ atau ‘jalan Tuhan’ itu? Jalan lurus yang harus ditempuh orang-orang yang ingin bertemu dengan ALLAH adalah mengesakan ALLAH dan menyembah-Nya dengan ikhlash.

Ali Imran: 51 (Isa adalah utusan kepada bani Israil yang berkata:) ‘Sesungguhnya ALLAH, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.’

Al-Kahfi: 110 Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa’. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya’.

SEMBAHLAH DIA

Marilah Kita semua agar kembali kepada jalan yang lurus, jalan yang diridhoi oleh ALLAH. Sebagaimana yang diserukan Isa kepada kaumnya, sebagaimana yang diserukan para nabi kepada kaumnya, sebagaimana yang diserukan Muhamamd Rasulullah saw kepada seluruh ummat manusia,

Sesungguhnya ALLAH, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus

ALLAH, Dialah yang menciptakan Kita, yang harus Kita sembah. ALLAH, Dialah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia, Ilah yang Esa.


Yohanes 20:17 Kata Yesus kepadanya: ‘Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.’

Markus 12:29 Jawab Yesus: ‘Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.’

Yesus juga sudah mengingatkan, bahwa janganlah menyebutnya dengan panggilan Tuhan:

AlKitab

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Matius 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Matius 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

AlQuran

Al-Maidah:72 Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

Yesus menyebut Tuhan sebagai ‘Ilah kita’, Ilahnya dan Ilah Orang-orang Israel. Yesus menyebut Tuhan sebagai Ilahnya, sebagai sesembahannya. Bahkan Yesus menyembah Tuhan. Tuhankah dia yang menyembah Tuhan? Tuhankah dia yang mengaku sebagai jalan menuju Tuhan? Pahamilah! Tuhan adalah tujuan, Tuhan bukanlah jalan. Tuhan adalah ALLAH, maka sembahlah Dia. ALLAH adalah Ilah yang benar, Ilah yang haq. Dialah ALLAH yang Esa.

taken from Islamic.Xtgem.Com