Agama Dan Ajaran Avraham

Avrahamic

Dalam ilmu perbandingan agama, agama Abrahamik — yang sering pula disebut sebagai agama samawi — adalah setiap agama yang muncul dari suatu tradisi Semit kuno bersama dan yang ditelusuri oleh para pemeluknya kepada Abraham atau Ibrahim(“Bapak/Pemimpin banyak orang” Bahasa Ibrani אַבְרָהָם (“Avraham”) Bahasa Arab ابراهيم (“Ibrahim”), seorang leluhur yang kisah hidupnya diceritakan di dalam Alkitab Ibrani/Perjanjian Lama, dan sebagai seorang nabi di dalam Al Qur’an dan juga disebut nabi dalam Kitab Kejadian 20:7.

Agama ini merupakan kelompok besar dari agama-agama monoteistik, termasuk Kristen, Islam. Agama-agama Abrahamik mewakili lebih dari setengah [1] dari seluruh pemeluk agama di dunia. Namun demikian, banyak dari para pemeluk agama ini yang menolak pengelompokan agama atau kepercayaan mereka seperti ini dengan alasan bahwa agama mereka pada intinya dan dasarnya mengandung gagasan-gagasan yang berbeda atau bahkan berlawanan dengan gagasan-gagasan agama yang lainnya mengenai Abraham dan Tuhan atau Allah.

Menurut tradisi Yahudi, Abraham adalah orang pertama dari masa pasca air bah yang menolak penyembahan berhala melalui analisis yang rasional (Sem dan Eber melanjutkan tradisi dari Nuh), dan karena itu ia secara simbolis muncul sebagai tokoh fundamental untuk agama monoteistik. Dalam pengertian ini, agama Abrahamik dapat disebut secara sederhana sebagai agama monoteistik, tetapi tidak semua agama monoteistik tergolong agama Abrahamik. Dalam Islam ia dianggap sebagai pemeluk monoteis yang pertama di dunia, ketika monoteisme telah lenyap (Abraham adalah nabi yang berada dalam rangkaian nabi-nabi, mulai dari Adam) dan karenanya sering dirujuk sebagai Ibrahim al-Hanif atau Abraham sang Monoteis.

Istilah monoteisme padang pasir kadang-kadang digunakan untuk maksud perbandingan serupa dalam konteks historis, tetapi bukan untuk agama-agama modern, dan sekarang istilah ini dianggap menghina.

Saat ini di dunia diperkirakan ada sekitar 3,7 milyar orang pemeluk agama Abrahamik.

Agama samawi atau disebut juga agama langit, adalah agama yang dipercaya oleh para pengikutnya dibangun berdasarkan wahyu Allah.

Beberapa pendapat menyimpulkan bahwa suatu agama disebut agama Samawi jika:

  • Mempunyai definisi Tuhan yang jelas
  • Mempunyai penyampai risalah (Nabi/Rasul)
  • Mempunyai kumpulan wahyu dari Tuhan yang diwujudkan dalam Kitab Suci

Di dunia ini agama-agama besar yang dianggap agama samawi diantaranya Yahudi, Kristen, Islam. Kebalikan dari agama samawi adalah Agama Ardhi. Baha’i juga sering dianggap sebagai agama Abrahamik.

Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat perintah dan larangan lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imambagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata : “ Dan saya mohon juga dari keturunanku”. Allah berfirman : “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim.(Al Qur’an Surah 2:124)

 

Ajaran Avrahamic

Dari uraian diatas dapatlah diambil garis besar, sebagai pedoman awal untuk menjelaskan tentang ajaran Ibrahim yang sesungguhnya:

Ibrahim adalah pembawa ajaran monoistik, yaitu ajaran yang menuhankan satu Ilah yang Maha Esa.

Selanjutnya klaim terhadap satu Ilah yang Maha Esa ini dimonopoli oleh ummat Islam yang mengatakan bahwa agama ini adalah agama yang paling benar , berasal dari Ilah yang Maha Esa dan menyempurnakan ajaran-ajaran Avrahamic terdahulu. Untuk itu perlu ditelusuri kebenarannya secara perlahan;

 

Islam adalah kata arab yang berarti berserah diri, tunduk patuh. Untuk merujuk ke orangnya digunakan kata Muslim yang berarti yang tunduk patuh, yang berserah diri.

Jika di-search di Al Quran dengan menggunakan keyword berserah diri, ada beberapa ayat yang menarik:

 

Ali Imran:67 Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

*Ayat ini melekatkan kata muslim (berserah diri) kepada Nabi Ibrahim (Abraham). Jadi, Ibrahim adalah orang Islam (Muslim)

 

AnNaml:38 Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

AnNaml:42Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya [1099] dan kami adalah orang-orang yang berserah diri”.

*Nabi Sulaiman (Solomon) dan Ratu Saba, Balqis berserah diri pada Allah. Nabi Sulaiman dan pengikutnya adalah orang Islam (Muslim)

 

Yusuf:67. Dan Ya’qub berkata: ……………………Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri.”

* Nabi Ya’qub (Jacob) mengaku berserah diri, Nabi Ya’qub orang Islam (Muslim)

 

Yunus:90. Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia (Musa dan Harun): “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

* Nabi Musa (Moses) dan Nabi Harun (Aron) mengaku berserah diri, Nabi Musa dan Harun adalah orang Islam (Muslim), pengikutnya, bani israil harusnya juga muslim.

 

Ali Imran:52. Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

*Nabi Isa (Jesus) dan pengikutnya mengaku berserah diri, Nabi Isa dan pengikutnya adalah orang Islam (Muslim)

 

Demikianlah Avraham dan anak cucunya melakukan suatu penyerahan diri kepada tuhan mereka, dan hal ini lah yang menjadi klaim bahwa Avraham adalah seorang Muslim.

Masih banyak lagi ayat lain yang mengindikasikan Nabi-nabi di atas (serta yang tidak disebutkan) dan pengikutnya mengaku Muslim. Bisa di search dengan keyword “Tunduk Patuh”. Akhirnya saya sampai pada kesimpulan. Setiap Nabi sejak jaman Adam sampai ke Nabi Muhammad (termasuk Nabi Musa dan Nabi Isa) dan para pengikutnya adalah Muslim. Dengan kata lain mereka adalah beragama Islam dalam pandangan Al Quran.

 

Dari kenyataan di atas dapatlah dipahami ayat berikut:

Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

 

Selanjutnya, bagaimana dengan yang menganut Hindu, Budha, atau agama bumi lainnya? Apakah Islam juga mencakup pengertian agama bumi?

Dalam AlQuran ditemukan janji Allah berikut, yang membuktikan Al Quran mengakui agama bumi diluar agama yang dibawa para nabi, yakni shabiin:

AlBaqarah:62. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

AlMaidah:69. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

 

Ayat ini menjawab pertanyaan;  bagaimana nasib seseorang yang tidak pernah datang kitab kepada mereka (ummi) ataupun peringatan para Rasul (bukan hanya rasul Muhammad). Allah tetap memperhitungkan mereka sepanjang mereka beriman kepada Allah. Saya memberikan penekanan pada kata Allah disini dari bahasa arab yang berarti Al Ilah atau Tuhan. Sehingga tiap orang bisa saja mempunyai sebutan kepada Tuhannya tergantung bahasa yang digunakan. Cerita nabi Ibrahim berikut meyakinkan saya:

 

AlAnam:75-79. Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin. Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.” Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.” Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

 

Nabi Ibrahim mencontohkan bagaimana proses pencarian dia kepada Tuhan lewat tanda-tanda kekuasaan Tuhan di langit dan di Bumi, tanpa petunjuk kitab, bahkan sempat berganti-ganti ‘tuhan’, tapi pada akhirnya berbuah kesimpulan adanya suatu dzat tunggal yang maha kuasa. Jadi Tuhan kita adalah Tuhan yang satu. Hanya sebutannya yang berbeda, Allah, Alah, Yahwe, Sang Hyang Widhi, merupakan dzat yang sama. Tuhan yang satu.

 

Akhirnya dapat difahami kenapa Ibrahim diangkat jadi Imam untuk semua manusia:

124. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

 

Beliau merupakan contoh yang sempurna untuk agama yang lurus, baik agama samawi (‘Islam’, Kristen, Yahudi) maupun agama bumi (tanpa kitab)

Nabi Muhammad  pun dalam Al Quran diperintahkan untuk mengikuti agama Ibrahim yang lurus:

AliImran:95. Katakanlah (Muhammad): “Benarlah (apa yang difirmankan) Allah.” Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.

AnNisaa:125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.

 

Avraham adalah Nabi Kesayangan Allah.

Inilah ke-Universalan AlQurana yang mampu mengupas tuntas setiap perihal ketuhanan. Al Quran menjanjikan hukuman kepada yang tidak taat dari golongan ‘Islam’ (yang kita kenal sekarang ini, pengikut nabi Muhammad), sama kerasnya dengan hukuman yang diberikan kepada golongan Yahudi dan Nasrani yang tidak taat kepada Rasulnya. Di saat yang sama, Al Quran juga menjanjikan Surga kepada golongan ‘Muhammad’ yang taat pada Rasulnya sama baiknya dengan janji yang diberikan pada golongan Kristen dan Yahudi yang taat pada Rasulnya, bahkan golongan Shabiin yang diluar agama samawi.

Dari penjelasan diatas dapatlah dicerna dengan pemikiran sederhana bahwa istilah Islam, Muslim, itu bukan hanya merujuk ke umat Muhammad, tapi juga ke umat-umat nabi lain, termasuk umat nabi Musa (Yahudi) dan umat nabi Isa (Kristen). begitu juga kenapa Allah di dalam Al Quran tidak pernah menyebut yahudi dan nasrani sebagai “Diin” atau agama. Karena bagi Allah, kita semua adalah satu agama. Agama Ibrahim yang lurus, dimana Nabi Ibrahim adalah Imamnya. Akhirnya saya paham maksud ayat ini setelah membaca Al Quran tanpa sentimen ‘agama’.

 

AlAnbiyaa:92. Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

 

Satu pertanyaan lagi yang timbul, kenapa syariat 3 agama samawi, ‘Islam’ (selalu saya kasih kutip untuk menandai bahwa ini adalah Islam golongan Muhammad), Kristen, Yahudi ini begitu berbeda? Kenapa tidak disatukan saja??

 

AlBaqarah:213. Manusia itu adalah umat yang satu. maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

 

Manusia adalah umat yang satu, terpecah karena dengki antar mereka.

Allah tidak menyukai perpecahan dan bergolong-golongan.

AlMukminun:54. Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.

Allah membenci orang yang memecah agama tauhid ini menjadi golongan-golongan, seperti ‘Islam’, Kristen, dan Yahudi. Semua Rasul diperintahkan untuk masuk ke agama yang berserah diri (agamanya Ibrahim yang lurus), dan bukan sebagai golongan. Dan tentunya para Rasul akan menyeru kepada pengikutnya agar tidak menjadi bergolongan.

Bergolong-golongan tentu saja akan menjadi sesuatu yang kelihatannya wajar apabila kita dalam satu agama, disodori syariah yang berbeda-beda. Yahudi dengan hukum taurat, Kristen dengan hukum Injil, dan “Islam” dengan hukum Al Quran. Tapi tanpa kita sadari pesan dalam kitab suci masing-masing akan menyeru kita kepada agama yang satu, dan tidak akan bergolong-golongan. Tapi kita tidak sadar, dan akhirnya terbentuklah dunia seperti yang kita kenal sekarang ini.

 

sadarilah makna ayat berikut:

AliImran:64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

Nabi Muhammad menyeru kepada Ahli kitab (orang yang memegang Taurat dan Injil), agar mencari persamaan, yakni ketauhidan, alih-alih mengajak para ahli kitab pindah ‘agama’. Dengan kata lain Nabi Muhammad mengakui syariah yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Isa.

AlMaidah:46. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

Yunus:37. Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

 

Ayat2 berikut:

AlBaqarah:135. Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah : “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”.

AlMaidah:51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Bukanlah mengkonfirmasikan bahwa ajaran Taurat atau Injil itu salah atau sudah ‘expire’ seperti pendapat kebanyakan, tetapi, Nabi Muhammad diperintah Allah untuk tidak menjadi bergolongan seperti golongan Yahudi atau golongan Nasrani. Harus tetap menegakkan agama Ibrahim yang lurus.

 

Nabi Muhammad tidak diperintahkan untuk meng-‘convert’ para ahli kitab agar jadi pengikutnya. Bahkan sebisa mungkin tidak berdebat, kalaupun mau berdebat, debat dengan cara yang baik.

AlAnkabut:46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri.”

AlMaidah:68. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

 

Nabi Muhammad mengatakan kepada umat Nabi Musa dan Umat Nabi Isa agar menegakkan ajaran kitab masing-masing, agar bisa dipandang sebagai beragama oleh Allah. Jika kita tidak menjunjung tinggi ajaran kitab masing-masing, hanya akan menambah kekafiran.

Injil membenarkan Taurat, Al Quran membenarkan Injil dan Taurat.

 

Berikut adalah apa yang diinginkan Allah, Tuhan kita.

AnNahl:92. Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.

 

Masalah jumlah umat hendaknya jangan dipusingkan, itu hanyalah ujian. Yang menambah kedengkian kita pada golongan lain.

AnNahl:93. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.

 

Qiblat Ibadah Avraham

Ayat berikut berbicara tentang kiblat, yang dalam pandangan umat ‘Islam’ berarti ka’bah secara fisikal dan sebagai penunjuk arah sujud dalam sholat. Saya mencoba memahami kiblat sebagai ‘panutan syariah’ atau panutan kitab dan saya akhirnya memahami kenapa dalam agama tauhid, agama Ibrahim yang lurus, terdapat 3 syariah yang semuanya diakui kebenarannya, sampai sekarang.

AlBaqarah:142. Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka dari kiblatnya  yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”

*Saya mengganti kata kiblat dengan kata panutan syariah, bahasa kasarnya, saya dapat arti seperti ini: orang yang kurang akalnya heran melihat orang mengganti ‘agama’-nya/golongannya, misalnya dari syariah Injil menjadi syariah Al Quran atau dari syariah Al Quran menjadi Syariah Taurat misalnya. Tapi Tuhannya tetap satu, yakni Allah.

 

ALBaqarah:143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu, umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia

* Ini alasan sebenarnya, kenapa syariah itu menjadi 3 dalam satu agama, Tuhan menetapkan syariah kita seperti sekarang ini, agar Tuhan tahu, siapa yang benar-benar mengikuti Rasul/kiblat masing-masing dan tetap menjaga agar tidak menjadi bergolongan, tetap menjaga agama yang satu. Godaan untuk menjadi bergolongan sangat besar, berkat adanya perbedaan syariah. Dan sungguh itu terasa berat,…sangat berat untuk mengakui kebenaran ‘agama’ orang lain. Lebih gampang jadi dengki.

 

AlBaqarah:144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan

*Allah akan memalingkan kita ke ‘syariah’ yang kita sukai. Sangat wajar jika seorang anak Yahudi akan memilih syariah Yahudi yang telah dianut Bapaknya. Ayat ini membuat saya tidak perlu merasa beruntung dilahirkan dari keluarga muslim, demikian juga anak yahudi/nasrani tidak perlu merasa beruntung dilahirkan dari keluarga yahudi/nasrani. Khusus untuk syariah Muhammad yang datang belakangan, diserukan untuk memalingkan muka ke arah Masjidil Haram, agar para ahli kitab tahu, bahwa syariah yang diajarkan Nabi Muhammad adalah benar dari Tuhan. Sekarang, saya pribadi meyakini bahwa Masjidil Haram itu adalah salah satu tempat yang diklaim oleh 3 ‘agama’ samawi. Saya akan memberikan penjelasan pada email yang lain.

 

AlBaqarah:145. Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu -kalau begitu- termasuk golongan orang-orang yang zalim.

*Nabi Muhammad diperingatkan untuk tidak mengikuti keinginan para ahli kitab agar menjadi bergolongan dan merasa benar sendiri, seperti yang terjadi di dunia hingga detik ini. Masing-masing syariah dibenarkan, tidak perlu bergolongan.

 

AlBaqarah:146. Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

*Dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad (Al Quran), para pemegang Injil dan Taurat akan menemukan hal yang sama seperti yang tertulis dalam kitab mereka. Diberikan perumpaan oleh Allah ‘seperti mengenali anak sendiri’.

 

AlBaqarah:148. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

*Garansi kebenaran buat setiap syariah, kita akhirnya disuruh berlomba dalam berbuat kebajikan

 

Ditegaskan lagi dalam kisah berikut:

AlBaqarah:111. Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.

ALBaqarah:112. (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

*Orang-orang Yahudi maupun Nasrani mengklaim bahwa hanya merekalah masing2 yang paling benar, yang berhak masuk surga. Dibantah oleh Allah dalam ayat berikutnya, “tidak demikian, siapa pun yg berserah diri, berbuat kebajikan, maka dapat pahala”, dan bisa mendapat ganjaran Syurga, tanpa melihat syariah yang diyakininya.

 

Syariah, sebagai sekumpulan rule, aturan main dari Tuhan, bukanlah penentu masuk tidaknya anda ke Syurga, tapi kepatuhan anda pada syariah yang anda ikuti, yang akan membawa kita mendapat ganjaran yang baik dari yang Maha Kuasa. Syariah hanyalah penguji kepatuhan.

Apa pun ‘agama’ anda, kembalilah ke ajaran murni yang sebenarnya dari Kitab masing-masing. Kita sebenarnya sedang diuji oleh yang Maha Kuasa dengan perbedaan syariah. Syariah yang berbeda seharusnya tidaklah membuat kita saling iri hati, dengki, bahkan sampai mengobarkan peperangan. Tuhan kita adalah Tuhan yang satu. mari kita damaikan perselisihan antara Orang-orang yang beriman diantara kita.

Umat Isya dan umat Musa harusnya berterima kasih pada pendakwah-pendakwah ‘Muslim’ yang hingga saat ini mampu menarik kurang lebih 1.3 Milyar orang di dunia ini mengenal Agama Tauhid lewat syariah Al Quran.

 

Bertaubatlah, kembali kejalan Tuhan!

 

An-Nashr:1-3 Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

 

Apakah waktunya sudah dekat?

AlAn`am:115. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.

AlAn`am:116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)

 

source:

http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Abrahamik
http://www.mapsofworld.com/world-religion-map.htm
http://www.e-bacaan.com/emailc96.htm
Iklan

Alkitab Dan ALQuran Berbicara Tentang Kehancuran Kitab Suci

Orang Kristen seringkali menyebut kitab-kitab kanonik di dalam Alkitab/Bible seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes dengan sebutan Injil. Namun demikian, apakah kitab-kitab tersebut benar-benar merupakan Kitab Suci Injil yang diturunkan oleh Allah dan diajarkan oleh Nabi Isa/Yesus kepada umat Israel?

Keterangan dari ketiga kitab kanonik tersebut (kecuali Yohanes), yang kemudian dikenal dengan sebutan kitab-kitab sinopsis karena seringkali berisi cerita yang sama tentang Yesus, memberikan penjelasan yang sangat terang berikut ini (cetak biru ditambahkan):

Kitab Markus:

1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada
Injil!

1:38 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”
1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan
Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

10:29 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,

13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.

14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Kitab Matius:

4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

9:35. Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

11:1. Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

Kitab Lukas:

4:43 Tetapi Ia (Yesus) berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
4:44 Dan Ia memberitakan
Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

9:6 Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

20:1. Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta tua-tua ke situ,

Keterangan dari ketiga kitab yang diduga orang Kristen sebagai Injil di atas, tampak jelas bahwa Yesus ketika masih berada di tengah-tengah umat Israel mengemban misi untuk menyebarkan ajaran yang tertuang dalam Kitab Suci Injil. Tentu saja, Injil yang dimaksud oleh para pengarang kitab-kitab kanonik di atas, yang diajarkan Yesus kepada umat Israel, adalah Kitab Suci Injil yang sebenarnya. Sedangkan kitab-kitab kanonik seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes bukanlah Kitab Suci Injil yang sebenarnya, karena kitab-kitab kanonik tersebut ditulis jauh setelah masa kehidupan Yesus di tanah Israel. Berikut ini daftar kompilasi kitab-kitab kanonik menurut para sarjana alkitabiah1:

Kitab Kanonik Waktu Kompilasi

Markus 65-85 M2

Matius 80-90 M3

Lukas 80-110 M4

Yohanes 85-115 M5

Sementara itu, Yesus diduga “disalib” pada pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, atau sekitar tahun 30 M. Asumsi ini didasarkan pada kurun waktu Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M.6 Pontius Pilatus konon menyerahkan Yesus kepada orang-orang Yahudi untuk disalibkan.7 Jadi, antara Injil yang diajarkan oleh Yesus dengan kitab sinopsis pertama (Markus) berjarak sekitar 40 tahun!

Jelasnya, keterangan dari kitab-kitab sinopsis di atas membuktikan bahwa kitab-kitab kanonik yang diduga Injil itu bukanlah Kitab Suci Injil yang sebenarnya, tetapi merupakan kitab-kitab biografi tentang Yesus yang memiliki nilai seni tertentu pada masa penulisannya. Sedangkan Kitab Suci Injil yang diajarkan oleh Yesus kepada umat Israel jelasnya sudah hancur oleh sekelompok tangan-tangan umat Israel sendiri. Hal ini dijelaskan oleh Kitab Suci Al-Qur’an mengenai kebiasaan buruk Bani Israel (orang-orang Yahudi) terhadap kitab suci mereka (cetak biru ditambahkan):

Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Bani Israel) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. 2:75)

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah kalimat (Allah) dari tempat-tempatnya. Mereka berkata : “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula) : “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan) : “Raa’ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan : “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis. (QS. 4:46)

(Tetapi) karena mereka (orang-orang Yahudi) melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah kalimat (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. 5:13)

Keterangan dari tiga ayat Al-Qur’an di atas, yang menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi (Bani Israel) gemar merubah kalimat/firman Allah di dalam kitab suci yang diturunkan kepada mereka seperti Taurat, Zabur/Mazmur, dan Injil, semakin memperjelas fakta bahwa kitab-kitab wahyu yang orisinal tersebut benar-benar sudah hancur dan tidak dapat dikenali lagi sebagai kitab-kitab yang tunggal dan utuh. Sebutan Taurat, Zabur/Mazmur, dan Injil yang seringkali kita dengar dari mulut golongan ahli kitab (Yahudi & Kristen) untuk mengklaim kitab-kitab tertentu di dalam Alkitab/Bible mereka, sebenarnya merupakan sebutan terhadap kitab-kitab wahyu yang sudah berkali-kali dirubah dan ditambah oleh masing-masing pengarang/penulisnya. Lebih jauh, Allah tidak pernah menjamin kemurnian ketiga kitab wahyu tersebut hingga akhir masa. Ini berbeda dengan Kitab Suci Al-Qur’an yang secara tegas Allah menjamin kemurniannya hingga akhir masa (QS. 15:9). Namun demikian, melalui pemeriksaan yang hati-hati, kita mungkin masih dapat mengenali beberapa ayat tertentu dalam Alkitab/Bible yang patut diduga merupakan ayat-ayat Taurat, Zabur, dan Injil yang sebenarnya atau serpihan-serpihannya.

Adapun klaim orang Kristen bahwa yang dimaksud Kitab Suci Injil adalah kitab-kitab seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes, adalah klaim yang sangat lemah, karena orang Kristen hanya mendasarkan pada satu ayat Markus berikut ini (cetak tebal ditambahkan):

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. (Markus 1:1)

Padahal, ayat-ayat Markus lainnya (berjumlah 11 ayat di atas) secara tegas menyatakan bahwa Kitab Suci Injil adalah kitab suci yang diajarkan oleh Yesus kepada umat Israel dahulu, jauh sebelum ditulisnya Kitab Markus sendiri.

Keterangan:

1. Harus dibedakan pengertian antara “sarjana alkitabiah” dan “penganut Kristen”. Seorang “sarjana alkitabiah” belum tentu seorang penganut Kristen, demikian     pula sebaliknya, seorang “penganut Kristen” belum tentu seorang sarjana alkitabiah.
2. A) Duncan GB (1971) B) Davies JN (1929a) C) Moffat J (1929) D) Sundberg AC (1971) E) Pherigo LP (1971) F) Asimov I (1969) G) Mack BL (1996) H) Nineham     DE (1973) I) Leon Dufour X (1983)
3. A) Duncan GB (1971) B) Sundberg AC (1971) C) Kee HC (1971) D) Leon Dufour X (1983) E) Mack BL (1996) F) Fenton JC (1973)
4. A) Mack BL (1996) B) Asimov I (1969) C) Duncan GB (1971) D) Baird W (1971) E) Sunberg AC (1971)
5. A) Mack BL (1996) B) Duncan GB (1971) C) Shepherd MH (1971) D) Leon Dufour X (1983)
6. A) Josephus F (1988) B) Asimov I (1969) C) Baird W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon Dufour X (1983)
7. Markus 15:15; Matius 27:26; Lukas 23:25; Yohanes 19:16

Wassalaam.

Berdosakah Paulus Karena MengEsakan Tuhan?

Tuhan dalam konsep trinity merupakah sesosok tokoh dengan tiga pribadi, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus; kepribadian sesungguhnya hanyalah milik makhluk dan mengapa Tuhan memiliki pribadi yang sebenarnya kepribadian ini juga fiktif belaka.

Bagaimana pribadi Bapa, begaimana pribadi Anak dan bagaimana pribadi Roh Kudus?

Blank…

Keberadaan ketiga pribadi ini juga masih dipertanyakan eksistensinya. Semisal, Pribadi Tuhan sewaktu menjadi manusia, bagaimanakah cara Tuhan yang notabene adalah manusia yang memiliki sifat lelah untuk mengendalikan seluruh alam semesta sementara dia harus berlakon sebagai makhluk yang lemah dan mati.

Jika Tuhan dengan kepribadian manusiawinya ada dibumi, kemudian Bapa disorga mengendalikan alam semesta dan Roh Kudus ada dimana-mana, maka sama lah halnya dengan ketidak esaan karena ketiga oknum ini berada ditiga tempat yang berbeda, atau ketiga oknum ini masing-masing memiliki keterbatasan disebabkan dengan adanya tiga pribadi ini.

Defenisi Esa

Menurut Ahli Tafsir Bahasa:

Esa ialah tidak tersusun dan tidak berbilang

Maha Esa pada zat-Nya berarti zat-Nya tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian. Maha Esa pada sifat-Nya berarti tidak ada satu sifat makhlukpun yang menyamai-Nya dan Maha Esa pada af’al-Nya berarti hanya Dialah yang membuat semua perbuatan.

Menurut Kamus Bahasa:

Definisi ‘esa’

English

one

Indonesia

tunggal; satu; — hilang, dua terbilang, pb berusaha terus dng keras hati hingga maksud tercapai;berbilang dr — , mengaji dr alif, pb melakukan sesuatu hendaknya dr permulaan; ber·e·sa-e·sa·an v 1 cak berada seorang diri saja; 2 merasa lengang; meng·e·sa·kan v menjadikan (menganggap) satu: ~ Tuhan (mengakui bahwa Tuhan hanya satu); ke·e·sa·an n sifat yg satu: ~ Tuhan (http://www.artikata.com/arti-326786-esa.php)

Defenisi Esa Oleh Paulus

Defenisi Tuhan Yang Esa menurut Paulus sangat berbeda dengan apa yang difahami oleh sebagian besar penganut kristen dipenjuru dunia. Dan hal ini menjadi problematika menarik untuk dikaji.

Paulus dalam hal-hal penting pada suratnya yang membicarakan tentang Ketuhanan, selalu menyatakan bahwa Tuhan itu Esa bahkan Maha Esa, namun kristian selalu menonjolkan sosok Trinity yang asalnya masih mistery. Sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan mendasar yang merupakan quetioner tentang dasar-dasar ketauhidan terhadap jemaat-jemaat yang meyakini bahwa Yesus itu adalah Tuhan.

Tuhan= KEKAL, TAK TAMPAK, TAK TAKLUK PADA MAUT, BERSEMAYAM DALAM TERANG, TAK TERHAMPIRI, TIDAK SEORANGPUN PERNAH MELIHATNYA, .

1 Timotius 1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

1 Timotius 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

1 Timotius 6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

1 Korintus 8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.”

Sama halnya dalam Kitab lainnya yang membicarakan perihal Esa:

Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Markus 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

Lukas 11:2 Maka Yesus berkata kepada mereka, “Kalau kalian berdoa, katakanlah begini, ‘Bapa, Engkaulah Allah yangEsa. Semoga Engkau disembah dan dihormati.

Matius 6:9 Jadi berdoalah begini, ‘Bapa kami di surga: Engkaulah Allah yang Esa. Semoga Engkau disembah dan dihormati.

Ulangan 32:39 Lihatlah, Aku Allah Yang Esa, tak ada Allah kecuali Aku. Aku membunuh dan menghidupkan, melukai dan menyembuhkan. Bila Aku bertindak, tak seorang pun dapat melawan.

Ulangan 6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa!

Yosua 24:19 Lalu Yosua berkata, “Tetapi kalian barangkali tidak akan sanggup mengabdi kepada TUHAN, sebab Ia Allah yang kudus, Yang Maha Esa. Ia tidak mau ada saingan. Kalau kamu meninggalkan Dia dan mengabdi kepada ilah-ilah lain, Ia tidak akan mengampuni dosamu. Sebaliknya, Ia akan melawan dan menghukum kalian. Ia akan membinasakan kalian, sekalipun dahulu Ia baik kepadamu.”

Yudas 1:25 Dialah satu-satunya Allah, Penyelamat kita melalui Yesus Kristus Tuhan kita. Dialah Allah yang mulia, agung, berkuasa dan berwibawa sejak dahulu kala sampai sekarang dan untuk selama-lamanya! Amin.

Lantas; Kristen ini sebenarnya ajaran siapa?

Very very very Big QUESTION

Tidak ada satupun yang menuliskan kisah Yesus dengan benar

Umat Yahudi mempunyai keyakinan paralel bahwa sebelum Mesias datang, Elia akan datang terlebih dahulu.

MATIUS:

Matius 17:11 Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu

Matius 17:12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.”

Matius 17:13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Menurut ayat-ayat Matius di atas, bahwa Elia itu adalahYohanes Pembaptis.

YOHANES:

Yohanes 1:19. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?”

Yohanes 1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.”

Yohanes 1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: “Bukan!”

Perhatikan ayat2 Yohanes di atas! Menurut Yohanes Pembaptis sendiri, ia bukanlah Elia sebagaimana dinyatakan dalam ayat2 Matius di atas.

Karenanya, umat Israel dimana Yesus diutus, tidak mengakui Yesus sebagai Mesiah yang diidam2kan itu, bahkan mereka menganggap Yesus adalah nabi palsu. Salah satu penyebabnya adalah bahwa Elia yang menurut Matius adalah Yohanes Pembaptis, ternyata dibantah oleh Yohanes Pembaptis sendiri.

Oleh sebab itulah orang-orang Yahudi membenci Yesus dan mengejar2nya seperti maling ayam hingga membunuh “Yesus” di tiang salib. Jadi, kalau Kristen mengklaim bahwa penyaliban Yesus di tiang salib merupakan “janji Yesus”, adalah BOHONG BESAR!!!

Lebih jauh, Yudas Iskariot, yang telah berjasa besar bagi upaya penyaliban “Yesus”, dituduh sebagai penghianat oleh umat Kristen.

Jika orang-orang Kristen berakal waras, tentunya Kristen mengelu-elukan Yudas Iskariot sebagai pahlawan, karena ia telah mencatat sejarah sebagai orang yang paling berjasa bagi penyaliban Yesus!

Kristen, benar2 agama yang tidak berbicara kebenaran!!!

MATIUS dan LUKAS tidak sependapat tentang sejarah masa kecil Sang Tuhan.

1. Siapa Yang Memberi Nama “Yesus”?

Matius 1:20-25, malaikat Tuhan bertemu dengan Yusuf dan memerintahkan Yusuf untuk memberi nama “Yesus” kepada anak yang akan dilahirkan oleh Maria.

Lukas 1:28-35, malaikat Tuhan bertemu dengan Maria dan memerintahkannya untuk memberi nama “Yesus” pada anak yang akan dilahirkannaya.

2. Zaman Kelahiran Yesus.

Matius 2:1-8, Yesus dilahirkan pada zaman raja Herodes.

Lukas 2:1-20, Yesus dilahirkan pada zaman kaisar Agustus (sesudah zaman Herodes), yakni ketika diadakan sensus penduduk di Yedea.

3. Masa Kecil Yesus.

Matius 2:1-15, sesudah Yesus dilahirkan maka ia langsung dilarikan bersama ibunya oleh Yusuf ke Mesir sampai raja Herodes mati.

Lukas 2:6-46, sesudah Yesus dilahirkan, ia dibawa ke Yerusalem kemudian ke Nazareth dan tinggal di sana selama 12 tahun.

4. SilsilahYesus.

Matius 1:2-16, silsilah Yesus dari Abraham hingga Yesus terdiri atas 40 keturunan.

Lukas 3:23-34, silsilah Yesus dari Abraham hingga Yesus terdiri atas 56 keturunan. Disamping itu juga, nama-nama keturunan dalam kedua silsilah Yesus tersebut hampir semuanya berbeda.

5. Masa Berlaku Hukum Taurat.

Matius 5:17-20, hukum Taurat berlaku hingga hari kiamat dan barangsiapa yang hidupnya tidak lebih baik dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, maka ia tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga.

Lukas 16:16, hukum Taurat berlaku sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis.

mail-archieve

Penduduk Surga Menurut AlKitab

Informasi tentang surga di bible hanya sebatas ini :

Mat. 13:31Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.

Mat. 13:33Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Mat. 13:44“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Mat. 13:45Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

Mat. 13:47“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

Mat. 22:2“Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

Mat. 25:1“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

BAGAIMANA DENGAN ISLAM?.

Di Al-Quran bagaimana keadaan surga diterangkan dengan lebih rinci sebagai berikut :

[QS 52:20] mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan BIDADARIBIDADARI yang cantik bermata jeli.

[QS 3:133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepadasurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

[QS 15:45] Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga(taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).

[QS 18:31] Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah;

[QS 22:23] Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surgasurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.

[QS 25:10] Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surgasurga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana

[QS 38:51] di dalamnya mereka bertelekan (diatas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu

[QS 43:73] Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan

[QS 76:20] Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam keni’matan dan kerajaan yang besar.

[QS 76:14] Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.

[QS 76:6] (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.

[QS 52:23] Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa

[QS 43:71] Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”.

[QS 30:15] Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira

[QS 2:25] Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surgasurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surgasurgaitu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya

[QS 3:15] Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

KEGIATAN SEKSUAL DI SURGA KRISTEN

Dalam Matius 22 :1-14 Yesus menjelaskan perumpamaan Surga dengan kisah perkawinan, Tetapi di Matius 22:30 Yesus mengatakan bahwa manusia di hari kebangkitan tidak kawin dan dikawinkan tetapi hidup seperti Malaikat.

Matius 22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Ayat Matius diatas timbul karena ada usaha Yahudi untuk menjebak Yesus. Alur ceritanya begini : Pertama-tama Yesus membuat perumpamaan bahwa Sorga itu ibarat perjamuan kawin. Lantas Yahudi bertanya kepada Yesus sebagai berikut

(MATIUS 22: 23-27) :

22:23Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:

22:24“Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.

22:25Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.

22:26Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.

22:27Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.

22:28Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia.”

Yesus menjawab bahwa di hari kebangkitan tidak ada kawin dan mengawinkan. Nah tahukah anda dimana letak jebakan Yahudi?. Latak jebakannya diseputar hari kebangkitan dan perkawinan. Sebelumnya coba kita perhatikan ayat berikut :

Matius 22:16Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.

Nah, mereka sebenarnya ingin menguji apakah Yesus benar-benar jujur. Karena orang yang jujur tentu tidak bertolak belakang dalam berkata-kata.

SADUKI (Matius 22:23-28) “ tak ada hari kebangkitan & Pilihan suami (perkawinan) setelah mati”

YESUS (Matius 22:30) “Pada waktu kebangkitan manusia tidak kawin”.

Bukankah kedua hal diatas penuh tanda tanya?. Orang saduki mengatakan bahwa “tak ada hari kebangkitan” Lalu Yesus menjawab “Pada waktu kebangkitan….” yang artinya ada hari kebangkitan.

Jadi seolah-olah Yesus menegaskan bahwa “ada hari kebangkitan” , dimana ini adalah bentuk penegasan bahwa mereka Sesat.

Matius 22:29 Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

Bagaimana dengan perkawinan?. Yesus mengatakan tidak ada kawin dan mengawinkan dihari kebangkitan. Untuk memahaminya maka kita harus tahu dulu definisi hari kebangkitan itu. Hari kebangkitan dipahami sebagai hari dimana manusia bangkit dari kematian, belum ke surga atau neraka. Jadi jika Yesus menjawab bahwa yang menjadi suami adalah si A, B atau C berarti Yesus telah terjebak, sehingga ketahuan bahwa Yesus bukan orang yang jujur. Itulah mengapa saat hari kebangkitan memang tak ada perkawinan atau pernikahan, karena hari itu merupakan hari penghakiman (Judgement Day). Pernikahan yang sesungguhnya adalah di Surga (Matius 22 :1-14). Mengapa?. Karena di surga lah perkawinan pertama kali dilakukan antara Adam dan Hawa.

Kalimat seperti malaikat di surga, mengandung maksud bahwa Malaikat itu memang tidak berkawin diantara mereka di Surga. Karena Malaikat merupakan pelayan manusia di Surga.

Kejadian 3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan ISTRIMU dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

Kejadian 3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada ISTERINYA, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Kesimpulan : Kawin dan mengawinkan merupakan hal yang akan terjadi di surga. Bagaimana dengan anak?. Ketika Adam dan Hawa hidup di Surga mereka tak dikaruniai anak. Setelah mereka turun ke dunia maka mereka beranak pinak. Jadi di surga kemungkinan tidak ada anak beranak meski berhubungan seksual. Karena pada dasarnya tak ada yang namanya anak dan ibu. Semua akan bertanggung jawab atas dosa masing-masing. Anak hanyalah titipan dan kesenangan sementara di dunia.

Berikut adalah alasan bahwa di Surga Kristen ada kegiatan seksual (kawin dan dikawinkan) :

  1. Adam dan Hawa di Surga sebagai suami istri
  2. Yesus terangkat ke Sorga dengan Jasad. Lukas 24:51Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka danterangkat ke sorga.
  3. Bahkan menurut Bible Malaikat juga butuh fisik dan aktivitas fisik. Kejadian 6:2maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
  4. Orang Kristen berpendapat di surga mereka hidup seperti malaikat, karena hanya berupa ruh. Padahal menurut Bible, di surga atau neraka mereka tidak berupa ruh, tetapi berjasad layaknya hidup di bumi. Berikut ayat-ayatnya :

Matius 5:29Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa,dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Markus 9:47Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,

Matius 10:28Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Lukas 13:28Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar

Matius 26:29Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”

Lukas 14:14-15 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”

Lukas 22:30bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Matius 8:11Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

Harlots

DI SURGA KRISTEN DISEDIAKAN PELACUR

Matius 21:31 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, Sesungguh nya pemungut-pemungut cukai dan PEREMPUAN-PEREMPUAN SUNDAL akan mendahului kamu MASUK KE DALAM KERAJAAN ALLAH.

Alkitab King James Version: [Matthew 21:31] Jesus saith unto them, Verily I say unto you, That the publicans and THE HARLOTS go into the kingdom of God before you.

Alkitab American Standard Version: [Matthew 21:31] Jesus saith unto them, Verily I say unto you, that the publicans and THE HARLOTS go into the kingdom of God before you.

“Perempuan-perempuan sundal” yang disebutkan dalam Alkitab Terjemah- an LAI, dalam Alkitab yang lebih kredibel yaitu Alkitab King James Version dan American Standard disana yang dituliskan adalah “HARLOTS”. Nah, apakah arti HARLOTS itu? Berikut Forza Islam berikan artinya menurut Kamus Inggris-Indonesia:

Kamus Lengkap Bermutu Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris 200.000

Oleh: John Surjadi H Erhans A Drs. Johan Tirta Drs. Hadi Lesmana

Cetakan 1983 Disain: Gunawan Chandra Copyright: Penerbit “INDAH” No 136387

Dalam kamus tersebut kata “HARLOT” ada pada halaman 137 yang arti Bahasa Indonesianya adalah “PELACUR”, jadi dengan demikian tentu kata “HARLOTS” artinya adalah “PARA PELACUR” atau “PELACUR-PELACUR”.

Lalu mengapa Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menerjemahkan kata “harlots” ke dalam Alkitab bahasa Indonesia bukannya “para pelacur” melainkan mereka menuliskannya “perempuan-perempuan sundal”? Itulah bisa-bisanya LAI menipu, tokh sudah biasa mereka melakukan kecurangan merubah-rubah ayat-ayat Alkitab.

Kasian memang orang Kristen, tak henti-henti jadi obyek kibulan oknum-oknum penterjemah LAI.

Jadi jelas Yesus sudah mengatakan bahwa HARLOTS alias PARA PELACUR akan masuk surga bahkan mereka LEBIH DULU masuk ke dalam surga daripada orang-orang Kristen. Mereka para pelacur itu memang istimewa sekali, akan masuk di surga dan disana nanti mereka akan bercokol dimana-mana untuk melayani orang Kristen yang juga menghuni surga.

Jadi pantas saja kalau dulu Yesus pernah membebaskan seorang pezinah yang tadinya sudah mau dihukum sesuai Hukum Taurat oleh para ahli agama, tetapi oleh Yesus perempuan pezinah itu malah dibebaskan:

Yohanes 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

Yohanes 8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak meng- hukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Mengapa Yesus tidak mau menghukum wanita pezinah itu tetapi malah membebaskannya (Yoh.8:11)? Karena memang pezinah dan PELACUR (perempuan-perempuan sundal) akan masuk surga bahkan mereka masuk ke surga lebih dulu daripada orang-orang Kristen lainnya (Mat.21:31).

Kita kembali ke topik. Sekarang silahkan kalian lihat dan buktikan sendiri dalam Alkitab terjemahan bahasa Inggris, disitu jelas-jelas tertulis “go into the…”, yang artinya jelas adalah “MASUK KEDALAM…Kerajaan Allah” alias surga.

Jadi baik dalam Alkitab versi King James dan American Standard maupun dalam Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), ayat-ayat yang telah tertulis dan mudah dimengerti ini tidak bisa kalian pelintar-pelintir lagi artinya.

Karena memang sudah jelas sekali bahwa Yesus mengatakan kalau HARLOTS alias PELACUR alias JABLAY alias (*) edit moderator(*) alias WTS alias PSK itu memang MASUK KE DALAM SURGA (Mat.21:31).

Kalau para pelacur yang jelas pekerjaannya adalah melakukan pelacuran dengan mudahnya masuk ke dalam surga, bahkan mereka akan masuk surga lebih dahulu daripada orang-orang Kristen yang masuk belakangan, tentu di surganya Kristen nanti pun mereka para pelacur itu akan tetap melacur untuk melayani sesama para penghuni surga (baca: Orang Kristen yang ada disana).

Para pelacur di surganya Kristen itu tentu bermacam-macam sesuai kelas- nya, tapi namanya pelacur ada juga yang murahan alias kelas kambing. Jadi tentu saja banyak diantara para pelacur di surganya Kristen itu yang jelek, bau ketek, dadanya tipis dan peyot, palanya peyang, jidatnya jenong, matanya jereng, idungnya pesek dengan upil yang keluar-keluar pula, terus pipinya kempot, kupingnya caplang, bibirnya dower, giginya nyaris ompong dan jigongan pula sehingga mulutnya bau taik, udah gitu lehernya nggak ada, kulitnya penuh dengan kadas-kurap-panu dan penyakit-penyakit kulit lainnya, pantatnya tepos dan kentutnya sangat bau sekaligus sebentar-sebentar cepirit, pahanya penuh selulit, dengkulnya korengan, betisnya segede gedebong pisang, kakinya bau jempol, dan berbagai cacat fisik lainnya namanya juga pelacur kelas rendahan!

Mengenai apakah mereka para pelacur di surganya Kristen itu nanti akan menetapkan tarif PAHE (PAket HEmat) atau gratisan alias suka sama suka kepada para konsumennya yaitu orang-orang Kristen, dan hasil melacur mereka di surga itu kemudian “di-pungli” alias diperas oleh para “pemungut cukai” yang juga dipastikan masuk surga (Mat.21:31), Forza Islam tidak mau ambil pusing karena itu sudah nasib apesnya orang-orang Kristen. Hanya pesan Forza Islam kepada orang-orang Kristen penghuni “surga”: “hati-hati ya kalau sedang “indehoy” alias “cemceman” dengan para pelacur, kalian bisa kena penyakit kelamin lho!” hehehehehe.

Jadi di surganya Kristen nanti, para PELACUR alias HARLOTS bercokol dan bergentayangan dimana-mana untuk melanjutkan pekerjaan mereka ketika di hidup di dunia sebagai pelacur, yang mana pekerjaan mereka itu TELAH MENGANTARKAN MEREKA MASUK KE DALAM SURGA.

Mereka melacur untuk memuaskan hasrat seksual orang-orang Kristen sekaligus memuaskan hasrat seksual mereka sendiri, sesama penghuni surga.

Kalian Kristen? Berarti kalian memilih pelacur!Kalian Kristen? Berarti kalian memilih pelacur!Kalian Kristen? Berarti kalian memilih pelacur!Kalian Kristen? Berarti kalian memilih pelacur!Kalian Kristen? Berarti kalian memilih pelacur!

Tahukah ukuran dan luas sorganya orang2 Kristen!?. Memi liki luas hanya 2.400 Km2, dengan tinggi 60 meter,memiliki pon dasi 12dan ada12 pintu saja. jadi jauh lebih kecil dari NewYork state,KASIAN DECH … !!

Berbeda dengan sorganya kita umat Islam, Allah menjelaskan, sorga itu seluas langit dan bumi ( jagat alam raya ini), silahkan buka dan baca kitab Wahyu dimana luas dan ukurannya:

Wahyu 21:16 Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya.

Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.

Wahyu 21:17 Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.

WARNING … !!! Perubahan kata dimungkin terjadi pada Alkitab, penulis baru mencoba ceck kembali denngan melihat program Alkitab yang beredar sekarang (Program Alkitab versi 2.7), awalnya adalah kata “mil” sekarang berubah menjadi “stadia” (Terjemahan Resmi).

BANDINGKAN LAGI DENGAN

ALKITAB

TERJEMAHAN SEHARI- HARI

21:16 Kota itu berbentuk persegi empat- panjangnya sama dengan lebarnya.

Maka malaikat itu mengukur kota itu dengan tongkat pengukurnya; ternyata panjangnya 2400 kilometer; lebar dan tingginya sama seperti panjangnya.

21:17 Ketika malaikat itu mengukur temboknya, ternyata tinggi tembok itu enam puluh meter. Ukuran yang dipakai oleh malaikat itu adalah ukuran yang dipakai oleh manusia.

BANDINGKAN LAGI DENGAN ALKITAB VERSI KING JAMES

21:16 And the city lieth foursquare, and the length is as large as the breadth: and he measured the city with the reed, twelve thousand furlongs. The length and the breadth and the height of it are equal.

21:17 And he measured the wall thereof, an hundred and forty and four cubits, according to the measure of a man, that is, of the angel.

KAYAKNYA DI KONVERSI (SATUAN) UKURANNYA !!!

Pake’ Trick Nich ???

Miyaaaaaaaaaaaak…………….minyaaaaaaaaaaaaaaaak…………….

Matius 25:8 “Gadis-gadis yang bodoh berkata pada gadis-gadis yang bijaksana, berikanlah kami sedikit dari minyakmuitu, sebab pelita kami hampir padam.”

Matius 25:9 “Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu : Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi ke penjual minyak dan beli disitu.”

Matius 25:10 “Akan tetapi waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.”

Jamuan kawin euy :)

Wahyu 19:7 “Marilah kita bersuka cita dan bersorak sorai dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan anak domba telah tiba, dan pengantinnya telah siap sedia.”

Wahyu 19:9 “Lalu ia berkata kepadaku: Tuliskanlah, Berbahagialah mereka yang diundang keperjamuan kawin anak domba. Katanya lagi kepadaku : Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”

Daya tampungnya terbatas :)

Wahyu 7:4 “Dan aku mendengar jumlah, mereka yang dimateraikan itu, seratu empat puluh empat ribu yg telah termateraikan dari semua suku keturunan Israel”

JANNAH DALAM ISLAM

AL-JANNAH ( Surga )TEMPAT YANG DISEDIAKAN OLEH ALLAH SWT UNTUK SELURUH MANUSIA YANG BERTAQWA

Nama-nama syurga itu sebagaimana yang disebutkan dalam Al- Qur’an sebanyak tujuh nama,yaitu :

1. Firdaus

”Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, maka bagi mereka adalah syurga Firdaus, yang merupakan kediaman yang kekal untuk mereka. Mereka kekallah didalamnya dan tidak ada keinginan untuk berpisah dari itu.” (QS. Al-Kahfi : 107-108) Firdaus adalah syurga yang tertinggi sekali derajatnya diantara sekian banyak syurga itu. ·

Sabda Rasulullah SAW : ”Firdaus adalah tanah tingginya syurga dan tertinggi pula derajatnya serta yang tertengah letaknya. Dan syurga firdaus itulah mengalirnya semua sungai syurga.” (HR. Thabrani dari Sumrah)

2. Jannatu’Adn

”Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, niscayalah Kami tidak akan menyia-nyiakan orang yang melakukan amal kebaikan. Orang – orang itu sama memperoleh syurga ’Adn, yang dibawah mereka itu mengalirkan beberapa sungai………” (QS.Al-Kahfi : 30-31)

3. Jannatun Na’im

”Sesungguhnya orang-orang yang beriman mengerjakan amal-amal shaleh, maka mereka akan memperoleh syurga Na’im, disitu mereka kekal selama-lamanya sebagai janji Allah yang sebenarnya dan Dia adalah Maha Mulia Lagi Bijaksana.” (QS. Luqman : 8-9)

4. Jannatul Ma’wa.

”Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka akan memperoleh syurga Ma’wa (yakni untuk kediaman mereka) sebagai pahala dari semua amal perbuatan yang dikerjakan.” (QS. As-Sajadah : 19)

5. Darus Salam. Firman Allah SWT : ”Dan Allah itu mengajak ke Darus Salam (yakni negeri keselamatan yaitu syurga) dan Dia menunjukkan orang yang dikehendaki kepada jalan (agama) yang benar. ” (QS. Yunus : 25)

6. Darul Muqamah.

”Orang-orang ahli syurga itu sama mengucap : Segala Puji adalah bagi Allah yang telah melenyapkan kesusahan dari kita semua,sesungguhnya Tuhan kita adalah Maha Pengampun lagi Pembalasguna. Dia telah menempatkan kita di Darul Muqamah (yakni negeri kekal yaitu syurga) dengan karunia-Nya. Disitu kita tidak merasa lelah dan tidak pula merasa resah.” (QS. Fathir : 34-35)

7. Almaqamul Amin

”Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mencari pengampunan dari Tuhanmu dan untuk mencapai syurga yang luasnya itu adalah sama dengan luasnya langit dan bumi……..” (QS. Al-Hadid : 21)

Isi Dakwah Jesus Crist

YESUS PENDAKWAH KEESAAN TUHAN


Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

Markus 12:28-30 “Maka datanglah seorang ahli Torat; setelah didengarnya bagaimana mereka itu berbalah-balah sedang diketahuinya bahwa Yesus sudah memberi jawab yang baik, lalu ia pula menyoal Dia, katanya: “Hukum yang manakah dikatakan yang terutama sekali? Maka jawab Yesus kepadanya: “Hukum yang terutama inilah: Dengarlah olehmu, hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa; maka hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal-budimu, dan dengan segala kuatmu”: ini merupakan rukun yang pertama …

Markus 12:32 “Lalu kata ahli Torat kepadanya: “Ya Guru, amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada yang lain, melainkan Allah”

Markus 12:34 “berkatalah Yesus kepadanya: “Engkau tiada jauh lagi dari pada kerajaan Allah”

Dari ayat-ayat ini, Yesus menyaksikan bahwa Tuhan adalah Allah yang Esa, tiada ada lain dari Allah, dan siapa saja yang percaya akan Ke-EsaanNya, maka ia dekat dengan kerajaan Allah. Oleh karena itu siapa yang menyekutukan Tuhan dengan sekutu-sekutu atau percaya akan Trinitas, ia jauh sekali dari Kerajaan Allah, dan siapa yang jauh dari Kerajaan Allah ia adalah musuh Allah.

Matius 24:36 “Tetapi akan hari dan ketikanya tiada diketahui oleh seorang juapun, meskipun malaekat yang di surga atau Anak itu, melainkan hanya Bapa sahaja.” (Cf. Quran 33:63).

Ayat tersebut menyatakan bahwa Yesus tunduk kepada Allah dan bahwa beliau tidak ada bagiannya dalam Ketuhanan dan sangkaan bahwa beliau adalah penjelmaan Allah merupakan satu bid’ah dari orang-orang Kanaan.

Yahya 20:16-18 “Lalu berkatalah Yesus kepada Maryam; Maka berpalinglah Maryam sambil sembahnya dengan bahasa Ibrani: “Rabbuni” artinya Guru. Maka Yesus pun bersabda kepadanya: “Janganlah engkau menyentuh aku, karena belum aku naik kepada Bapa, tetapi pergilah engkau kepada segala saudaraku, dan katakanlah pada mereka itu: Aku naik kepada Bapaku dan Bapamu, dan kepada Tuhanku dan Tuhanmu. “Maka pergilah Maryam Magdalena dan mengkhabarkan kepada murid-murid itu, katanya: “Aku sudah berjumpa dengan Tuhan. Dan lagi katanya kepada mereka itu bahwa ia sudah mengatakan segala perkara itu kepadanya.”

Dari cerita di atas, Yesus jelas menyaksikan bahwa Allah adalah Allahnya dan Allah mereka, tidak membedakan sedikitpun antara beliau dan mereka dalam melaksanakan ibadat terhadap Allah yang Esa. Siapa yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah membuat sesungguhnya suatu fitnah (blasphemy) terhadap Allah, dan mengkhianati Al-Masih dan semua para Nabi dan Rasul Allah.

Sumber : ALKITAB (BIBLE)
Sejarah Terjadinya dan Perkembangannya
Serta Hal-hal yang Bersangkutan
Prof. H.S. Tharick Chehab
Penerbit MUTIARA Jakarta
Jln. Salemba Tengah 38, Jakarta